Mantan Kekasih Ku Istri Kedua Ku.

Mantan Kekasih Ku Istri Kedua Ku.
Kita akan makan malam bersama.


__ADS_3

"benar sayang, kau tanyakan saja pada Boy, bagaimana ekspresi wajah ku saat pertama kali datang ke kantor."


"seperti monster."


Wardana tersenyum dengan mendekatkan wajahnya."iya, monster tampan."


Sementara Raisa tersenyum membalas tatapan Wardana yang sangat dekat dengan wajah nya."kata siapa monster tampan hem?"


ucapnya sambil menggerakan alisnya.


Wardana pun merasa tergoda pada bibir kekasihnya itu. Dia memajukan bibirnya kebibir Raisa, namun Raisa menahannya dengan satu jari.


Aksinya pun terhenti dengan saling menatap, Raisa menggelengkan kepala nya."no, jangan sekarang, coba deh, kita menjalaninya dengan santai, tidak perlu dengan ciuman."


Dia pun memundurkan wajah nya dan kembali duduk di sebelah kekasihnya dengan memegang tangan Raisa."aku ingin kita cepat menikah, kapan kau siap, kalau kau sudah siap, kita akan berangkat ke Bandung untuk meminta restu pada ibumu."


"e...m kita tidak mungkin langsung berangkat ke Bandung tanpa aku bertemu dengan nyonya Intan."


"jangan memanggil mama dengan sebutan formal seperti itu."


"lalu apa?"


"baiklah, besok kita makan malam bersama dengan mama, mau kan sayang?"

__ADS_1


Raisa pun mengangguk dan tersenyum."iya, tapi aku takut, mama kamu pasti marah karena aku pernah membuat anaknya patah hati."


"tapi walaupun begitu, mama juga tidak mau melihat putranya seperti robot setiap hari."


Raisa tertawa."a hahaaa..memang nya selama lima tahun kau menjadi robot, separah itu."


Wardana menatap wajah Raisa dengan tatapan penuh arti."kau tau, aku bahkan sempat ingin mengakhiri hidup ku."


Dengan mata ber embun keduanya sama sama menatap hingga pada akhirnya Raisa memeluk tubuh Wardana."maafkan aku War."


Dia pun membalas pelukan Raisa sambil mengecup kepalanya."cup, aku sangat mencintai mu, jangan pernah meninggalkan ku lagi, dengan alasan apapun."


Raisa pun melonggarkan pelukannya dan menatap wajah Wardana tersenyum. Wardana pun mengusap air mata yang keluar dari ujung mata Raisa."jangan menangis, aku tidak mau melihat mu menangis."


Waktu pun menunjukkan pukul tiga sore."sayang, aku pulang dulu ya, ingat jangan sembarangan membuka pintu, aku takut sesuatu terjadi lagi pada mu."


"iya, aku pasti akan lebih hati hati, kau juga hati hati."


Wardana pun mengecup kening Raisa."cup, aku pulang dulu."


"hm.."


Setelah meninggalkan apartement Raisa, Wardana pun menuju tempat Jeremy Link Hau di sekap Boy.

__ADS_1


Dia pun langsung masuk kedalam ruangan dimana Jeremy di kurung. Dia mendekati Jeremy yang sedang di ikat."bagaimana hem, enak tangan di ikat seperti ini?"


"tuan tolong lepaskan saya."


"heh, tidak semudah itu, kau sudah berani ingin menodai wanita yang ku cintai."


"maaf tuan, saya tidak tau kalau nona Raisa adalah kekasih anda."dengan wajah yang lebam dia semakin ketakutan dengan Wardana.


"aku tidak akan mengampuni orang yang sudah berani menyentuh Raisa."dengan wajah penuh amarah Wardana menatap Jeremy dengan tatapan mematikan.


"tolong jangan apa kan saya tuan, bagaimana nasib istri dan anak saya."


"harusnya kau fikirkan itu sebelum ingin menjebaknya, aku akan pastikan perusahaan mu akan hancur setelah ini."


"aku berjanji tidak akan mengulangi nya lagi tuan."


"apa yang bisa ku pegang untuk percaya dengan janji mu."


"kau boleh melakukan apa saja kalau sampai saya mengulanginya."


Wardana pun punya ide bagus."Boy, siapkan camera rekam.


like komentarnya.

__ADS_1


__ADS_2