Mantan Istriku Kembalilah

Mantan Istriku Kembalilah
Bab.28 Pemandangan Terindah.


__ADS_3

Disaat Nata dan Kasya sudah masuk ke dalam gedung, datanglah seorang wanita cantik yang sangat bergaya menghampiri mereka.


"Ya ampun, desainer Nata ku yang hebat. Sekarang dengan jarak waktu 'Bidadari' harus keluar, masih ada sepuluh menit. Akhirnya kamu tiba, aku sungguh berterima kasih kepada langit dan bumi!" Ucap wanita itu berlebihan.


Kemudian mata wanita itu tertuju pada Kasya yang berada di samping Nata.


"Siapa dia? Kenapa 'Bidadari' dikenakan ditubuhnya? Dimana nona Viola?" Serentetan pertanyaan datang darinya.


Kasya melihat tatapan mata wanita cerewet itu penuh keraguan menatapnya, dia tanpa sadar mundur selangkah. Hatinya semakin merasa ingin mundur dan menyerah.


"Beri tahu staf pencahayaan, setelah delapan menit arahkan sorot ke pintu masuk. Beri tahu pembawa acara bahwa aku sudah tiba dan semuanya akan berjalan seperti seharusnya." Nata tidak menjawab pertanyaan wanita cerewet itu.


Nata hanya memberi instruksi dan isyarat kepada Kasya untuk mengikuti dirinya dan kemudian meninggalkan Aula.


Wanita cerewet itu memandangi sosok Nata yang pergi dan menghela nafas. Nata sangat sempurna sebagai perancang busana, tapi sangat keras kepala ketika memutuskan sesuatu dan sangat sulit untuk mengubahnya.


Sedangkan Nata dan Kasya mengelilingi lingkaran besar dan akhirnya berdiri di pintu depan ruang pameran. Sekarang mereka hanya menunggu pembawa acara memberikan kata - kata arahan, lalu secara resmi Kasya dapat naik ke atas panggung.


Nata melirik tangan Kasya yang berkeringat, sepertinya Kasya benar - benar sangat gugup.


"Tenanglah, kamu harus tersenyum sedikit." Nata menatap Kasya dan mengingatkan.


Kasya lalu mencoba tersenyum seperti apa yang dikatakannya, tetapi ketika dia menggerakkan sudut bibirnya, otot - otot di sekitarnya bergetar. Ternyata malah menjadi ekspresi menahan tangisan bukan sebuah senyuman seperti orang yang sedang terancam.

__ADS_1


"Lupakan saja, jangan tersenyum. Lebih baik diam, tak lama lagi kita akan naik ke atas panggung. Kamu hanya perlu melihat ke depan dan berjalan dengan tenang, apa kamu mengerti?" Nata menegaskan.


Kasya hanya mengangguk.


"Ingat! Kamu hanya harus berdiri di depan semua orang dengan gaun ini. Kamu harus merasa kamu adalah pemandangan yang paling cantik dan indah, kamu adalah wanita paling cantik di dunia dengan memakai gaun 'Bidadari' ini!" Kata Nata lagi terus menyemangati.


Baru saja Nata selesai bicara, suara pembawa acara datang dari pintu yang terbuka.


"Akhirnya, tiba saat yang paling ditunggu - tunggu." Ucap pembawa acara lantang.


Lampu sorot yang tampak indah berputar di sekitar panggung dan cahaya lampu itu jatuh kepada orang yang berada di pintu.


Pada saat pembawa acara melihat Nata Wajendra, hatinya akhirnya tenang karena tadi ia mendengar tentang keterlambatannya. Pembawa acara pun segera menjelaskan rancangan 'Bidadari' saat Kasya berdiri di pintu.


Semua orang berdecak kagum dan tak mengatakan sepatah katapun, gaya 'Bidadari' terlihat sangat natural dan elegan pada pandangan pertama. Mereka berpikir seolah benar - benar Bidadari yang datang ke bumi dan melebarkan sayapnya. Gaun tersebut adalah mahakarya yang terindah.


Kasya sangat gugup hingga dia tidak bisa melangkahkan kakinya, Nata mengerutkan kening dan dia hanya bisa memegang tangan wanita itu. Akhirnya Kasya berusaha memaksa kakinya mulai melangkah dan memperagakan rancangan 'Bidadari' dengan gerakan yang lebih natural.


Sekarang Kasya hanya seorang diri di atas panggung yang besar, sorotan lampu menghantam tubuh Kasya hingga membuat punggungnya terus menerus mengeluarkan keringat dingin. Dia takut tidak bisa berjalan baik dan dia bahkan lebih takut dirinya melakukan sesuatu yang memalukan.


Tapi Kasya langsung berpikir lagi, sekarang dirinya sudah berdiri di atas panggung dan tidak ada jalan untuk kembali. Dia menarik nafas dalam - dalam dan mulai berjalan lagi menuju ujung panggung.


Seketika semua pandangan mata dan lensa kamera tertuju pada Kasya, terdengar suara kekaguman serta iri mengarah padanya.

__ADS_1


Tapi Kasya tampaknya tidak mendengar apapun, otaknya kosong dan hanya kata - kata Nata yang menggema di telinganya.


Tegakkan kepalamu, lihat lurus ke depan. Karena kamu mengenakan gaun 'Bidadari', jadi kamu adalah wanita yang paling cantik.


Kasya tetap mendengarkan perkataan Nata, akhirnya perlahan - lahan detak jantungnya tidak lagi berdegup begitu cepat dan keringat dingin di punggungnya tidak lagi mengalir.


Kasya mengangkat dagunya dengan percaya diri, dia membalikkan badannya serta berputar dengan lembut dan mulai berjalan kembali.


Pada saat itu di sudut gelap, tatapan terkejut jatuh pada Kasya di atas panggung yang sedang mengenakan gaun 'Bidadari'. Pandangan mata Randika terus mengikuti wanita cantik yang berjalan di atas catwalk itu.


Randika benar - benar tak bisa memikirkan alasan apapun kenapa Kasyaira bisa muncul disana dan memakai rancangan sebagai model dari Nata Wajendra. Bukankah Raka mengatakan Viola yang akan membawakan gaun tersebut di atas panggung? Kenapa bisa digantikan Kasyaira?


"Randika, bagaimana ini bisa terjadi? Mengapa bukan Viola yang mengenakan gaun 'Bidadari' di atas panggung?" tanya Raka sama herannya.


"Mana aku tahu!" Jawab Randika dingin.


Raka masih terkejut tapi ia pamit pada Randika, ia akan keluar untuk menelepon dan akan menanyakan apa yang sebenarnya terjadi.


Randika tidak menjawab, dia hanya memandangi Kasyaira yang berpenampilan menawan di atas panggung, penampilan mantan istrinya itu bahkan disertai dengan gemuruh tepuk tangan dan pujian dari semua penonton.


Kasya berjalan dengan tenang dan mengakhiri landasan catwalk tersebut, ia akhirnya mengikuti sekelompok model pergi ke belakang panggung.


Randika mengarahkan matanya pada sosok Kasyaira yang berpenampilan anggun, ia tak menyangka ternyata Kasyaira semakin tidak terduga.

__ADS_1


^Bersambung^


__ADS_2