
Kasya sedang duduk berhadapan dengan Randika di sebuah meja kafe, Kasya memalingkan wajahnya keluar jendela dan Randika menatap Kasya dengan tatapan lembut.
Betapa ruginya aku dulu telah menyia-nyiakanya! Randika menyesal dalam hatinya.
"Bicaralah! Aku tidak punya waktu lama, aku harus menemani anakku!" Ketus Kasya.
"Kasyaira... dia bukan hanya anakmu. Tapi dia juga anakku, kan?!" Kata Randika langsung.
Perkataan Randika membuat tatapan mata Kasya beralih dari jendela dan menatap mata Randika dengan tatapan kaget dan ketakutan.
"Randika, k-kamu..." Gugup Kasya.
"Ya, aku sudah tau semuanya. Kamu tidak perlu berbohong lagi." Jawab Randika jujur.
Tiba-tiba Randika berdiri dan mendekati Kasya, lalu dia berlutut dengan kedua kakinya di hadapan Kasya.
Kasya tercengang dan ingin segera berdiri, tapi Randika segera dengan cepat menarik tangannya. Akhirnya Kasya terduduk kembali dan menatap tangannya yang dipegang Randika.
"Randika! Jangan keterlaluan, lepaskan tanganku!" Kasya menarik tangannya tapi Randika menggenggam nya sangat erat.
"Kasyaira... aku mengaku salah, aku sudah berdosa padamu. Saat bersamamu dulu aku tak pernah memandangmu dan tidak pernah menghargai cintamu serta kasih sayangmu, Maafkan aku..." Kata Randika membuat Kasya akhirnya terdiam.
"Aku salah... aku mengakuinya. Bahkan aku sudah mendapatkan karmanya, Alise ternyata mengkhianati aku dan kini kami sudah bercerai. Sekarang a-ku... aku mohon padamu. Bisakah kamu kembali padaku?" Randika memohon dengan mata yang berkaca-kaca.
Kasya tersentak kaget mendengar penuturan Randika tentang Alise, dia tak pernah menyangka wanita yang sangat dicintai Randika dari dulu, bahkan Randika cinta mati padanya ternyata mengkhianatinya.
Tapi hati Kasya untuk Randika sudah tertutup sejak dulu, sekarang bagaimana Randika dengan gampangnya memintanya untuk kembali? Setelah semua penderitaan dan air mata yang dia keluarkan.
Setelah melihat penderitaan anaknya yang bertahun-tahun tanpa kasih sayang seorang ayah, dan juga keterpurukannya lima tahun lalu saat bercerai sampai ingin mati bunuh diri.
"Randika, kenapa semudah itu kamu memintaku kembali?! Apakah semuanya karena Alise mengkhianatimu? Sekarang kamu berpaling padaku!" Kasya menguatkan hatinya dan menajamkan suaranya setelah mengingat kembali semua penderitaan nya.
"Tidak! Aku... aku hanya ingin menebus semua kesalahanku padamu. Aku ingin memulai lagi dari awal denganmu, dengan anak kita." Randika berkata sedikit bersemangat mengingat anaknya.
Kasya mendengus kasar. "Terlambat Randika! Semuanya sudah terlambat! Kamu tidak tau seberapa dalam luka hatiku karena kamu. Kasyaira yang kamu kenal, mantan istrimu serta Kasyaira yang dulu sangat mencintaimu, dia sudah lama mati!" Kasya akhirnya menyentak kasar tangannya dan berhasil terlepas.
"Sekarang aku hanyalah Kasya Indira. Ibu dari seorang anak, jadi kamu menyingkirlah selamanya dari hidupku!" Setelah mengatakannya Kasya berlari pergi keluar.
Randika seketika terpaku mendengar semua perkataan Kasya, lalu dia segera mengejarnya karena tidak ingin menyerah.
Ketika Randika baru saja keluar dari pintu, dia melihat Kasya dipinggir jalan dan akan menyebrang kembali ke Rumah sakit. Tapi saat Kasya menyebrang, tiba-tiba Randika melihat sebuah mobil dengan kecepatan tinggi melaju padanya.
Randika berteriak tapi Kasya seperti tidak mendengarnya, Randika berlari dengan cepat dan segera mendorong tubuh Kasya.
Akhirnya Randika lah yang tertabrak mobil itu, sedangkan mobil yang menabraknya pun terlihat hancur karena menabrak pembatas jalan.
Saat melihat Randika tergeletak berlumuran darah, Kasya berteriak histeris dan segera berlari ke arahnya.
Kasya memeluk kepala Randika yang tak berhenti mengeluarkan darah, Kasya segera berteriak meminta tolong.
Ketika Kasya berteriak, Rendy pun datang. Ternyata yang tadi ingin menabrak Kasya adalah Alise, yang kabur dari penjagaan Rendy ketika Rendy pergi ke Perusahaan Randika.
Rendy pun berlari ke mobil yang dikendarai Alise yang hancur, terlihat kondisi Alise pun tak berbeda jauh dengan Randika.
Tubuh Rendy gemetar dan dia segera mengeluarkan tubuh Alise yang sudah berlumuran darah dari dalam mobil.
Sedangkan Kasya terus menangis sambil memeluk kepala Randika.
"Shhhh... Kasyaira, jangan menangis. A-ku sekarang tak sanggup melihat air matamu. Hatiku sakit." Ucap Randika yang masih tersisa sedikit kesadaran.
"Cukup, jangan bicara Randika. Kita di depan Rumah sakit, sebentar lagi ada yang datang." Kata Kasya masih sambil sesegukan menangis.
"Ahhh... Kasyaira. Aku bersyukur pernah dicintai wanita sepertimu, mulai sekarang kamu tidak akan pernah menangis lagi... uhuk..." Randika terbatuk dan mengeluarkan darah.
"Sudah, jangan bicara lagi." Kasya tak kuat melihatnya.
"Tidak... waktuku sepertinya tidak banyak lagi, sesuai kutukan dan doa-mu selama ini. Sepertinya Tuhan mengabulkannya, aku akan segera m-mati." Ucap Randika dengan bibirnya yang tersenyum.
__ADS_1
"Tidak! Tidak Randika, aku akan menarik kembali semua kutukan ku padamu, jadi bertahanlah... Aku mohon." Tubuh dan suara Kasya bergetar.
"Aku pantas mendapatkannya. jangan bersedih untukku, aku tidak pantas. Berjanjilah jaga anak kita, dan berbahagialah..." Suara Randika sudah semakin pelan.
"Huhuhu... Randika, aku mohon. Jangan begini, bertahanlah demi anak kita."
"Akhirnya... kamu mengatakan... a-anak kita. Aku sekarang bisa dengan tenang meninggalkanmu. Hanya kurang... aku mengatakan sesuatu... yang selama ini kamu ingin dengar dariku. Aku... mencintaimu, Kasyaira." Suara Randika semakin lemah, dia mengangkat satu tangannya yang sudah lemah mengelus sayang pipi Kasya.
"Randika..." Mereka bertatapan dengan penuh makna, lalu tubuh Randika bergetar hebat.
"Sepertinya... s-sudah... waktunya... selamat tinggal, aku mencintai...mu." Akhirnya Randika mengucapkan kata - kata terakhir, matanya perlahan tertutup lalu tubuhnya terkulai lemas.
"Tidak! Randika! Bangun! Bangun! Aku mohon!" Kasya histeris.
Keadaan Alise pun sama, dia sedang sekarat di pelukan Rendy.
"Ren, terima k-kasih untuk semuanya... Jika... ada... Kehidupan selanjutnya... semoga... kamu jangan pernah... Bertemu lagi dengan wanita sepertiku. Selamat... tinggal... " Alise pun menghembuskan nafas terakhirnya.
"Alise... Alise... tidak!!!!" Rendy seperti orang gila berteriak teriak penuh kesakitan.
***
Keesokan harinya setelah ginjal Randika didonorkan kepada Byan, Randika pun langsung dimakamkan. Begitu juga dengan Alise, sedangkan Rendy sudah dibawa ke rumah sakit jiwa karena tak bisa menerima kepergian Alise.
Semua orang hadir di pemakaman Randika, termasuk kedua orang tuanya dan Raditya. Raditya masih tak percaya dengan semuanya, meskipun dia ingin membalas Randika tapi tidak ingin Randika berakhir dengan kematian seperti ini.
Seminggu berlalu.......
Kini Byan menjadi anak yang sehat dan hanya perlu menjaga kesehatannya dan tetap harus kontrol ke dokter. Mereka sekarang sudah tinggal di Rumah Pramudita, mereka baru saja datang ke rumah itu.
Setelah acara pemakaman selesai, asisten Randika dan pengacaranya menemui Kasya, dan memberitahu semuanya, bahwa sekarang semua sudah dialihkan oleh Randika atas nama anaknya dan dirinya.
Awalnya Kasya kaget dan tak mau menerimanya, tapi setelah semua orang membujuknya dia pun menerimanya.
Sekarang semua harta serta Perusahaan adalah milik anaknya dan Kasya. Karena saham yang diberikan Randika sangat besar, juga Raditya selama ini sudah membeli sebagian saham Perusahaan Pramudita untuk balas dendam. Tapi sekarang dia tidak memerlukannya lagi dan segera memberikannya pada Kasya.
Sekarang posisi Kasya adalah Presdir dari Perusahaan Pramudita, karena sahamnya terbesar dari semua jajaran direksi yang mempunyai saham di Perusahaan.
***
Abyan sekarang menjabat menjadi seorang CEO, sedangkan Kasya masih seorang Presdir Perusahaan Pramudita. Kasya yang memang awalnya tidak tau apa-apa tentang dunia bisnis, tapi sahabat - sahabat Randika juga Nata dan Raditya selalu membantunya. Sehingga akhirnya Kasya menjadi sosok wanita yang sangat berpengaruh di dunia bisnis, yang terkenal akan pemikirannya yang Kreatif dan Inovatif.
"Byan, kamu masih terus sibuk bekerja. bagaimana kamu bisa punya pacar dan menikah." Kata Kasya yang sekarang berusia 46 tahun.
"Ayolah Ma, aku masih muda. Usiaku baru saja 26 tahun, jalanku masih panjang. Mama tuh yang harusnya nikah lagi, malah kalah sama paman Raditya dan paman Bos Nata." Ledek Byan pada ibunya.
"Kamu ya, dasar bandel. Suka nya ngeledek mama." Kasya tertawa, lalu teringat akan Raditya dan Nata.
Kasya mengingat kembali tentang Nata dan Raditya setelah kepergian Randika, mereka berdua selalu saja menganggunya dan tidak berhenti mengungkapkan cinta mereka padanya.
Setiap Nata dan Raditya bertemu pasti akan terjadi perang adu mulut atau bersikap terlalu berlebihan padanya. Akhirnya Kasya yang tak tahan, langsung menolak keduanya dengan kejam.
Mereka berdua menerima penolakannya, meskipun masih ada ketidak relaan terlihat dari mata mereka. Tapi karena Kasya keras kepala, akhirnya mereka berdua pun menerimanya dengan lapang dada.
Raditya kembali ke Amerika dan dia juga menikah dengan wanita bule disana, dan dia juga bahagia dengan kehidupan pernikahannya dan kini sudah dikarunia 2 orang anak.
Sedangkan Nata juga sudah hidup bahagia dengan istrinya Rania Dirga, adik dari Raka Dirga perjodohan dua keluarga dan mempunyai 3 orang anak.
Rania memang sudah mencintai Nata jauh sebelum dijodohkan sama seperti dirinya dulu, dan dia juga adalah wanita yang sangat baik hingga akhirnya hati Nata luluh dan balik mencintai Rania.
Kasya sedikit tersenyum getir, andaikan dulu Randika juga membalas cintanya seperti Nata pada istrinya, mungkin mereka juga akan berakhir bahagia.
Kasya menghela nafasnya, semua telah berlalu dan sekarang laki-laki yang ada disampingnya hanyalah putranya. Kasya tidak membutuhkan sosok pria lagi di hidupnya, baginya putranya saja sudah cukup.
Byan ~ Abyan Dewasa.
__ADS_1
TAMAT.
Terima kasih 🙏😍😘.
.
.
.
Janda Ketemu Duda GET MARRIED (SEASON 2)
SINOPSIS SEASON 2
Abyan Pramudita seorang CEO putra dari Kasya Indira, ia seorang pria yang kebingungan akan cintanya antara sang kekasih dan sahabatnya sejak kecil.
Kasya Indira seorang janda Presdir dari Perusahaan Pramudita, seorang wanita karir yang sukses. Tapi sayang perjalanan hidupnya penuh dengan penderitaan juga tidak beruntung dalam percintaan.
Axel Arkananta seorang duda, seorang Pria Alergi wanita setelah dikhianati sang mantan istri.
Dion seorang lelaki yang selalu ada di samping Kasya, menjaga dan melindunginya.
Apakah dua orang yang alergi pernikahan akan berakhir bersama atau akankah Kasya berakhir bersama dengan Pria yang selalu menjaga disampingnya? Yuk, ikuti kisahnya.
Prolog Bab 1.
Suasana yang hangat dan sedikit terkesan meriah terlihat di kediaman Pramudita, mereka semua sedang merayakan bertambahnya usia Kasya. Pesta yang hanya dikelilingi sanak saudara dan mereka yang selama ini selalu bersamanya.
Nata Wajendra beserta istri dan anak-anaknya juga hadir, dan semua sahabat Randika juga hadir.
Semenjak kejadian 20 tahun silam atau sejak kematian Randika, ketiga sahabatnya selalu menjaga Kasya seperti ingin menggantikan Randika menjaganya dan juga mereka seperti ingin menggantikan Randika untuk menebus segala dosa-dosanya.
Para sahabat Randika juga berjanji, setiap tahun akan merayakan ulang tahun Kasya. Kata mereka untuk menebus kesalahan Denis dan Andi dulu, mereka merasa ikut bersalah pada Kasya. Karena selama Kasya menikah dengan Randika, mereka merasa tidak pernah mau menasehati Randika.
Sekarang terlihat oleh Kasya sahabat Randika yang paling tua, Andi Salim yang pertama masuk melewati pintu kediamannya menggandeng istrinya mesra.
Meskipun usia mereka berdua terbilang sudah berumur bahkan sudah mempunyai cucu, tapi Kasya kagum akan keharmonisan dan keromantisan mereka di usia senja itu.
Kemudian di belakang Andi Salim dan istrinya,muncul si biang 'heboh dan kerok'. Siapa lagi kalau bukan Raka Dirga, di usianya yang hampir kepala-5 dia masih betah dengan kejombloan dan keglamorannya.
Kasya menggelengkan kepalanya melihat Raka yang masih betah sendiri, ternyata lebih baik dia yang single tetapi setidaknya sudah mempunyai seorang anak.
Selanjutnya yang masuk adalah Denis Kusuma dan istrinya Ranti, sahabat wanita tersegalanya Kasya. Terlihat Denis menggandeng Ranti dengan penuh kelembutan dan terlihat jelas oleh Kasya tatapan mereka yang penuh cinta~Jujur Kasya sangat iri.
Yang masuk seterusnya Marsya dan adik lelaki tirinya, adik tiri dari satu ibu tentunya. Dulu Denis begitu dengan sepenuh hati menerima keadaan Ranti yang seorang wanita janda dengan satu anak, bahkan Denis dengan sekuat tenaga memperjuangkannya.
Kasya sangat terharu dan menjadikan Denis menjadi sosok kakak lelaki untuknya, yang memang tidak pernah dia punya. Kasya sangat bangga pada Denis karena begitu mencintai Ranti sahabatnya, lebih dari cinta Denis pada dirinya sendiri.
Kemudian yang terakhir datang adalah Nata beserta istri dan anak-anaknya, lalu mereka pun masuk ke dalam melewati pintu kediamannya.
Sedangkan Raditya tidak bisa hadir karena sedang menantikan kelahiran anak ketiganya, Kasya pun memakluminya.
Akhirnya pesta pun dimulai dengan acara tiup lilin terlebih dahulu, terlihat Byan mendorong sebuah meja beroda yang diatasnya tersusun kue ulang tahun bertingkat tiga berwarna putih yang dihias sebegitu indah dan megahnya.
"Ayo mah.....sebelum tiup lilin. Make A Wish dulu." Ucap Byan kepada Ibunya.
Kasya pun menutup kedua mata indahnya dengan perlahan, lalu dia dengan sepenuh hati berdoa dalam hatinya. Semoga sampai akhir hayatnya mereka yang dikasihinya, akan selalu bisa bersamanya dan juga selalu diberikan kebahagiaan.
Setelah selesai berdoa dalam hatinya, Kasya membuka kembali kedua matanya. Ketika dia bersiap akan meniup lilin, terlihat olehnya malah putranya lah yang sekarang menutup kedua matanya.
"Byan, ini ulang tahun mama. Kenapa kamu ikutan menutup mata?." Tanya Kasya penasaran.
"Byan berdoa, semoga tahun ini mama mendapatkan jodoh lelaki yang baik dan yang bisa mencintai mama melebihi hidup lelaki itu sendiri. Hehe.....visss." Jawab Byan membuka matanya, sambil menjulurkan lidah pada ibunya.
"Terus Byan juga berdoa semoga jika benar mama diberikan jodoh, lelaki itu harus kuat fisik dan mentalnya. Karena jika tidak, belum apa-apa nantinya lelaki itu sudah pingsan duluan liat kejudesan dan kegalakan mama." Sekali lagi Byan meledek Ibunya.
"Dasar Bandel!." Balas Kasya sambil tertawa.
__ADS_1
Akhirnya mereka semua yang ada disana pun ikut tertawa, melihat tingkah laku Ibu dan anaknya itu.
Akhirnya acara tiup lilin dan potong kue pun selesai, mereka melanjutkan ke acara selanjutnya yaitu acara dansa dengan musik romantis yang irama melodinya sangat terdengar indah di telinga.