Mantan Istriku Kembalilah

Mantan Istriku Kembalilah
Bab.30 Kecemburuan.


__ADS_3

Kasya hanya terdiam mendengar pertanyaan - pertanyaan dari para reporter berkata dalam hatinya.


Memangnya harus ada hubungan khusus apa? Aku hanyalah seorang karyawan kecil biasa. Aku hanya disuruh dan dipaksa untuk datang kesini!. Reporter ini bertanya seperti ini, bukankah ini cara yang jelas untuk menunjukkan siapa diriku!


Kasya terus memarahi reporter itu dalam hatinya, tapi seolah - olah masih menunjukkan senyum 'Aku adalah seorang wanita sopan' di wajahnya.


"Ini adalah pertama kalinya Nona Kasya berjalan di landasan catwalk, aku tidak sengaja menemukan potensinya. Ini tidak ada hubungannya dengan masalah pribadi, juga tolong teman - teman reporter mengajukan pertanyaan seputar pekerjaan dan pameran." Nata yang sering berurusan dengan hal seperti ini, tampak berbicara dengan tenang.


Para reporter pun segera mengerti dan lanjut bertanya tentang Viola yang tidak menghadiri Pameran. Nata hanya menjawab, jika Viola sedang berhalangan hadir karena kesehatannya.


Setelah pertanyaan reporter baru saja dijawab oleh Nata semuanya, tiba - tiba pintu utama terbuka.


Terlihat Randika mengenakan setelan jas bordir berwarna biru tua buatan tangan, ia berdiri tegak di pintu. Seketika mata semua orang terfokus pada wajah Randika, fitur wajahnya sangat jelas dan dalam tapi tampak jahat dan seksi.


Rambut di dahinya terangkat ke atas dan tatapan mata elang yang begitu dalam seolah - olah tanpa dasar itu, membuat orang secara tak sadar menunjukkan sikap penuh hormat dan merendah di hadapannya.


Kasya melihat Randika datang seketika terkejut, lalu matanya memandang rendah pada Randika yang sangat berbeda dengan ekspresi orang - orang termasuk wanita yang ada disana.


Situasi saat itu hening sejenak, kemudian seketika menjadi heboh. Para reporter pergi menghampiri Randika dan Raka secara berkerumun, dan mengangkat lampu dan menekan tombol kamera ke arah Mereka berdua.


Klik.


Klik.


Sebenarnya Randika dan Raka tadi datang dengan tenang untuk melihat peragaan, para reporter pun tidak tahu. Sekarang mereka berdua tampil di jamuan, tentu saja para reporter merasa tak menyangka maka dengan cepat mengambil kesempatan wawancara itu.


Beberapa pertanyaan reporter ditujukkan pada Randika, dan Randika hanya menjawab dengan seperlunya.


Sejak Randika muncul di ruangan perjamuan, ia belum melihat sosok Kasya. Tetapi Kasya beberapa kali memandang Randika, dengan pandangannya yang mencemooh.


"Benar-benar ada si sampah ini dimana - mana!" Gumamnya.


Setelah Menggerutu Kasya meminta ijin pergi pada Nata, ia mengambil kue dan berjalan ke sudut. Dia menggigit kuenya dan suasana hatinya yang tadi sempat memburuk karena Randika seketika membaik.

__ADS_1


Ya Kasya! Ayo ambil kesempatan ini untuk makan lebih banyak, sehingga bisa menghemat uang untuk makan malam!


Tapi baru saja ia bahagia dan belum selesai menelan kue di mulutnya, tiba - tiba sebuah suara merdu seseorang terdengar menyapanya dari belakang.


"Nona Kasya, kita bertemu lagi."


Kasya membalikkan badannya sambil tenggorokannya menelan kue, dia melihat seorang pria yang mengenakan jas biru muda memandanginya.


"Halo, Direktur Raka Dirga." Sapa Kasya sopan.


"Sudut mulut." Raka memandang Kasya dan sudut mulutnya menunjukkan senyum geli.


"Ha?" Kasya mengerutkan kening karena tidak tahu maksud Raka.


"Ada noda krim di mulutmu yang cantik." Jawab Raka.


Raka tidak menunggu reaksi Kasya, ia bicara sambil mengulurkan tangannya dan mengusap krim di mulut Kasya.


Jari - jari Raka dengan lembut melintasi sudut mulut Kasya membuat pipi Kasya memerah. Kasya dengan malu - malu menundukkan kepalanya, ia jelas tahu Raka adalah playboy untuk seorang wanita. Tapi tetap saja Kasya tidak dapat menahan perasaan malunya.


Tapi Kasya langsung tersadar jika dia terus malu seperti itu maka dia bukanlah Kasya Indira, lagipula ia bukan gadis yang polos lagi. Meskipun wajahnya memerah, dia hanya akan menunjukkan kepada dirinya sendiri.


Bukankah pria playboy ini sedang menggodaku, aku juga bisa!


Kemudian Kasya mengangkat matanya dan menatap Raka. "Direktur Raka, terima kasih banyak. Kalau tidak, maka aku akan terlihat memalukan." Kasya berkata.


Sambil berkata Kasya mengulurkan tangan untuk mengambil serbet, lalu jari tangannya yang putih serta lembut tersebut dengan sengaja menarik telapak tangan Raka dan menyeka bekas krim di jari Raka dengan lembut.


Raka langsung tercengang, tatapannya seketika menatap mata persik Kasya yang menyentuh.


Wanita ini benar - benar penguasa cinta! Aku yang playboy saja terpana, apalagi nanti jika Kak Denis bersamanya. Bisa dilihat wanita ini bisa menguasai Kak Denis!


Raka memang sengaja mendekati Kasya, ia ingin melihat wanita seperti apa yang nantinya jika Denis serius padanya. Setelah tercengang selama beberapa detik, Raka melancarkan aksi selanjutnya.

__ADS_1


"Nona Kasya, apakah kamu tertarik pergi keluar denganku untuk makan malam? Aku dengar steak di Restoran X sangat enak" Kata Raka sambil memajukan badannya lebih dekat.


"Direktur Raka seharian sibuk mengurusi urusan penting, aku lebih baik tidak menganggu Anda. Ah... kue ini sangat lezat." Kata Kasya menolak sambil memakan kue nya lagi.


"Direktur Raka, seorang wanita yang menyukai kue dan seorang pria yang menyukai steak, ternyata tidak memiliki topik karena jika bersama tidak akan menyambung." Kata Kasya lagi sambil mengerlingkan sebelah matanya.


Raka tidak menyangka Kasya tidak sedikit pun akan ragu untuk menolak ajakannya, biasanya wanita biasa yang bertemu pria sepertinya entah berpura-pura polos atau sangat antusias dan berani.


Raka akhirnya mengagumi kepribadian Kasya, wanita itu adalah wanita yang baik. Kasya bersedia bermain mata dengan dirinya tetapi tujuan utamanya adalah untuk melarikan diri tanpa cedera apapun.


Raka menggelengkan kepala, dia lebih baik jangan menggodanya lagi. Jika menjadikan Kasya teman dekat itu lebih bagus, karena tidak banyak wanita yang cerdas dan bijaksana sepertinya.


Kasya melihat rasa kekaguman pada mata Raka, dia pun mengangkat dagunya dengan bangga bisa membuat seorang playboy sepertinya menjadi seperti itu.


"Nona Kasya benar-benar menarik, aku ingin berteman denganmu." Akhirnya Raka menyingkirkan nada playboy, dia mengulurkan tangan.


"Bisa menjadi teman Direktur Raka, tentu saja aku menerimanya dengan senang hati." Balas Kasya langsung balik menyalaminya.


"Baiklah, sekarang aku permisi. Aku akan melanjutkan makan kue - kue ini." Kata Kasya dan ingin berbalik badan.


Tapi saat dia akan berbalik badan, tiba - tiba Raka menghentikannya. "Nona Kasya."


"Ada apa Direktur Raka?" Tanya Kasya yang heran.


Tapi Raka tidak menjawabnya dan malah memajukan wajahnya, lalu mengulurkan tangannya seolah ingin menyentuh pipi Kasya. Kasya pun kaget sambil mundur ke belakang, ia tidak tahu apa yang ingin dilakukan Raka.


"Anting - anting yang kamu kenakan..." Ternyata Raka melihat anting koral di telinga Kasya.


Sekarang wajah dan tubuh Raka tanpa sadar bergerak lebih maju, intinya adalah betapa ambigu posisi tubuh mereka berdua saat ini.


Dan ternyata tidak jauh dari mereka berdua Randika sedang menatap tajam ke arah mereka berdua sejak dari awal perbincangan mereka, meskipun dia tidak mendengar apa yang mereka bicarakan.


Sekarang Randika melihat tubuh mereka berdua yang seperti hampir menempel, ia mengepalkan kedua tangannya dengan tatapan dingin.

__ADS_1


Sama hal nya dengan Randika, Nata juga sedang menatap ke arah Kasya dan Raka. Dia pun merasakan sesuatu yang tidak mengenakkan di hatinya, karena melihat kedekatan mereka berdua.


^Bersambung^


__ADS_2