
Flesbak Lima tahun lalu.
Raisa dan Wardana yang sedang duduk di atas pasir putih dengan posisi berhadapan."kau tahu kenapa aku rela jauh jauh datang ke sini?"
"tidak."
"Raisa, aku menyukai mu."
Raisa tersenyum mendengar ucapan Wardana."aku juga menyukai mu."
"benarkah, kalau begitu, pasir ini, pantai ini adalah saksi bisu di mulainya kisah cinta kita."
Riasa pun tersenyum bahagia, setelah panjang lebar berbincang sambil tertawa, Wardana menatap mata Raisa dengan lekat.
Perlahan dia mendekatkan wajahnya ke arah wajah Raisa yang di sambut oleh Raisa. Dia pun mulai ******* bibir kekasihnya itu dengan lembut.
Dengan terpejam merasakan ******* dari bibir kekasihnya, Raisa mengalungkan kedua tangannya ke leher kekasih nya.
Wardana pun melepaskan pagutannya karena merasa kehabisan nafas, dia mengusap ujung bibir Raisa yang terlihat basah karena ulahnya.
Dia pun menempelkan kening mereka berdua.
Dengan nafas yang memburu mereka berdua saling terpejam.
__ADS_1
Setelah sudah puas berduaan, mereka pun berjalan mengitari pesisir pantai dan mendekati dua temannya yang juga ada di sana.
"cie...yang lagi baru jatuh cinta, sudah puas berduaan nya?"goda Viona.
Wajah Raisa berubah merah karena aku malu."ih apaan sih."
"sayang jangan menggoda Raisa, kau seperti tidak pernah jatuh cinta saja."
Sedangkan Wardana tersenyum bahagia melihat ke arah wajah kekasihnya. Mereka ber empat berlari larian di tepi pantai sambil main voli.
"sayang tangkap bolanya."seru Wardana yang mengarahkan bola pada Raisa.
Setelah cukup puas bermain mereka berempat pun berjalan menuju penjual es kelapa.
"Vio please deh."
Tanpa terasa pertemuan mereka pun berakhir, Wardana pun berjalan menuju mobilnya karena harus segera pulang ke kotanya."aku pulang dulu ya."
"iya."karena masih merasa canggung, Raisa pun tidak terlalu banyak bicara, dia hanya tersenyum , padahal jauh dari lubuk hati yang dalam, ingin rasanya dia melarang kekasihnya pulang.
Raisa masih menatap mobil Wardana yang sudah menjauh."e ehm, tenang saja, minggu depan dia pasti akan datang lagi menemui mu."ucap Viona.
"iya Rai, laki laki itu tidak mungkin bisa menahan rindu saat baru jadian."sambung Junet pacar dari Viona.
__ADS_1
"kalian berdua enak, tinggal di kota yang sama, bisa setiap hari bertemu, sementara aku, harus menunggu dulu."dengan lirih dia meratapi nasib nya.
*
Satuminggu berlalu rasanya seperti satu tahun lamanya dia menahan rindu nya pada sang kekasih.
Wardana kembali mengajak Raisa bertemu, kali ini dia menjemput Raisa di tempat kuliah nya. Dia berdiri di samping mobil nya menunggu sang kekasih keluar dari kampus.
Raisa mengembangkan senyuman sambil berjalan mendekati kekasihnya yang sudah menunggunya."maaf ya, aku membuat mu menunggu."
"tidak apa apa, bisa kita berangkat sekarang?"
"hm..."
Wardana pun melajukan mobilnya menuju pantai, dengan pelan dia mencoba meraba tangan Raisa dan menggenggam nya.
Sementara Raisa tersenyum dengan perlakuan yang di berikan kekasihnya. Setelah sampai di tepi pantai, mereka berdua tidak langsung turun dari mobil.
Saat Raisa ingin membuka pintu mobil, Wardana menahannya."kenapa?"
"aku sangat merindukan mu."
Raisa tersenyum mendengar ucapan kekasihnya,
__ADS_1
Jangan lupa like komentarnya.