Mantan Istriku Kembalilah

Mantan Istriku Kembalilah
Bab.23 Bujukan Raka.


__ADS_3

Randika menatap bingung sekaligus juga penasaran pada Raka, akhirnya ia tak tahan untuk bertanya.


"Memangnya kenapa? Aku rasa kalau memang berbuat salah, harusnya aku jujur dan meminta maaf padanya." Tanya Randika.


"Randika, meskipun kamu lebih jago dalam hal bisnis. Tapi kalau soal menghadapi wanita, kamu kalah banyak sama aku. Kamu harus tahu, seorang wanita itu tidak sesederhana yang kamu bayangkan." Raka maju, ia menepuk bahu Randika. Ia memperlihatkan seolah-olah dia jago sekali dalam menghadapi wanita.


"Kamu mencintai Alise, begitu pun sebaliknya dia mencintaimu. Dua orang yang seharusnya saling mencintai, sekarang salah satu dari kalian berbuat salah karena gegabah." Kata Raka menjelaskan.


"Sekali Alise tahu kamu berbuat salah, bagaimanapun kamu mendapatkan kata maaf darinya. Tapi, dalam hatinya dia pasti masih merasa tersakiti, kalau terus - terusan seperti itu hubungan kalian lambat laun akan hancur!" Raka berkata dengan meyakinkan membuat dahi Randika mengerut.


"Tapi, kalau tidak beri tau Alise dan kamu hanya berusaha introspeksi diri. Apalagi perlakuanmu semakin lebih baik lagi pada Alise, dia pasti akan merasa semakin bahagia." Lanjut Raka.


"Air kalau jernih sekali maka tidak akan ada ikan, siapa yang tidak punya rahasia sedikit pun? Aku tebak Alise yang sangat mencintaimu itu, dia juga ada menyembunyikan sesuatu darimu!" Raka berkata lagi.


"Kamu ngelantur!" Randika menyanggahnya.


"Juga, kalau kita berbuat salah ya harus mengakui kesalahan, dalam soal hubungan harus benar-benar jujur!" Randika memang mendengarkan ocehan Raka tapi dia masih dengan pendiriannya.


"Oke, kalau begitu kamu kasih tahu Alise jika kamu sudah menghabiskan satu malam yang tidak bisa dijelaskan bersama wanita lain, coba kita lihat saja Alise bakal emosi atau tidak." Raka mengangkat bahunya, seolah-olah Randika bakal rugi kalau tidak mendengarkannya.


Mendengar Raka berkata begitu, Randika akhirnya mulai ragu.


Jika aku mengakui kesalahanku pada Alise, apakah dia bakal pingsan karena emosi dan akan terus merasa tersakiti seperti yang Raka bilang?

__ADS_1


Tentu saja itu bukan sesuatu yang diharapkan Randika, sepanjang hari dia sibuk bekerja dan jarang pulang. Bahkan pekerjaannya tidak sebaik Rendy kakak sepupu Alise yang sudah bekerja keras memajukan Perusahaannya, untuk ini saja hatinya tidak enak.


Sekarang jika dia mengakui kesalahannya dan membuat Alise terpukul dan sampai mempengaruhi kesehatannya, bukankah malah jadi kesalahannya lebih besar lagi?


Akhirnya Randika membuat keputusan, dia akan jujur pada Alise tapi dia akan mencari waktu yang tepat.


"Randika, bisa tidak jangan berpikir terlalu banyak lagi? Jelas-jelas masalah ini bisa diselesaikan dalam waktu tiga menit, kamu malah menghabiskan waktu setengah jam untuk mikir!" Raka heran dan juga merasa lucu, Randika jika soal cinta ternyata butuh berpikir lama.


"Cowok setampan kamu yang masih setia sama istri, zaman sekarang sudah tidak banyak! Ckckc..." Raka geleng - geleng kepala.


Tiba - tiba Raka teringat sesuatu. "Randika, hari ini ada pameran pertama yang diadakan keluarga Wajendra. Kamu mau pergi tidak? Apalagi kita berdua masih harus bekerja sama dengan mereka."


"Kamu pergi sendiri saja!" Tolak Randika tidak berminat.


Randika malas pergi dengan si biang kerok, kejadian kemarin saja semua gara-gara dia. Hari ini Randika diajak keluar lagi olehnya, Randika ingin menjauhkan diri dari akar 'pembuat dosa' baru bisa menjadi orang baik.


"Aku dengar dari sekertaris ku, model Perusahaan kalian Viola juga jadi model iklan Perusahaan Wajendra. Kalau kamu suruh aku pergi, malah nantinya jadi seperti aku mendukung dia!?" Kata Randika mengetahui maksud rencana dari Raka.


"Randika! Kamu benar - benar pintar, aku rasa melakukan apapun juga tidak bakal luput dari matamu." Kata Raka sambil tertawa karena sudah ketahuan.


"Viola bisa membuat Direktur besar Perusahaan seperti kamu datang, bukankah itu juga sudah hebat?" Randika menggelengkan kepalanya.


Raka adalah playboy yang selalu dikelilingi oleh banyak wanita, Randika tidak pernah melihat wanita yang sama bisa bertahan lama. Tapi hanya Viola yang menjadi pengecualian, mau berapapun wanita yang ada di samping Raka. Viola selalu menjadi wanita yang ada bersama pria palyboy itu.

__ADS_1


Tidak hanya itu, Raka sudah tanda tangan kontrak bersama Viola sejak sebelum Viola terkenal. Raka bahkan mengeluarkan banyak uang, untuk membuat dia tenar sampai sekarang.


Padahal Viola hanya bisa sok imut, sisanya tidak ada yang bisa dia lakukan. Dengar-dengar dari Kak Denis, Raka bisa begitu dalam menghadapi Viola karena setelah operasi plastik wanita itu sangat mirip dengan seorang perempuan. Hanya saja perempuan ini sudah pergi sekolah ke Amerika, saat SMA dan tidak ada kabar lagi sampai sekarang.


Mengenai bagaimana hubungan Raka dengan perempuan itu, Randika sendiri tidak tahu jelas. Tapi yang bisa dipastikan adalah sejak perempuan itu pergi ke Amerika, wanita di samping Raka selalu berganti. Kemudian setelah ada Viola baru keadaan membaik, tapi perilaku temannya itu masih belum berubah total.


"Sebenarnya mau pergi atau tidak?!" Tanya Raka membuyarkan pikiran Randika.


"Ayolah, hari ini aku suruh kamu pergi juga bukan cuma untuk mendukung Viola, tapi juga mempertimbangkan keperluan untuk meneliti Perusahaan Wajendra secara langsung." Kata Raka lagi.


"Proyek kerja sama dengan mereka dibilang besar juga tidak besar, kalau bukan karena kamu mau masuk pakaian militer. Aku tidak akan tertarik sama sekali pada semua ini!" Randika tetap tidak mau pergi.


Melihat Randika masih tampak keras kepala, Raka mulai kehilangan kepercayaan diri. Tiba-tiba dia mendapatkan sebuah ide, matanya langsung berbinar.


"Randika, kamu bukannya lagi merasa bersalah sama Alise. Coba kamu pikir, bagaimanapun juga Nata Wajendra anak Presdir Wajendra adalah desainer yang terkenal. Pakaian hasil desain dia pasti sangat bagus, apalagi hari ini pasti juga akan ada desainer lain disana." Usul Raka.


"Meskipun pemeran utamanya adalah Nata Wajendra, nanti kalau kamu tertarik sama desain yang mana. Kamu bisa suruh mereka buatkan untuk Alise, dia pasti akan senang!" Kata Raka masih terus membujuknya.


Mendengar perkataan Raka, Randika langsung teringat desainer yang mendesain pakaian Alise memang hanya beberapa dan itu saja.


Kalau memang bisa coba ganti gaya baru, mungkin benar-benar bisa membuat Alise merasa senang. Berpikir sampai kesitu, Randika pun akhirnya tertarik untuk ikut pergi ke pameran.


"Baiklah, aku pergi. Aku harap bisa bertemu desainer bagus di sana." Ucap Randika.

__ADS_1


"Pasti akan sesuai yang kamu harapkan." Kata Raka menjadi semangat dan menepuk dada.


^Bersambung^


__ADS_2