Mantan Istriku Kembalilah

Mantan Istriku Kembalilah
Bab.27 Baru Bertemu Tapi Terasa Sudah Mengenal Lama.


__ADS_3

Nata segera mengajak Kasya pergi, tepat pada saat itu dia tiba - tiba seperti teringat sesuatu.


"Mira, bawakan tas ku." Pinta Nata.


Mira dengan gesit membawakan tas yang selalu di bawa Nata kemana - mana.


Nata merogoh tasnya, lalu mengeluarkan sebuah kotak berudu berwarna merah. Kotak itu kelihatan sudah lama, tapi membuat orang merasa berharga.


"Untukmu." Nata memberikan kotak itu pada Kasya.


"Ini?" Kasya menjulurkan tangan dengan ragu, lalu mengambilnya.


Kasya mengangkat kepalanya melihat Nata, lalu Nata menganggukkan kepalanya mengisyaratkan dia boleh membukanya.


Kasya mengerutkan bibirnya, dengan hati - hati dia membuka kotak berudu berwarna merah itu. Lalu saat dia melihat isi di dalamnya, dia tak dapat menahan diri berseru dengan kaget.


"Anting koral yang sangat cantik!" Seru Kasya.


Nata menatapnya, dia baru saja terpikir jika 'Bidadari' dipadukan dengan Kasya yang menggunakan anting koral berwarna merah terang ini, dapat menambah sedikit warna panas.


"Pohon dewa di dalam legenda tidak memiliki bunga dan daun, bukan batu dan bukan giok. Umat manusia bertanya dimana dapat mendapatkannya, dia tumbuh di atas batu di gunung dunia khayangan." Kasya bergumam sambil menggenggam anting koral itu dengan kagum.

__ADS_1


"Kamu juga tahu puisi mengenai anting koral ini?" Nata terkejut.


Nata melihat Kasya dengan tatapan baru, dia berpikir Kasya sudah sangat berbakat dalam merancang busana. Tak disangka dia juga memiliki penglihatan yang bagus terhadap perhiasan.


"Ya, Direktur. Saat aku kuliah, meskipun mengambil jurusan merancang busana. Tapi aku juga mengambil mata kuliah merancang perhiasan, meskipun pengetahuan dan keahlianku kurang bagus. Tapi saat mempelajari sejarah perhiasan, aku juga mengingat beberapa hal." Kasya menjawab sambil menatap Nata dan tersenyum.


"Bagus sekali, kalau begitu coba kamu katakan. Apa pendapatmu tentang anting koral ini?" Tanya Nata penasaran.


"Anting koral ini dipadu dengan sebuah lingkaran merah dan sebuah oval merah, lalu ditambah dengan tiga buah liontin. Ditambah dengan banyak ukiran bunga yang rumit sebagai bentuk dasarnya, seharusnya muncul setelah jangka waktu yang lama setelah abad renaisans. Kesimpulannya anting koral ini memiliki desain klasik, penataannya indah dan sangat mirip dengan gaya Rococo." Kasya berkata sambil menyentuh anting itu.


"Hampir sama dengan yang kamu katakan, anting merah koral ini berasal dari abad ke-19. Dibuat di Itali, saat bersekolah aku menggunakan liburan musim panas untuk berkeliling dunia. Aku menemukan anting koral ini di sebuah toko barang antik di Itali." Nata menjelaskan.


"Terima kasih, Direktur mengijinkanku melihat anting koral yang sangat indah ini." Kasya berkata tulus.


Nata baru saja mengatakannya, orang - orang yang tadi datang bersamanya langsung menarik nafas dengan kaget. Seorang Direktur Nata yang baru mengenal Kasya beberapa waktu, tak disangka dia memperlakukan wanita itu begitu spesial.


Semua orang tahu Nata kelihatan terpelajar dan sangat lembut, tapi sebenarnya Nata adalah orang yang kelewat kritis dalam pekerjaan. Juga paling suka mendorong orang sejauh mungkin dan kesannya tak ingin di dekati, tak disangka dia sekarang malah berinisiatif memakaikan anting untuk Kasya.


Kasya juga tentu saja kaget dengan ucapan Nata, dia segera mengerakkan tangannya dan meletakkan anting koral itu dengan baik lalu menutup kotaknya. Kemudian dia menyerahkannya pada Nata.


"Direktur Nata, anting ini terlihat sangat berharga dan sangat berarti untuk Anda. Lebih baik aku tidak memakainya, aku takut aku tidak pantas." Kata Kasya menolak.

__ADS_1


Tangan Nata yang sudah terangkat membeku di udara selama seperkian detik, lalu dia menurunkannya dengan tenang. Dia menertawakan dirinya sendiri, mungkin dia sudah lama tidak bertemu dengan orang yang berbicara nyambung dengannya. Sehingga membuatnya terlalu bersemangat, padahal dia baru saja mengenal Kasya.


Terkadang pertemuan antara manusia juga sangat menakjubkan, berapa lama pun berhubungan jika merasa tidak cocok lalu tidak melanjutkan. Tapi terkadang satu ucapan dan satu tatapan mata, dua orang yang baru bertemu merasa sudah saling mengenal dalam waktu yang sangat lama.


"Pakailah antingnya sendiri, aku ingin 'Bidadari' ku diperagakan ke hadapan semua orang dengan sempurna. Dan kamu sebagai modelnya, harus menggunakan perhiasan yang paling bagus." Nata mengucapkannya dengan bangga.


Kasya dengan ragu melihat kotak itu dan mengangkat kepala dan melihat tatapan mata Nata yang menyemangati. Akhirnya dia mengangguk dan memakainya di telinganya.


"Sekarang sudah semakin sempurna, ayo kita pergi." Ajak Nata.


Mereka segera pergi, di dalam mobil Nata melihat Kasya gelisah dia segera menenangkannya.


"Kamu harus mengeluarkan kepercayaan dirimu, ingatlah 'Bidadari' yang kamu pakai. Tidak perduli kamu siapa, jika mengenakannya berarti kamu menjadi seorang Bidadari." Ucap Nata menyemangati.


"A-aku tahu." Jawab Kasya sambil menghela nafas beberapa kali.


Dengan cepat mobil sampai di sebuah gedung terkenal tempat sebuah pameran apapun diadakan, dan orang - orang yang dapat menyelenggarakan peragaan busana disana semuanya merupakan orang yang terkenal dan berbakat.


Sebenarnya rancangan Nata sudah menunjukkan keahliannya di dunia rancangan busana Internasional, sekarang dia kembali ke Indonesia hanya ingin membuka pasar baru.


"Ayo." Ajak Nata sambil membuka pintu mobil.

__ADS_1


Kasya mengangguk dan turun dari dalam mobil dengan hati - hati, dia berjalan mengikuti di belakang Nata. Kemudian mereka berjalan masuk ke dalam gedung.


^Bersambung^


__ADS_2