
Raisa mendesah karena Wardana mencium lehernya."sayang jangan, nanti ada yang melihat kita."
"a-apa,tadi kau memanggil ku sayang?"
"i..h memangnya kenapa kalau aku memanggil mu sayang?"
"aku senang."sambil merapikan rambut Wardana kembali bertanya."kapan kita ke Bandung?"
"setelah aku dapat cuti."ucap Raisa dengan mengalungkan kedua tangannya ke leher Wardana.
Sedangkan kedua tangan Wardana berada di pinggang Raisa."kau lupa siapa bosnya sekarang? untuk apa harus menunggu cuti?"
"ish kau ini, sebelum kau yang jadi bosku, aku adalah salah satu karyawan yang sangat disiplin, aku tidak akan mengambil cuti kalau tidak perlu."
"itu lah bagaimana enaknya menjadi istri bick bos, kau bisa mengambil cuti kapan pun."ucap Wardana dengan menyentil hidung Raisa.
Ditengah perbincangan mesra mereka, Tania yang tidak tau kalau Wardana dan Raisa sedang bermesraan pun membuka pintu ruangan nya."selamat pagi menjelang siang ibu can...tik."ucapan nya terhenti saat melihat dua insan yang sedang bermesraan.
Sementara Wardana dan Raisa dengan cepat melepaskan pelukannya."e..ma-masuk lah Tania."
"sayang aku keluar dulu, nanti kita pulang bersama."
"hm.., Tania maaf tadi tidak seperti yang kau fikirkan."
Tania pun tersenyum."aku juga sudah tau dari Boy, kalau kalian berdua adalah mantan pasangan kekasih kan?"
__ADS_1
"e hehehe...ya aku juga tidak menyangka kalau kami berdua bertemu lagi dengan perasaan yang tidak pernah hilang."
"huuuf cerita kalian berdua sangat menarik, aku jadi terharu mendengarnya."
"ya sudah kalau begitu aku akan kembali melanjutkan pekerjaan ku dulu."
"iya aku keluar dulu, selamat bekerja."
Setelah jam makan siang, Raisa melewatkan waktu makan siang nya, karena harus cepat menyelesaikan pekerjaannya, begitupun dengan Wardana.
Dia pun juga sedang sibuk dengan memeriksa beberapa map yang ada di mejanya. Dia mengangkat wajahnya ke atas dan memejamkan mata nya sejenak.
"huuuf..."karena merasa bosan, dia pun menyambungkan telponnya ke ruangan Raisa.
"sayang, aku perlu bantuan mu."
Raisa merasa bingung dengan ucapan dari kekasihnya."em...bantuan apa?"
"aku tidak bisa menjelaskannya lewat telepon sayang."
"ya sudah."
Raisa pun melangkah menuju ruangan Wardana dan langsung masuk. Sementara Wardana langsung berjalan mendekati nya.
"kamu perlu bantuan apa?"
__ADS_1
Wardana tersenyum mendengar pertanyaan dari Raisa dengan sambil menarik tangan Raisa untuk mengikutinya.
Dia pun membawa Raisa untuk duduk di pangkuan nya."eh sayang kenapa kau dudukkan aku di pangkuan mu, aku tidak enak kalau ada yang melihat kita."
"tidak ada yang akan melihat kita sayang."
Wajah Raisa berubah menjadi merah karena wajah mereka berdua sangat dekat dan Wardana berbicara dengan setengah berbisik.
Raisa pun berusaha untuk berdiri, namun tenaga laki laki tentu saja mudah untuk menahan tenaga perempuan."War, kau mau apa?"
Wardana menyentuh bibir Raisa dengan satu jari telunjuk nya."aku sangat merindukan bibir mu ini."
"kau mencintaiku?"
"tentu saja aku sangat mencintai mu, apa kau masih meragukan cinta ku?"
"aku mau kamu mencintai ku bukan karena nafsu, dulu kita memang sering melakukan nya."
"aku mengerti." Wardana pun memundurkan wajah nya dan mengecup kening Raisa."cup, aku mencintaimu."
Raisa pun tersenyum."aku juga sangat mencintaimu."
like and komentar nya ya guysss.
sorry atas kekurangannya.
__ADS_1