
Preview.
Kayla menginjakkan kakinya di tanah pemakaman, ia berjalan ke arah makam kekasihnya saat kuliah dulu. Manik matanya yang basah oleh air mata, menatap nanar nama yang terukir di atas batu nisan.
RADITYA SANJAYA
BIN
__ADS_1
SANJAYA
Lahir : Surabaya, 6 April 1985
Wafat : Surabaya, 10 Juni 2016
Kayla bersimpuh mendekap batu nisan kekasihnya.
Hujan rintik-rintik menambah suasana suram di tanah perkuburan itu, air hujan membasahi pakaian Kayla.
__ADS_1
Tak lama, Kayla beranjak pergi dari makam Radit, berjalan terseok-seok menuruni bukit pemakaman.
Pikirannya tidak menentu, saat ia sudah sampai di pelataran parkir dibawah bukit, sebuah mobil mewah tiba.
Kayla membuka kunci mobil, segera masuk ke dalamnya dengan pakaiannya yang basah. Segera menghidupkan mobil dan melajukan mobilnya pergi dari sana.
Setelah kepergian mobil Kayla, seorang Pria turun dari dalam mobil saat supirnya membukakan pintu untuknya. Sebelah tangan supir memegang sebuah payung besar hitam.
Pria itu berjalan menaiki tanjakan bukit pemakaman dengan dipayungi oleh supirnya. Langkahnya sedikit berhati-hati, karena tak mudah menaiki tanjakan dengan keadaan yang licin oleh air hujan.
__ADS_1
Sesampainya di makam yang dituju, ia menaruh seikat bunga di atas pusara itu. Matanya melirik ke arah setangkai bunga Lily putih yang tergelak menyedihkan. Ia mengambil bunga itu, lalu pergi dari sana.