
Alise yang masih menangis di pelukan Rendy, tatapan matanya berubah mengerikan.
"Ren, kalau begitu segera cari tahu siapa wanita yang berselingkuh dengan Randika. Aku tidak ingin wanita itu hidup di dunia lagi!" Mata Alise memancarkan cahaya kejam.
Alise menggertakan giginya dengan kuat, matanya berubah menjadi merah tua. Alise yang lemah lembut, tak disangka jari tangannya dapat menggenggam tangan Rendy hingga sakit.
"Alise, kamu jangan seperti ini." Rendy berkata dengan resah.
Rendy menatap Alise dengan tatapan tidak menyangka, Alise yang selalu lembut tak disangka sekarang mampu membuat orang merasa takut. Dulu Alise hanya sensitif dan tidak memiliki rasa aman, tapi sekarang sepertinya sedikit ekstrim.
"Aku jangan seperti apa? Ada apa? Kamu tidak ingin membantuku lagi?" Alise yang mendengar suara Rendy yang takut, langsung tertawa dingin.
"Tadi kamu masih bersumpah dan berkata tidak perduli aku menyuruhmu melakukan apa, kamu pasti akan melakukannya." Kata Alise dengan tatapan tajam.
"Aku akan membantumu mencari tahu wanita ini, tapi apakah kamu yakin ingin membunuhnya?" Rendy menggeleng karena tidak setuju.
"Alise, kamu tidak pernah seperti ini. Biasanya kamu hanya menyuruhku agar wanita seperti itu pergi dari Kota ini." Kata Rendy membujuknya.
"Aku yakin, lakukanlah! Dia harus mati!" Alise tetap dengan kemauannya.
"Alise, kamu sudah berubah." Rendy melihat Alise seperti orang asing, dia merasa tidak dapat mempercayainya.
"Benar, aku sudah berubah! Randika berjanji akan mencintaiku seumur hidup, tapi dia tetap berselingkuh! Kamu juga berjanji akan melindungiku seumur hidup, tapi juga hanya mengatakannya saja. Siapa yang masih bisa aku percaya? Kamu yang memaksaku berubah menjadi seperti ini!" Alise meninggikan suaranya marah.
Kemudian Alise menyingkirkan tangan Rendy, dia membuka selimut dengan kasar dan bersiap untuk turun dari ranjang.
"Rendy! Jika kamu tidak membantuku, aku akan melakukannya sendiri. Lagipula antara aku dengan wanita itu, jika bukan dia yang mati maka aku yang mati!" Ancam Alise lalu turun dari ranjang.
"Alise, kamu ingin melakukan apa?!" Rendy segera memeluk menahan Alise.
__ADS_1
"Kesehatanmu tidak baik, emosimu tidak boleh terguncang!" lanjut Rendy.
"Aku sudah mau mati, apakah aku masih akan memperdulikan kesehatanku. Baik atau tidak, emosiku terguncang atau tidak!" Alise tertawa seperti orang gila, dia memberontak sekuat tenaga di dalam pelukan Rendy.
"Lepaskan aku, aku ingin pergi menangkap wanita itu sendiri!" Kata Alise lagi.
"Baiklah, aku berjanji padamu. Aku berjanji padamu, akan melenyapkan wanita itu!" Kata Rendy akhirnya.
"Benarkah?" Alise akhirnya berhenti memberontak.
"Benar!" Jawab Rendy.
"Kamu tidak membohongiku?" Tanya Alise masih tak percaya.
"Bagaimana mungkin aku rela membohongimu?" Kata Rendy lembut.
"Sekarang yang patuh, berbaring di ranjang dan istirahatlah." Rendy merasakan Alise tidak memberontak lagi, menggendongnya ke ranjang.
Rendy menghela nafas, membantu Alise membereskan semua wanita yang berada di sekeliling Randika juga bukan yang pertama kalinya. Tapi kali ini tidak bisa dibandingkan dengan yang sebelumnya, tak disangka Alise meminta dirinya membunuh.
Memikirkan hal ini, Rendy mengalihkan pandangannya kembali pada wajah Alise. Jika dia harus membunuh demi wanita yang dicintainya, memangnya kenapa? Daripada dia harus membiarkan Alise dengan gegabah pergi membunuh, lebih baik dirinya saja yang melakukannya.
Setidaknya setelah hal ini dilakukan, dia bisa menanggung rasa bersalah ini sendirian. Dan Alise bisa terus menjadi Nyonya Randika Pramudita.
"Ren, kamu terbaik." Alise tersenyum dan wajah menyeramkan tadi sudah hilang.
"Tentu saja, aku sudah mengatakan akan melindungimu seumur hidup." Ucap Rendy lembut dan mengulurkan tangan membelai pipi Alise yang mulus.
Melihat wajah Rendy yang serius, Alise tiba-tiba merasa hatinya berubah menjadi semakin lembut. Hanya Rendy yang sudah bertahun-tahun selalu berada di sisinya, tidak pernah meninggalkannya dan selalu memikirkan segala sesuatu demi dirinya.
__ADS_1
"Ren, pergi periksa pintu kamar sekali lagi. Lalu kunci dengan baik." Alise menatap Rendy dengan lembut.
Melihat Alise sangat jarang selembut itu, Rendy langsung merasa kaget dan segera berdiri. Lalu mengunci pintu dengan baik, dijamin tidak akan ada orang yang dapat menerobos masuk kedalam.
Tapi saat Rendy akan berbalik, tiba-tiba dirinya dipeluk oleh Alise dari belakang.
"Alise..." Rendy merasa dirinya sedang bermimpi, sudah sangat lama sekali Alise tidak berinisiatif memeluknya lembut seperti sekarang.
Rendy berbalik dengan semangat dan memeluk Alise sekali lagi, jantungnya terus berdegup dengan kencang.
"Ren, cium aku." Alise bergumam sambil bersandar di dada Rendy.
Dalam pikiran Alise dia harus segera membunuh wanita yang menggoda Randika, dia juga perlu membalas perbuatan Randika. Dia terlalu mencintai Randika, jadi jika Randika memiliki wanita lain maka dia juga harus melakukan sesuatu untuk menutupi rasa sakit di dalam hatinya.
Rendy yang mendengar permintaan Alise terdiam selama satu detik, lalu mulai menciumi Alise. Dia menggendongnya ke ranjang, dengan telapak tangannya yang lebar dia antusias membelai setiap inci tubuh Alise.
Setiap kali Rendy bersentuhan dengan Alise, selalu membuat sulit melupakannya. Setelah Alise dan Randika menikah, yang bisa dilakukannya hanya diam-diam memeluk atau menciumnya. Sedangkan hubungan intim nya dengan Alise, hanya bisa dihitung dengan jari.
Seingat Rendy pertama kali dia berhubungan intim dengan Alise setelah Alise menikah, saat Randika pergi dinas selama setengah bulan. Itu pun karena Alise mabuk dan mencari dirinya. Kedua kalinya saat Randika bekerja berturut-turut selama seminggu, Rendy sangat menginginkan Alise jadi dia pergi ke kamarnya.
Ketiga kalinya saat mereka merayakan ulang tahun pernikahan dan pergi berlibur, Rendy dan asisten Randika juga ikut. Dia dan Alise mengambil kesempatan ketika Randika sedang mengadakan rapat video conference.
Dan kali ini adalah keempat kalinya Rendy berhubungan intim dengan Alise. Ini pertama kalinya Alise berinisiatif sendiri dan pertama kalinya juga Alise selembut ini.
"Alise, aku berhasil mendapatkan mu kembali. Alise... Alise... ahh~" Ucap Rendy sambil menggerakkan tubuhnya dia atas tubuh Alise.
Sedangkan Alise hanya menjawab dengan suara tidak jelas, ekspresi wajahnya juga menunjukkan seperti menikmatinya dan seperti memerlukan lebih banyak lagi belaian dari Rendy. Rendy yang melihatnya semakin bersemangat dan segera memuaskan keinginan hasrat mereka berdua.
^Bersambung^
__ADS_1