Mantan Kekasih Ku Istri Kedua Ku.

Mantan Kekasih Ku Istri Kedua Ku.
Dunia ini sangat sempit.


__ADS_3

Dengan sejuta pesona nya, Wardana melangkah menuju ruangan dengan di ikuti Boy dan Raisa di belakang nya.


Mau tidak mau Raisa pun juga harus selalu ikut kemana pun Wardana menghadiri meeting karena dia adalah seorang sekertaris.


Dengan profesional Raisa menjelaskan tentang kualitas produk perusahaan milik Byan corp, dia pun mempersilahkan Wardana untuk melanjutkan cara kinerja perusahaan nya.


"baik sekian dari saya, dan silahkan kepada tuan Wardana."


Dengan karisma dan penuh wibawa, dia memimpin meeting siang ini, sementara Raisa gagal fokus karena melihat gaya bicara Wardana yang terkesan maco.


Sejenak dia pun berusaha untuk fokus dan mengesampingkan masalah pribadi nya dengan mantan kekasihnya itu.


Meeting siang ini pun selesai. Salah satu kolega yang menghadiri meeting tersenyum menatap Raisa."senang bisa bekerja sama dengan perusahaan anda tuan Wardana."


"iya, saya ucapkan terima kasih."


"hai nona Raisa, saya Jeremy, lain kali bisa kita makan siang berdua."tawar client nya.


Raisa menggaruk lehernya yang tidak gatal karena merasa tidak enak dengan Wardana. Sementara Wardana langsung meninggalkan ruangan itu dengan wajah datar.


"e...maaf tuan, saya masih banyak pekerjaan."

__ADS_1


Di dalam ruangan Wardana pun kembali melanjutkan aktivitas nya, dan Boy pun juga kembali ke ruangan nya.


Pada pukul dua belas siang, Raisa dan Tania sudah berada di restoran bawah. Sementara Boy dan Wardana juga memasuki restoran bawah.


Boy pun ikut duduk di meja yang sama dengan Raisa dan Tania."kita ikut bergabung bersama mereka saja tuan ayo."


Raisa pun terkejut melihat mereka ikut duduk di meja yang sama dengan mereka."hai Rai, boleh aku dan tuan muda bergabung dengan kalian?"


"duduk saja, ini juga bukan perusahaan ku."jawab Raisa dengan ketus.


"kau kenapa jutek sekali, Tania ada apa dengan teman mu yang satu ini?"


Sementara Tania sangat gugup karena merasa grogi ketika makan siang dengan satu meja bersama atasannya.


Raisa memilih untuk kembali ke ruangan nya terlebih dahulu."maaf saya duluan."ucap Raisa dengan berlalu begitu saja.


Setelah selesai makan siang, Wardana pun masuk keruangan nya dengan di ikuti oleh Boy.


Dia pun menyandarkan kepalanya di kursi."huuh ternyata dunia ini sangat sempit."


Boy terheran mendengar ucapan bosnya."apa nya yang sempit tuan, apa anda mau memperbesar ruangannya?"

__ADS_1


"apa yang kau bicarakan, jam tujuh malam nanti apa biasanya Raisa juga ikut meeting?"


"iya tuan, karena mendiang tuan Joshua Byan sangat mengandalkan kemampuan Raisa, jadi kemana pun beliau pergi untuk meeting dia juga harus ikut."


Wardana mendengus kesal mendengar ucapan ajudannya."jangan bilang tuan menyukainya."


"heh, ambil saja kalau kau mau, dia juga sudah bekas ku."


"a-apa tuan, bekas siapa?"


"tidak ada, maksud ku, dia sudah janda, berarti dia bekas mantan suaminya."


"tuan yakin sama sekali tidak tertarik dengan nya?"


"ambil saja kalau kau mau, dia bukan tipe ku."ucap Wardana dengan wajah datar.


"kalau dianya mau, saya mungkin sudah menikahi nya tuan."


"kenapa?"


"tuan tau, banyak sekali client tuan Joshua yang menginginkan Raisa."

__ADS_1


"lalu? aku juga harus tertarik padanya?"


__ADS_2