Mantan Kekasih Ku Istri Kedua Ku.

Mantan Kekasih Ku Istri Kedua Ku.
Aku tidak ingin mengingat nya lagi.


__ADS_3

Usai makan siang, Raisa pun sudah berada di dalam ruangan nya, Setelah beberapa menit kemudian telpon di meja kerja nya berdering.


Dia pun langsung mengangkatnya."ya hallo tuan."


"bisa keruangan ku sebentar."


"baiklah."Dia pun langsung menuju ruangan Wardana dan ternyata di sana bukan hanya dia, melainkan juga ada Boy dan Tania.


Dia pun ikur berdiri."apa yang bisa saya bantu tuan?"


"besok pagi aku akan kembali ke jakarta, karena anak ku sedang sakit, jadi aku minta pada kalian untuk tetap bekerja seperti biasa, terutama untuk kau nona Raisa."


Raisa pun mengangguk."baik tuan, saya pasti akan selalu mengerjakan pekerjaan nya dengan teliti dan benar."jawabnya tegas.


"dan kau Boy, kau juga bisa membantu nona Raisa, karena aku juga punya perusahaan di sana, dan tidak bisa ku pastikan kapan aku akan ke sini lagi."


"baik tuan."


"hm...itu saja yang ingin saya sampaikan, terima kasih waktunya."


"baik tuan, kami permisi."


"nona Raisa saya minta kamu tinggal di sini dulu sebentar, ada yang ingin saya tanyakan."

__ADS_1


Setelah yang lain keluar, kini tinggal mereka berdua yang di dalam ruangan."boleh aku minta nomor whatsapp nya?"


Raisa pun mengangguk dan menulis nomor whatsapp nya di kertas."ini tuan, apa ada lagi yang ingin anda tanyakan?"


"iya, apa tidak ada yang marah kalau nomor ponsel mu kau berikan pada ku?"


"tidak ada tuan."jawabnya.


"apa kau masih menyimpan kalung itu?"pertanyaan Wardana sontak membuat Raisa terkejut.


"ma-maksud anda?" lehernya bergerak menelan air liur nya.


"tidak ada, lupakan saja, sekarang kau boleh kembali ke ruangan mu."


Karena tidak ingin terlalu berharap bahwa kalung yang masih di simpan Raisa adalah kalung yang dulu pernah dia berikan.


Sementara Raisa duduk dengan kedua tangan yang menyangga kepalanya."heh apa yang kau lakukan Raisa, dia sudah punya istri dan keluarga, kenapa kau masih menyimpan kalung itu."ucap nya sendiri di dalam ruangan nya.


Dia pun keluar dari ruangan nya dan mendekati Tania."Tania, kau buang saja kalung itu."


"kenapa, kalung sebagus ini sayang kalau di buang."


"kalau kau mau ambil saja."

__ADS_1


Tania lalu berdiri mendekati Raisa yang terlihat sedih."kau kenapa, apa kau sudah bertemu dengan orang yang memberi mu kalung ini?"


"tidak, aku hanya tidak ingin mengingat nya lagi."


"oo...ya sudah."


Dia pun kembali lagi keruangan nya. Sementara Tania keluar mencari seseorang.


Dia pun mendekati OB yang yang sedang menyapu di depan pintu ruangan tuan Wardana."hei kau mau ini?"


Opis boy itu pun terkejut melihat sebuah kalung yang ingin di berikan pada nya, namun saat dia ingin mengambilnya dari tangan Tania, tiba tiba Wardana menarik kalung itu dengan cepat.


"biar aku yang meminta kalungnya."


Tania sangat terkejut dengan ucapan bosnya."ta-tapi tuan, itu barang bekas."


"bekas siapa?"


"nona Raisa yang meminta saya untuk membuang kalung itu, katanya dia tidak ingin mengingat seseorang yang memberi nya kalung itu."


Wardana tersenyum paksa mendengar ucapan Tania."e...kalungnya biar untuk ku, siapa tau berguna."ucap nya sambil melangkah masuk ke dalam ruangan nya.


Dia pun duduk dengan memandangi kalung itu. Sesekali

__ADS_1


__ADS_2