
Boy pun mulai membuka laptop nya dan duduk di sofa ruangan tuannya."sepertinya tadi kau terlihat sedang membantu Raisa, memang dia sedang apa?"
"dia sedang mencari inisial nama kalung, dan saya tidak sengaja menemukannya di depan pintu lift."
"oya."
"sepertinya inisial nama kalung itu sangat berarti bagi nya, bisa jadi kenang kenangan dari mantan pacarnya."ucap Boy dengan tanpa mengalihkan pandangan nya dari layar laptop nya.
Wardana pun berfikir sejenak."inisial nama kalung, apakah itu kalung yang dulu pernah kuberikan padamu,WR."
Setelah setengah hari berkutat dengan leptopnya dan pekerjaan nya, Raisa dan Tania pun sudah berada di restoran bawah untuk makan siang.
Para karyawan yang juga ada di sana memandang ke arah Raisa dengan tatapan sinis sehingga membuat nya jengah."Tan mereka kenapa melihat ku seperti itu?"
Tania pun juga bingung dengan tatapan para karyawan pada Rsisa, hingga membuat nya tidak tahan dan lalu bertanya."hei kau, kenapa melihat ibu Raisa seperti itu?"
Salah satu karyawan pun mendekati mereka."aku tidak pernah menyangka, bahwa ibu Raisa memanfaatkan kecantikan dan keindahan tubuhnya hanya untuk merayu CEO baru di sini."ucap salah satu karyawan.
__ADS_1
Karena merasa dirinya di sebut, dia pun berdiri."apa maksudmu, siapa yang merayu CEO?"
Lalu karyawan itu menyodorkan ponselnya kepada Raisa yang menampilkan foto foto dirinya berpelukan di dalam lift tadi pagi bersama Wardana.
"i-ini tidak seperti yang kalian fikirkan, tadi pagi lift nya rusak."
"kalau lift nya rusak kau juga tidak perlu memeluk atasan mu kan."
Di tengah perdebatan mereka, Wardana pun mendekati mereka yang sedang berseteru."ada keributan apa di sini?"
Raisa pun menoleh ke arah Wardana."tuan mungkin bisa menjelaskan pada mereka, kalau tadi pagi lift nya rusak kan, dan saya tidak sengaja memeluk anda."
"tapi tuan belum menjelaskan pada mereka."
"sudah, lebih baik kau lanjutkan makan siang mu, tidak perlu memikirkan omongan yang tidak jelas."ucap Wardana sambil melangkah menuju meja yang tidak jauh dari meja Raisa.
"memangnya foto itu benar Rai?"tanya Tania.
__ADS_1
"tadi pagi lift nya rusak, di dalam lift hanya ada aku dan tuan Wardana, aku sangat takut dan tidak sengaja memeluk nya."
"waaah kau menang banyak, kapan lagi bisa memeluk seorang CEO, iya kan.!"seru Tania.
"kau gila Tania, kalau lift nya tidak rusak aku juga tidak akan memeluk nya."dengan kesal Raisa menjawab ucapan temannya itu.
"lalu apa inisial nama kalung mu sudah kau temukan?"
"iya, Boy yang menemukan kan nya, tadinya aku sempat putus asa karena tidak ketemu."
"sepenting apa sih inisial hurup kalungnya, heeem aku jadi penasaran bagaimana bentuk nya, bisa ku lihat?"
"kalung putus, seperti hubungan kami, mungkin kalungnya bisa di perbaiki, tapi tidak dengan hubungannya."dengan lirih Raisa bercerita sambil melamun.
Pendengaran yang di pasang Wardana terdengar jelas bahwa Raisa bercerita tentang seseorang, tapi dia tidak tau dengan siapa.
"paman ku bisa memperbaiki nya."
__ADS_1
Raisa pun menoleh ke arah Tania."benarkah, kalau begitu ini kau berikan pada paman mu, nanti akan kubayar berapa pun oke.