Mantan Kekasih Ku Istri Kedua Ku.

Mantan Kekasih Ku Istri Kedua Ku.
Perempuan yang sudah membuat luka di hatinya.


__ADS_3

Setelah selesai menidurkan Putri, Wardana pun masuk keruang kerja nya dan kembali menghadap laptop nya.


Ingrid yang baru saja selesai mandi, dia pun segera berbaring di tempat tidur. Sementara Wardana yang sudah selesai dengan pekerjaannya lalu masuk kedalam kamar.


Dia pun menggelengkan kepala nya melihat istrinya yang sudah tertidur pulas dengan posisi tengkurap.


Benar benar bukan seorang istri yang sempurna untuk nya, Mereka berdua pun menjalani hidup masing masing dan tidak pernah mengurus hidup satu sama lain.


Kini tiba lah hari dimana dia akan berangkat ke surabaya."sayang, daddy berangkat dulu ya."


"iya dad, tapi janji daddy tidak akan lama di sana."


"secepatnya daddy pasti pulang."


"mas, jangan lupa transferan nya."ucap Ingrid pada Wardana yang di balas dengan tatapan sinis dari Wardana.

__ADS_1


Dia pun sudah berada di dalam jet pribadi milik nya dan sudah siap untuk berangkat ke surabaya guna menggantikan sang ayah yang sudah beberapa bulan menghadap sang khalik.


Wardana melangkah keluar dari jetnya dan masuk kedalam mobil. Dia pun langsung menyuruh supir untuk menuju kantor sang ayah.


Dia yang sudah di sambut oleh karyawan nya, lalu masuk ke dalam kantor dan memperkenalkan diri nya.


Saat itu, Raisa yang menjabat sebagai sekertaris dari mendiang ayahnya sedang izin tidak masuk karena sedang ada acara keluarga.


"dimana sekertaris almarhum papa saya?"


"dia sedang izin tuan muda."


Dia hanya menunjukkan sikap hangat hanya pada putrinya. Dia pun kini sudah berada di ruangan mendiang sang ayah, dan melihat lihat berkas berkas yang ada di atas meja kerjanya.


Dia pun membuka satu persatu map yang tersusun di sana, hingga matanya tertuju pada satu map berwarna hijau.

__ADS_1


Perlahan dia membukanya dan dia sangat terkejut ketika melihat isi di dalam map itu.


Di dalam map itu tertulis nama yang sangat dia kenal lengkap dan fotonya."Raisa." detak jantungnya berdegup kencang saat melihat foto perempuan yang sudah membuat luka di hatinya.


Perlahan dia membaca identitasnya."janda, berarti dia sudah pernah menikah, heh untuk apa aku memperdulikan nya."dengus Wardana dengan menunjukkan wajah kesal.


Dia pun langsung menutup map milik Raisa dan tidak perduli pekerjaan apa yang di pegang Raisa di kantor ayahnya.


Dia pun memutuskan untuk pulang ke rumah ibunya, dan sesampainya di rumah, ibunya menyambutnya dengan penuh kasih sayang."selamat datang sayang, kenapa Ingrid dan Putri tidak kau ajak juga?"


"Putri tidak bisa libur sekolah ma, dan Ingrid, aku malas mengajaknya, mama tau, kerjaan nya hanya poya poya, tidak pernah memikirkan tentang rumah tangga nya."ucap Wardana dengan wajah kesal.


"cobalah untuk bersikap hangat pada istri mu, siapa tau kalian berdua bisa menjalani hidup bahagia, apa kau masih mencintai Raisa hem?"


"mama jangan sebut sebut nama Raisa lagi, aku sangat membenci nya."

__ADS_1


Sang mama pun hanya bisa diam melihat putra bungsunya terlihat sangat marah ketika dia menyebut nama Raisa.


Di dalam kamar, Wardana membuka laci meja nya, yang mana tersimpan cincin pernikahan yang sudah dia siapkan untuk melamar Raisa pada.


__ADS_2