
Sudah satu bulan Wardana tidak datang lagi ke surabaya. Dia hanya bertanya tentang pekerjaan pun juga lewat Boy.
Saat ini Raisa sedang berada di ruangan nya dan kembali beraktivitas. Lalu Boy pun masuk ke dalam ruangan nya."selamat siang menjelang sore nona Raisa."
"kau ini, jangan menyebut ku seperti itu."
"bos Bryan menyampaikan bahwa dia satu minggu lagi akan ke sini, tapi cuma satu hari."
"oo..."dengan wajah yang sulit di artikan Raisa menjawabnya.
"kau kenapa Rai?"
"ee..tidak apa apa, aku masih banyak pekerjaan, jadi...aku harus menyelesaikan nya dulu."
"baiklah kalau begitu aku permisi dulu."
"hm.."
*
Sementara di jakarta.
Wardana menyandarkan kepalanya di kursi sambil memejamkan mata nya untuk mengistirahatkan pikiran nya.
Pintu ruangannya di ketuk dari luar."masuk."
Excel menyerahkan foto foto mesra istrinya dengan pria lain di hotel."ini tuan, nyonya Ingrid sudah dua kali membawa pria itu kehotel selama tuan di surabaya."
__ADS_1
Wardana tersenyum paksa mendengar ucapan asisten pribadi nya."heh, sebentar lagi aku pasti akan menggugat cerai mu Ingrid."
"oya tuan, sepuluh menit lagi kita ada meeting."
"oke."
Setelah selesai meeting, dia pun kembali masuk keruangan nya dan menatap ponselnya.
Awalnya dia ingin menghubungi Raisa, tapi niatnya dia urungkan.
Kini dia sudah berada di rumah dan melihat istrinya yang sedang duduk di sofa samping tempat tidur.
Ingrid tersentak saat Wardana melempar amplop coklat yang berisi foto fotonya."kalau kau sudah bosan menjadi istri ku, bilang."
Ingrid pun membuka amplop coklat itu, dan matanya membulat melihat foto foto dirinya dengan selingkuhan nya."i-ini teman ku, kau jangan salah paham dulu."
Ingrid bersimpuh di kakai Wardana."aku mohon jangan ceraikan aku mas, aku janji tidak akan mengulanginya lagi."
"kalau kau tidak mau di ceraikan, kau haeus siap siap, karena aku akan menikah lagi, dengan atau tanpa persetujuan dari mu."
"aku rela di madu mas, asalkan kita tidak bercerai."
"baik, ku pegang kata kata mu."dia pun keluar dari kamarnya dan memilih untuk tidur bersama putrinya.
Esok paginya.
Wardana pun kembali berangkat ke kantor setelah mengantarkan putrinya kesekolah.
__ADS_1
Dia melanjutkan aktivitas nya di depan laptop.
Setelah beberapa menit kemudian dia pun memanggil Excel untuk datang ke ruangannya."anda memanggil saya tuan?"
"iya, besok pagi aku akan ke surabaya, jadi tolong hendel dulu pekerjaan ku."
"baik tuan, apa anda tidak memberikan saya peribtah untuk mengintrogasi pria selingkuhan nyonya Ingrid tuan?"
"tidak perlu, aku tidak mau membuang waktu ku dengan urusan yang tidak penting."
"baiklah kalau begitu saya permisi dulu tuan."
"iya silahkan."
Tepat pukul sepuluh malam, dia baru saja tiba di rumah, dia pun masuk ke dalam kamar putrinya setelah selesai mandi.
Dan ke esokan pagi nya.
Dia pun bersiap siap untuk berangkat ke surabaya, namun sebelum berangkat, dia pun menemani putrinya sarapan pagi terlebih dahulu.
"daddy jangan lama lama ya."
"iya sayang, daddy tidak akan lama, Putri jaga kesehatan ya."
"iya daddy juga, oya dad, titip salam buat tante cantik."
Ingrid pun merasa penasaran dengan yang namanya tante cantik. "siapa tante cantik?"
__ADS_1