Mantan Kekasih Ku Istri Kedua Ku.

Mantan Kekasih Ku Istri Kedua Ku.
Semuanya belum terlambat.


__ADS_3

Tiba tiba cuaca malam menjadi mendung dan tiba tiba juga petir terdengar dan Raisa pun spontan memeluk pinggang mantan kekasihnya itu.


"aah..War, ini mau hujan."


"iya iya sebentar aku bayar dulu, bang ini uang nya."


"kembalinya tuan?"


"buat abang saja, ayo kita ke mobil."sambil merangkul tubuh Raisa yang memeluk pinggang nya dengan erat, mereka berjalan menuju mobilnya.


Wardana pun langsung melajukan mobilnya menuju apartement milik Raisa di tengah hujan deras.


Sesampainya di depan kawasan apartement, Raisa pun ingin membuka pintu mobil."kau mau kemana?"


"ya aku mau turun lah."


"ini masih hujan deras, bagaimana caranya kau membawa belanjaan mu, dan kau juga tidak membawa payung kan."


"lalu aku harus menunggu hujan berhenti?"


"hemm.."


Sambil menunggu hujannya berhenti, dia menyandarkan kepalanya di kursi sambil memeluk dua tangan nya karena merasa dingin.


Wardana pun melepaskan jaketnya."ini jaket untuk mu."


"tidak."

__ADS_1


"Rai, aku tidak mau kalau kau sampai sakit."


"tidak perlu, aku tidak mau nanti istri mu salah paham."


Dia pun mengambil jaketnya kembali. di tengah hujan deras, petir pun kembali terdengar."aah...kenapa hujannya belum juga berhenti."


"kalau kau takut dengan petir, kau bisa memeluk ku."


"tidak."


Suasana di dalam mobil pun menjadi canggung, dan Wardana sudah tidak tahan dengan diamnya di antara mereka.


"apa kau masih menyimpan kebencian pada ku?"


"tidak, aku sudah tau kebenaran nya."


"aku mendengar kabar pernikahan mu, dan di saat yang sama, orang tua ku juga menikahkan ku dengan seseorang yang sama sekali tidak ku cintai bahkan aku tidak mengenalnya.


Mereka berdua pun saling menatap."anggap saja ini adalah takdir kita."ucap Raisa.


"tidak, aku tidak bisa menerima semua ini adalah takdir."ucap Wardana dengan menatap mata Raisa.


"lalu apa yang bisa kita lakukan selain menerima semua ini adalah takdir?"


Dia pun meraih tangan Raisa."semuanya belum terlambat."


Raisa merasa bingung dengan ucapan Wardana."apa maksudmu?"

__ADS_1


"aku masih mencintai mu."


"tidak, sudah tidak bisa War, aku tidak mau merenggut kebahagiaan istri dan anak mu, kau sudah berkeluarga."


"tapi aku tidak bahagia."


"Putri adalah kebahagiaan mu, aku tidak mau menjadi penyebab kehancuran rumah tangga mu."


"mungkin benar putri adalah kebahagiaan ku, tapi aku sedikitpun tidak pernah mencintai istri ku."


Raisa pun terkejut mendengar ucapan Wardana."hujan nya sudah berhenti, aku permisi dulu, dan ku harap kau tidak membahas tentang masalalu kita lagi."


Raisa pun keluar dari mobil Wardana di tengah hujan yang masih deras. Karena tidak ingin terlalu lama dan Wardana semakin menyangkal masa lalu mereka, akhirnya Raisa memilih untuk keluar walaupun hujannyamasih deras.


Dia menangisketika sudah berada di dalam apartement."maafkan aku, aku memang masih mencintai mu, tapi semuanya sudah terlambat."


Sementara Wardana masih terdiam di depan kawasan apartement sambil menangis.


*


Ke esokan pagi nya.


Raisa membatalkan janjinya yang ingin fitness bersama Viona."Vio maaf, aku tidak bisa fitness sekarang, minggu depan saja ya."


"yaah..padahal gue sudah janjian sama Ayu dan Fitri, mau fitness bareng lo."


"yaa mau bagaimana, kalau di paksakan, aku takut tidak bisa berangkat kekantor besoknya."

__ADS_1


like and komentar nya.


__ADS_2