
Pada pukul setengah delapan pagi, dia sudah tiba di rumah nyonya Intan sang ibunda tercinta.
Dia duduk di kursi santai yang berada di samping kolam renang. Kali ini dia tidak langsung datang ke kantor.
Nyonya Intan mendekati putranya dan ikut duduk di sebelah putranya."kau kenapa? kedatangan mu kali terlihat berbeda."
Dia pun menatap ibunya."mam, jika di izinkan, apa aku boleh menikah lagi?"
Pertanyaan itu sontak membuat nyonya Intan terkejut."ingin menikah lagi."
"iya."
"apa kau sudah sudah meminta persetujuan pada Ingrid?"
Dia pun terlihat malas melanjutkan pembicaraan nya setelah mendengar nama itu.
Lalu nyonya Intan meraih tangan nya."seorang suami, harus meminta izin dulu pada istrinya jika ingin menikah lagi, dengan catatan kau harus bisa berlaku adil pada mereka."
"sebenarnya aku ingin menceraikan nya."
"kenapa."
"karena dia sudah berselingkuh, selama aku dan putri di sini, dia sudah berani tidur di hotel bersama pria lain."
Nyonya Intan hanya bisa mendengus mendengar ucapan putranya."mama hanya ingin melihat kau bahagia, setahu mama, setelah menikah dengan Ingrid, kau tidak pernah menunjukkan sikap hangat terhadap orang sekeliling mu."
__ADS_1
"seperti yang ku inginkan mam, kebahagiaan ku hanyalah jika aku bisa menikah dengan Raisa."
"kau masih mencintai nya?"
"perpisahan kami dulu karena dia salah paham dan mempercayai kabar dari orang lain bahwa aku mengkhianati nya."
"dimana kau bertemu dengan nya, dan apa dia masih sendiri?"
"setelah dia mendengar berita pernikahan ku, orang tua nya, menjodohkan nya dengan pria yang bahkan tidak dia kenal, dan setelah tiga bulan menikah, dia minta cerai karena tidak pernah mencintai suaminya."
"kau mengunjunginya lagi ke bandung."
"apa mama tidak tau kalau Raisa sudah empat tahun bekerja di perusahaan papa."
Tapi nyonya Intan tidak pernah melihat Raisa saat dia menjalin hubungan dengan putranya, Wardana hanya bercerita tanpa menunjukkan foto Raisa.
"jadi Raisa yang kau maksud adalah sekertaris papa?"
"iya mam, apa mama setuju?"dengan tatapan penuh harapan dia menunggu jawaban dari ibunya.
"mama hanya bisa mendo'akan, semoga dia bisa membuat mu bahagia."
Wardana pun langsung memeluk ibunya."terima kasih ma."
*
__ADS_1
Pagi ini dia bersiap siap untuk berangkat ke kantor."pagi ma."sapanya.
"pagi, ayo kita sarapan dulu ya."
"iya."
Wardana terlihat sangat bahagia hari ini, berbeda dengan waktu dia belum bertemu dengan Raisa.
Wajahnya hanya datar dan tidak sesegar ini. Dan setelah selesai sarapan pagi, dia pun berpamitan untuk berangkat ke kantor."aku berangkat dulu ya ma."
"iya, hati hati ya."
Dia pun langsung melajukan mobilnya menuju kantor.
Sesampainya di kantor, dia pun langsung masuk ke dalam ruangan nya. Dia berfikir bagaimana cara nya mengatakan pada Raisa bahwa dia sudah mendapatkan restu dari ibunya.
Raisa yang kini sudah berada di ruangan nya, menerima telepon dari tuan Jeremy."ya hallo tuan."
"selamat pagi menjelang siang nona Raisa, bisa anda ke hotel sekarang."
Raisa pun bingung."emm...untuk apa ya."
"begini, saya hanya ingin membicarakan tentang kerjasama kita, kan sebentar lagi kita akan meninjaunya ke Dubai."
like and komentar nya.
__ADS_1