Mantan Istriku Kembalilah

Mantan Istriku Kembalilah
Bab.26 Jiwa Gadis Muda.


__ADS_3

Ketika Kasya masih terpukau melihat 'Bidadari', Nata masuk ke ruangan ganti.


"Cepat pergi ganti baju, waktuku hanya sisa satu setengah jam." Nata mendekat ke Kasya dengan suaranya yang tegas.


"I-ini, benar - benar saya yang pakai?" Tunjuk Kasya pada 'Bidadari'.


"Kalau bukan kamu, maksudmu aku hanya bercanda?" Nata balik bertanya dengan mengangkat satu alisnya.


"Oh." Kasya agak terbengong.


Kalau tadi dia tidak iklhas tapi setelah melihat rancangan 'Bidadari', dia merasa itu bagaikan mimpi. Dengan hati-hati sekali Kasya mengambil 'Bidadari' dan masuk ke ruang ganti.


Tapi baru saja Kasya masuk, telepon Mira berdering lagi. terdengar olehnya Mira berkata "Oke" dengan buru-buru, lalu menutup telepon.


"Kenapa lagi?!" Tanya Nata sambil menatap pintu ruang ganti tanpa menoleh ke arah Mira.


"Direktur, manajernya Viola barusan menelepon, katanya Viola akan segera datang." Jawab Mira.


Awalnya Kasya sedang membuka bajunya dengan deg - degan di dalam, tangannya sudah siap memakai 'Bidadari'. Tapi perkataan Mira terdengar sampai ke telinganya, mendengarnya berkata begitu Kasya langsung menghentikan gerakannya.


Kasya menghela nafas lega, dilihatnya 'Bidadari' yang unik dan istimewa itu. Dia lega tidak usah naik ke panggung tapi juga muncul sedikit penyesalan melihatnya, pada akhirnya ia memang tidak berjodoh dengannya.


Mira menunggu keputusan Nata dengan panik, Viola juga benar - benar membuat kekacauan seperti ini. Sekarang Viola mendengar Direktur Nata mau mengganti orang, malah langsung bilang mau datang.


Tapi Mira juga merasa meskipun Viola keterlaluan, tapi membiarkan karyawan yang baru saja datang dan bukan model yang profesional rasanya tidak bagus.


"Sudah aku bilang, suruh dia tidak perlu datang lagi!" Tegas Nata masih tanpa melihat ke arah Mira, Nata mengetuk pintu ruang ganti.


"Kasya, gerak cepat! Waktu sudah tidak cukup!" Kata Nata tegas.


Nata berpikir kalau bukan karena Perusahan Dirga, tambah lagi Perusahaannya sendiri ingin meningkatkan promosi dengan mengundang artis. Dia sama sekali tidak rela membiarkan Viola memakai 'Bidadari'. Sekarang secara kebetulan Viola duluan yang bersalah dan dia menemukan orang yang cocok, sehingga dia punya alasan yang jelas untuk menolaknya.

__ADS_1


Kasya di dalam mendengar desakan Nata langsung terdiam, ada apa sebenarnya? Dia bingung karena artisnya sudah mau datang, tapi masih disuruh ganti.


"Direktur Nata, dikarenakan nona Viola sudah datang, lebih baik dia yang mengenakannya. Bagaimanapun aku bukan model profesional." Kasya secara tidak langsung menolak, ia menyampaikan pemikirannya.


"Kasya! Kamu yakin ingin aku mengulangi lagi ucapanku yang tadi?!" Wajah Nata muncul ekspresi tidak ingin dibantah.


"Cepat ganti 'Bidadari', sudah tidak ada waktu lagi!" Nata sedikit menaikkan nada bicaranya.


"Tapi?" Kasya ragu.


"Jika waktu peragaan 'Bidadari' terlambat, kamu yang akan bertanggung jawab atas semuanya!" Akhirnya kesabaran Nata pun habis, ia mengancam Kasya.


Saat mendengar ancaman pria diluar akhirnya Kasya ketakutan, ia segera berganti baju seraya menggerutu kenapa jadi dia yang harus bertanggung jawab?


Mira yang mendengarkannya pun tidak menyangka Direktur Nata menolak Viola, dia membuka mulut ingin membujuk Nata. "Direktur Nata, sebenarnya Viola-" Ucapannya belum selesai, pintu ruang ganti terbuka.


Saat Mira melihat Kasya keluar dengan menggunakan 'Bidadari', Mira malah lupa dengan apa yang ingin dikatakannya.


Mira melihat Kasya berjalan dengan perlahan, seperti berada di negeri dongeng. 'Bidadari' dikenakan di tubuhnya tidak hanya dengan sempurna menunjukkan lekuk tubuh wanita yang indah, juga semakin menunjukkan Aura Kasya yang berkelas.


Tapi ada sedikit kekurangan, yaitu 'Bidadari' disesuaikan dengan tinggi Viola yang 175cm, karena tinggi Kasya hanya 173cm bagian bawah jadi sedikit kepanjangan.


Kemudian Nata segera mengambil jarum pentul dan sebuah gunting, ia berjalan ke arah Kasya. Nata menatap Kasya, bibirnya yang tipis mengucapkan dua patah kata.


"Jangan bergerak."


Kasya melihat Nata membungkukkan tubuhnya, pria itu mengatur panjang roknya hingga sesuai dengan panjang yang sesuai. Lalu menyematkan jarum pentul di ujung bawah roknya, lalu Nata mengambil gunting dan membuat bukaan kecil di ujung rok. Nata menggenggam dua sisi bukaan kecil dengan kuat, kemudian terdengar suara sobekan.


Kasya langsung memejamkan matanya dengan merasa sayang, ini adalah 'Bidadari' yang sempurna.


Setelah selesai Nata kembali berdiri tegap, kedua tangannya ia lipat di dadanya bersedekap. Ia memeriksa Kasya dari ujung rambut hingga ke ujung kaki, ia berpikir lumayan juga setelah dirinya melakukan perubahan terhadap 'Bidadari', tidak berubah menjadi berbeda. Malah semakin pas dengan tinggi dan kepribadian Kasya dan juga semakin menambah martabatnya.

__ADS_1


"Kasya, buka matamu sekarang. Lihat bagaimana?" Perintah Nata.


Perlahan Kasya membuka kedua matanya, dia melihat ke bawah dan menyadari 'Bidadari' berubah menjadi semakin sempurna. Dikarenakan dia bersemangat jadi dia tidak tahu harus mengatakan apa, jadi dia hanya tidak berhenti menganggukkan kepalanya.


Melihat Kasya yang berubah menjadi semangat, Nata tersenyum. Melihat orang lain takjub dengan karyanya, merupakan hal yang sangat membahagiakan. Biarpun karyanya setiap kali selalu membuat orang takjub, tapi setiap kali melihat ekspresi takjub orang lain secara langsung selalu dapat memberikan perasaan baru kepadanya.


Nata menggosok dagunya dengan tangan kanannya, sekarang 'Bidadari' sudah sempurna, tapi dia masih ada sedikit yang kurang lagi. Dia berpikir sebenarnya kurangnya dimana, akhirnya Nata tahu letak masalahnya.


"Kenapa kamu tidak berdandan?" Tanya Nata sambil mengerutkan dahi.


"Aku tadi sebenarnya menggunakan sedikit toner dan pelembab juga lipstik, l-lalu..." Wajah Kasya memerah dengan terbata - bata ia menjelaskan.


Sebenarnya Kasya ingin mengatakan dia adalah desainer bukan influencer, untuk apa dia berdandan. Tentu saja pemikirannya itu tidak berani dia katakan.


"Tidak perlu menjelaskannya lagi." Nata mengibaskan tangannya.


Kemudian Nata berbicara kepada pria kewanita - wanitaan/Banci yang ada di belakangnya.


"Deni! Giliranmu!" Perintah Nata.


"Aish, berapa kali ekye bilang! Panggil ekye Denisa. Gak suka ahhh!" protes Deni sambil menarik Kasya duduk di depan cermin besar.


Kemudian Deni mengeluarkan sebuah kotak besar, dengan terampil ia membukanya. Di dalam kotak tersusun spons, kuas make up dan eyeshadow serta yang lainnya.


Beberapa menit kemudian 'Kasya' yang menawan dan memukau yang tidak pernah terlihat muncul di dalam kaca. Wajah mulus dan kemerahan, bibirnya yang berwarna merah jambu bersinar dengan seksi.


Rambutnya yang panjang digerai dan dibuat menjadi keriting bergelombang diletakkan di satu sisi, lalu dijepit dengan jepitan Vintage yang indah. Gaya seperti ini dan gaya 'Bidadari' sama persis, desain yang modern di sematkan unsur klasik.


Nata yang berdiri di belakang Kasya, melihat penampilan baru wanita itu tersenyum puas. Ia bahkan menatap Kasya tak berkedip dari pantulan cermin.


Wajah Kasya langsung memerah, meskipun dia sudah menjadi Ibu dari anak berumur lima tahun tapi karena selama ini dia hanya dapat menunjukkan ekspresi wajah ingin membalas dendam di hadapan Randika, atau dikarenakan pekerjaan yang berpura - pura terbiasa melihat kehidupan kotor di hadapan pria ia tak pernah tersipu malu seperti sekarang karena ditatap seorang lelaki.

__ADS_1


Sebenarnya wanita mana yang tidak tersimpan jiwa gadis muda? Saat ini dia ditatap terus oleh Nata, hati gadis mudanya terus berdegup dengan kencang.


^Bersambung^


__ADS_2