Mantan Kekasih Ku Istri Kedua Ku.

Mantan Kekasih Ku Istri Kedua Ku.
kerumah orang tua Inggrid


__ADS_3

Hampir dua jam mereka berdua saling bertukar saliva di dalam mobil, dengan pelan Wardana melepaskan pagutannya dan menatap wajah kekasihnya.


Dengan mata sayup sayup Raisa perlahan membuka matanya. Mereka berdua pun saling menatap dan tersenyum."Sudah malam, kamu pulang saja."


Wardana tersenyum tanpa mendengarkan ucapan kekasihnya."rasanya masih sama, seperti terakhir kita melakukan nya."ucap Wardana sambil mengusap ujung bibir Raisa yang terlihat basah karena ulahnya.


Wajah Raisa berubah menjadi merah mendengar ucapan dari Wardana."em...sayang aku keluar dulu ya, kamu hati hati."


"iya, kamu juga hati hati ya."


"iya, sampai jumpa lagi."


Setelah Raisa menghilang dari pandangan mata nya, Wardana pun kembali melajukan mobilnya menuju rumah nyonya Intan.


Setelah sampai di rumah, Wardana pun menjatuhkan tubuhnya dikasur sambil menyentuh bibir nya dengan tersenyum."aku tidak akan pernah membiarkan kamu jauh dari ku sayang."ucapnya.

__ADS_1


Sama halnya dengan Raisa, dia tampak tersenyum sendiri sambil menyentuh bibir nya."aku berjanji pada diri ku sendiri, apa yang di katakan orang tentang mu,aku tetap tidak akan pernah meninggalkan mu lagi."


Dengan perlahan Raisa pun mulai memejamkan mata nya karena merasa lelah dan mengantuk.


*


Satu minggu kemudian.


Wardana yang sudah tiga hari berada di jakarta, karena juga harus membagi waktu untuk mengurus perusahaan nya sendiri.


Sepulang dari kantor, dia pun meminta istrinya untuk ikut bersamanya menemui mertuanya."untuk apa kau meminta ku ikut menemui papa dan mama?"


Wajah Ingrid berubah cemas ketika mendengar ucapan suaminya."a-apa yang akan kau katakan, aku sudah tidak melakukan perselingkuhan lagi seperti yang kau minta, lalu untuk apa kau memberi tahu papa dan mama.?"


Seketika Wardana menghentikan mobilnya dengan tiba tiba karena mendengar ucapan istrinya."dengar Ingrid, sebentar lagi aku akan menikah lagi, jadi aku tidak mau orang tua mu terkejut mendengar itu nanti, jadi apa pun yang akan ku katakan pada orang tua mu, kau hanya perlu mendengarkan, bukan memprotes, paham."tekan Wardana pada istrinya.

__ADS_1


Ingrid mendengus kesal mendengar ucapan suaminya yang terdengar menekan.Namun bukan berarti dia diam saja ketika dia disalahkan.


Sesampainya di rumah orang tua Ingrid, Wardana dan Ingrid pun berjalan beriringan memasuki ruang tengah, dimana tuan Bima sedang bersantai.


"selamat sore pa."sapa Wardana pada tuan Bima.


"hai !kalian kenapa tidak memberi kabar dulu kalau kesini?"


"aku tidak akan lama disini pa, hanya saja ada yang ingin ku sampaikan."Wardana pun duduk berhadapan dengan tuan Bima.


"apa yang ingin kau sampaikan?katakan saja."ujar tuan Bima.


Wardana sedikit menarik nafasnya untuk menetralkan fikirannya."kedatangan ku kesini, hanya ingin memberitahu tentang rencana pernikahan ku yang akan di laksanakan secepatnya."


Tuan Bima tertegun mendengar ucapan menantu kesayangan nya."a-ap yang kau katakan, kenapa tiba tiba kau ingin menikahi lagi, apa kau tidak bisa mencintai putriku sama sekali Wardana?"ucap tuan Bima.

__ADS_1


"cinta itu akan datang dengan sendirinya jika putri papa melakukan kewajaban nya sebagai seorang istri yang benar, tapi nyata sampai, dia tidak pernah seperti itu, dia hanya asyik dengan urusannya sendiri."ucap Wardana.


jangan lupa like and komentarnya.


__ADS_2