
Ketika Wardana membanting ponselnya ke atas tempat tidur, nyonya Laura ternyata berdiri dan menyaksikan sendiri kemarahan putranya.
"apa kalian selalu menjalani hidup seperti itu?"
Wardana pun menoleh ke arah ibunya."e...aku hanya kesal pada nya ma, yang ada dalam fikiran nya hanyalah uang."
"maafkan mama karena sudah menikahkan mu dengan perempuan yang salah."
Wardana pun meraih tangan ibunya."mama tidak perlu minta maaf, aku punya anak ku, yang selalu membuat ku bersemangat."
"jika kau merasa sudah lelah dengan rumah tangga mu yang seperti itu, kau boleh memilih kebahagiaan mu sendiri nak."
"aku tidak ingin memikirkan tentang kebahagiaan ku ma, aku hanya ingin membahagiakan mama dan juga Putri."
Setelah ibu dan anak itu berbicara, Wardana pun mengistirahatkan fikirannya dengan memejamkan mata nya dan tertidur pulas.
*
Ke esokan pagi nya.
Raisa buru buru memasuki lift dan ternyata di dalam lift hanya ada dia dan Wardana yang juga baru sampai.
__ADS_1
Raisa membuang wajah nya ke arah lain dan entah kenapa tiba tiba lift nya terhenti di tengah.
Raisa pun gugup dan mencari tempat untuk berpegang. Dia pun memilih duduk dengan wajah yang sangat ketakutan.
Wardana yang melihat Raisa sangat ketakutan lalu mendekati nya."tenang lah, mungkin ada perbaikan sebentar, kau pegang tangan ku sekarang."
Raisa pun dengan cepat berpegang pada tangan Wardana, namun liftnya seakan mau jatuh yang mengakibatkan Raisa berteriak ketakutan dan secara tidak sadar langsung memeluk Wardana.
Wardana pun perlahan membalas pelukan dari Raisa.
Hati ini terasa lebih tenang saat kau peluk,
seandainya kau tidak menolak ku saat itu,
Raisa yang sudah menyadari bahwa mereka berdua saling berpelukan, akhirnya melepaskan pelukannya."ma-maaf, aku tidak sengaja."
Wardana pun mengangguk dan memundurkan tubuhnya. Lift pun kembali normal dan Wardana menekan nomor lantai ruangannya.
Pintu lift terbuka dan saat mereka berdua ingin keluar dari lift, tiba tiba kaki Raisa tersandung dan Wardana menangkap tubuh Raisa.
Mereka pun saling menatap cukup lama. Wardana menatap wajah mantan kekasihnya itu.
__ADS_1
ini bibir yang dulu pernah ku kecup.
Raisa pun mendorong tubuh Wardana yang membuat dia tersadar."e...h..maaf saya permisi dulu."
Raisa pun melangkah menuju ruangan nya, dia tersenyum mengingat kejadian tadi saat mereka berdua saling menatap.
Tapi baginya Wardana hanya lah masa lalu nya, dan tidak mungkin mereka berdua bersatu kembali karena dia sudah beristri.
Saat Raisa menyandarkan kepalanya di kursi sambil mengelus elus dadanya yang masih terdengar gugup, dia pun baru menyadari bahwa inisial nama kalung tidak ada.
Dia pun langsung keluar menuju lift, dimana tadi dia terjatuh di depan pintu lift. Raisa berjongkok mencari cari dimana inisial itu.
Dia merasa sudah lelah dan putus asa mencarinya hingga Boy yang melihat dia seperti mencari sesuatu pun lalu mendekati nya.
"kau mencari apa?"
"aku sedang mencari inisial nama kalung ku, sepertinya tadi tercecer di sini saat tadi kaki ku tersandung."
"inisial nama kalung, apa ini yang kau cari?"
Raisa pun langsung mengambilnya dan tersenyum."hah iya, terima kasih Boy, baiklah kalau begitu aku permisi dulu."
__ADS_1
Boy pun mengangguk dan dia pun berjalan menuju ruangan Wardana.
like komentarnya.