
Pukul lima sore Wardana dan Raisa sudah berada di dalam mobil."sayang, kamu mau kesalon dulu atau langsung kerumah ku?"
"kita ke apartement ku dulu, aku mau siap siap di sana saja."
"kenapa tidak ke salon dan ke butik saja?"
Raisa menarik nafas nya."tidak mau, aku akan makan malam bersama di rumah mu, dengan apa adanya."
Wardana tersenyum mendengar ucapan Raisa."ya sudah, kamu memang perempuan yang terbaik untuk ku."
"ayo cepat kita jalan."
Wardana pun segera melajukan mobilnya menuju apartement Raisa.
Setelah berada di apartement, Wardana pun duduk menunggu Raisa mandi dan bersiap siap sambil bermain ponsel.
Setelah dua jam kemudian, Raisa pun keluar dengan mengenakan gaun simple namun tetap kelihatan elegant dengan polesan make up tipis nya.
Wardana pun terpesona melihatnya tanpa berkedip."sayang kamu....i-ini benar kamu kan?"
"ish, sudah jangan berlebihan seperti itu."ucap Raisa dengan malu.
__ADS_1
"tidak, aku hanya tidak percaya dengan penampilan mu, ayo kita berangkat sekarang."
Mereka pun kini menuju kediaman nyonya Intan."kau tidak menghubungi Putri?"
"sudah, tadi malam aku video call dengan nya."
"lalu apa yang dia katakan?"
"dia bilang sangat merindukan ku, dan besok pagi aku akan kembali ke jakarta."
"oya."
"hm..sayang, sebelum kita ke Bandung untuk meminta restu pada ibumu, aku akan menyelesaikan masalah ku dengan mertua ku dulu."
"tidak, aku hanya tidak ingin mereka salah paham, dan mengira aku yang lebih dulu membuat masalah di pernikahan ku dan Ingrid."
Raisa pun mengangguk."itu lebih baik, sebenarnya aku merasa khawatir dengan rencana pernikahan kita, aku merasa belum siap menyandang status sebagai istri kedua."
"apa yang akan orang orang katakan tentang ku nanti."Raisa merasa takut dengan penilayan dari karyawan kantor tentang dirinya nanti jika setelah mereka menikah.
Wardana pun menepikan mobilnya di depan rumah, dan meraih tangan Raisa."sayang, jangan perdulikan tanggapan orang orang, yang jelas sekarang kita saling mencintai, dan kamu adalah perempuan yang paling penting dalam hidup ku."
__ADS_1
Raisa pun mengangguk di dalam pelukan Wardana, dan mereka pun melangkah masuk ke dalam rumah.
Wardana pun menyuruh Raisa duduk di ruang tengah."duduk dulu ya sayang, aku mau ke atas sebentar."
"iya."
Setelah Wardana naik ke atas, nyonya Intan pun mendekati Raisa."selamat datang di kediaman kami Raisa."sapa nyonya Intan.
Raisa pun segera berdiri dengan wajah gugup."terima kasih nyonya."jawabnya.
Nyonya Intan pun duduk."duduk lah, tidak perlu formal seperti itu, lagi pula kau akan segera menikah dengan putra ku."
Raisa pun mengangguk dengan pelan sambil duduk. Jari jari bermain karena merasa gugup.
Sementara nyonya Intan memperhatikan ke gugupan Raisa."ternyata kau lah perempuan yang selama ini Wardana cintai."
Raisa pun semakin gugup dengan fikiran yang tidak menentu. dia menunduk tanpa berani menatap wajah nyonya Intan.
Nyonya Intan pun berusaha membuat Raisa untuk bersikap santai dan dia pun meraih tangan Raisa."tante hanya menginginkan yang terbaik untuk Wardana, jika sekarang kalian berdua sudah bisa memaafkan kesalahan masing masing, tante harap kalian bisa saling percaya dan selalu menjaga hubungan kalian."
Raisa pun baru berani menatap wajah nyonya Intan.
__ADS_1
like.