Mantan Istriku Kembalilah

Mantan Istriku Kembalilah
Bab.34 Bagaimana Tidak Gila?.


__ADS_3

Kasya masih terdiam malu lalu segera menormalkan kembali wajahnya.


"Tuh kan! Aajah kak Kasya berubah, nah loh... cepat katakan! Eits tunggu." Kata Erina tapi dia malah berlari ke mejanya dan mengambil cemilannya, lalu dia kembali dan memandang Kasya dengan penuh harap.


"Erina! aku tahu kamu doyan ngemil tapi aku baru tahu kamu begitu suka bergosip!" Kasya menggelengkan kepalanya.


"Ayolah kak, siapa yang gak suka gosip, apalagi baru digoreng dadakan. Aku memang suka makan, tapi lebih suka gosip." Balas Erina sambil memasukkan cemilan ke mulutnya dengan matanya berkedip - kedip.


"Ya ampun, kenapa aku harus punya teman kerja tim sepertimu." Canda Kasya.


"Ish! Kak cepat, jangan mengalihkan topik!" Desak Erina.


Kasya yang melihat sepertinya dia sudah tak bisa menghindar lagi, lalu menceritakan semuanya dari awal hingga akhir.


"Semuanya terjadi seperti itu, sama sekali tidak ada yang berlebihan. Jadi sekarang pergilah ke mejamu dan bekerja dengan benar." Kasya mengusirnya lalu mengambil botol minum dan meminumnya karena haus setelah bercerita.


"Oh ternyata seperti itu, sekarang tidak ada apa-apa. Tapi, siapa tau nanti kalian... ehm." Goda Erina sambil kedua tangannya di adukan menirukan adegan ciuman.


Disaat Erina mengatakannya Kasya masih sedang minum, sontak saja ia tersedak lalu terbatuk. Dan lebih parahnya lagi saat dia menoleh, terrnyata obrolan mereka berdua barusan di dengar oleh semua orang yang ada disana.


Arggghttt! Ya ampun si doyan makan! Jadi malu kan!


Tapi orang - orang yang sedang melihat dan mendengarkan mereka berdua bergosip pun, akhirnya segera memalingkan wajahnya karena menjadi malu setelah terpergok sedang menguping.


"Oke, sekarang kerja, sana pergi!" Sekali lagi Kasya mengusir Erina.


Akhirnya Erina pergi dengan tidak rela dan lesu, karena pekerjaan dia sebenarnya sebagai anak magang adalah membawa teh dan air untuk mengirim informasi.


Meskipun memasuki departemen desain, tapi karena dia masih magang kemampuan kerjanya jelas bagi semua orang. Dan dia belum menyelesaikan pendidikan desain pakaiannya di kampusnya, mana ada pekerjaan asli yang datang kepadanya.


***

__ADS_1


Di sebuah rumah kosong Rendy sedang menatap map berisi laporan tentang wanita yang bermalam dengan Randika, dia menyuruh seorang kenalannya yang ahli untuk menyelidikinya. Ternyata ia mendapatkan dari Cctv hotel tempat Randika bertemu Direktur Mulyono setelah kenalannya itu menyogok pegawai hotel disana, kenalannya itu berhasil mendapatkan informasi tersebut.


Saat Rendy membukanya dia sangat terkejut, karena itu adalah wanita yang sama dengan yang di pesta ulang tahun Raka. Kemudian ada satu laporan lagi dan Rendy semakin tercengang, ternyata itu adalah semua data informasi wanita itu dari dulu hingga sekarang.


Wanita itu ternyata adalah Kasyaira mantan istri Randika, yang sekarang merubah nama menjadi Kasya Indira bahkan mempunyai seorang anak laki-laki. Rendy mengerutkan keningnya menatap foto anak laki-laki tersebut, dan dia terkejut untuk ketiga kalinya karena melihat kemiripan anak itu dengan Randika.


"Bagaimana ini? Apakah aku harus benar-benar membunuhnya? Kasyaira bahkan mempunyai seorang putra, bagaimana nasib anakny jika ibunya mati." Rendy berkata pada dirinya sendiri.


Rendy juga dari kecil adalah seorang yatim piatu jadi dia berpikir seperti itu, sebenarnya Rendy adalah orang yang baik tapi karena cintanya pada Alise dia selalu berbuat hal yang tidak wajar.


Tapi kali ini Rendy benar-benar ragu, dia tidak ingin memisahkan seorang anak dengan Ibunya. Bahkan jika memang anak itu adalah anak dari Randika, maka dia sudah ikut berbuat jahat kepada anak itu karena sudah memisahkannya dengan ayah kandungnya dari dulu.


Rendy sangat dilema sampai Bi Inah datang mendekatinya. Rendy tidak lagi berbuat kasar pada Bi Inah, dia benar-benar tidak bisa berbuat lebih jauh lagi.


"Tuan Rendy, ada apa? Jika ada sesuatu saya akan bantu, anda sebenarnya adalah orang baik. Saya sangat berterima kasih." Ucap Bi Inah sambil duduk.


Rendy yang mendengar perkataan Bi Inah, langsung memalingkan wajahnya menatap Bi Inah.


"Tuan, saya melihat anda sangat mencintai nyonya Alise, lalu kenapa anda tidak memperjuangkannya Tuan. Saya berpikir jika nyonya Alise mencintai Tuan Randika, dia tidak mungkin mengkhianatinya. Jadi menurut saya, nyonya Alise tidak benar-benar mencintai Tuan Randika." Kata Bi Inah lagi.


Rendy yang mendengarkan semua perkataan Bi Inah langsung memikirkan segalanya, dari dia pertama kali mengenal Alise saat wanita itu masih menjadi gadis polos dan baik hati. Bahkan itu lah yang membuatnya jatuh cinta, karena dulu saat dia yatim piatu dan tinggal di panti asuhan hanya Alise yang mau berteman dengannya.


Tapi saat itu hidup Alise berubah menjadi malapetaka karena ayah tirinya, bahkan Alise sering diperkosa oleh ayah tirinya dan bahkan Alise hamil beberapa kali. Dulu keadaan Alise juga sangat menyedihkan dan miskin, hingga dia tidak bisa berbuat apa-apa. Kejadian itu lah yang merubah Alise menjadi seperti sekarang, seseorang yang terobsesi akan kekayaan.


Sekarang Alise bahkan bukan hanya terobsesi akan kekayaan, tapi dia juga berubah menjadi kejam. Rendy sangat mencintainya, dia berpikir haruskah menghentikan semua perbuatan Alise sekarang. Sebelum Alise menjadi wanita yang lebih menakutkan lagi, Rendy benar-benar tidak ingin itu terjadi.


Akhirnya Rendy memutuskan dia tidak akan membiarkan Alise terjerumus lebih dalam lagi, dia pun berbicara kepada Bi Inah untuk meminta tolong.


Rendy menjelaskan rencananya, meskipun dia ingin menghentikan perbuatan Alise tapi dia juga tidak ingin Alise tersakiti. Meskipun jika Rendy melakukan rencananya, sudah pasti Alise mau tak mau akan tersakiti.


( Di atas Author selipin sedikit cerita, tentang masa lalu Alise dan Rendy ya 😁 ).

__ADS_1


***


Randika sedang berada di ruangan Perusahaannya, dia sibuk dengan tumpukan dokumen yang harus diperiksa dan ditanda tangani. Dia tiba-tiba teringat ketika tadi pagi dia menanyakan keberadaan Bi Inah yang biasanya menyiapkan sarapan, tapi Alise bilang Bi Inah meminta ijin mendadak harus pulang kampung karena suaminya sakit parah.


Randika tidak curiga hanya saja sekarang rasanya kenapa ada yang salah, karena bagaimanapun Bi Inah selalu meminta ijinnya dahulu. Ketika dia masih memikirkannya, tiba-tiba sekertarisnya mengetuk pintu.


"Masuk!" Perintah Randika.


Sekretarisnya pun membuka pintu dan bilang jika ada seseorang yang ingin bertemu dengannya dengan mendesak. Randika pun penasaran dan segera menyuruhnya masuk. Orang itu pun masuk dan sekertarisnya keluar ,lalu menutup pintunya kembali.


Randika sangat kaget karena orang itu adalah Bi Inah. "Bi Inah! Bukannya bibi pulang kampung?" Teriaknya kaget


"Tuan, saya datang ingin berbicara dengan Tuan. Ini tentang Nyonya Alise." Kata Bi Inah langsung, dia mengerti perkataan majikannya karena pasti Nyonya nya berbohong.


Randika menatap Bi Inah tak mengerti, tapi akhirnya dia mempersilahkan Bi Inah untuk duduk.


Randika sudah siap mendengarkan, Bi Inah pun menceritakan semua perkataan Rendy pada Bi Inah tentang masa lalu Rendy dan Alise. Juga tentang perselingkuhan mereka berdua di rumah itu, selama lima tahun pernikahan Alise dan Randika. Seketika wajah Randika memerah karena marah, tak terasa saking marahnya tangannya mengepal erat tubuhnya seketika gemetar hebat.


Bi Inah pun mengeluarkan beberapa foto titipan dari Rendy, dan di foto itu semuanya tentang Alise dan Rendy yang bermesraan dari sejak dulu. Bi Inah juga mengeluarkan dua buah surat dan memberikannya pada Randika.


Randika yang tubuhnya masih gemetar, dia menatap foto-foto itu. Seketika tatapan matanya semakin menakutkan, ia lalu mengambil surat pertama yang berisi surat pengunduran diri Rendy. Sedangkan surat kedua berisi permohonan maaf untuk Rendy dan Alise yang selama ini sudah membohongi dan mengkhianatinya.


Dalam surat itu juga Rendy memohon memberikan kesempatan padanya, agar bisa membawa Alise pergi dan juga memohon agar Randika tidak menyakiti Alise. Rendy berjanji jika Randika memaafkan mereka berdua dan membiarkan mereka pergi dengan tenang, maka Rendy tidak akan membiarkan Alise menganggu kehidupan Randika lagi.


Tapi Rendy tidak memberitahu perihal anak Kasya, karena Rendy berpikir biarkan Randika mengurus urusannya sendiri.


Setelah Randika membaca semuanya, dia meremas kertas dan foto-foto tersebut. Dia lalu berdiri dan menghancurkan semua barang-barang mahal yang berada di ruangannya. Dia mengamuk seperti kesetenan dan tak henti-hentinya dia berteriak dan berkata kasar.


Bi Inah yang melihatnya sebenarnya ingin menghentikannya tapi dia juga merasa takut. Majikannya sudah seperti orang gila, dia berteriak-teriak yang bahkan pasti terdengar keluar.


Rama asistennya terlihat masuk ke dalam tanpa mengetuk pintu, karena dia sudah mendengar keributannya dari luar. Rama melihat Bos nya itu sedang berteriak dan menghancurkan semua barang, bahkan tangan dan wajahnya mengeluarkan banyak darah karena terkena banyak pecahan kaca dan serpihan kayu.

__ADS_1


Lalu tiba-tiba suasana yang tadinya ribut menjadi sangat hening, terlihat Randika menghentikan kelakuannya. Sekarang yang terlihat adalah air matanya dan juga terdengar suara tawanya. Randika tertawa seperti orang gila sambil menangis dan berlutut di lantai menertawakan dirinya sendiri.


^Bersambung^


__ADS_2