
Raisa pun beristirahat karena dia di serang flu akibat berjalan di bawah gemercik air hujan yang di laluinya.
Sudah seharian, namun flu nya juga belum sembuh.
Dan ke esokan pagi nya.
Dia pun memutuskan tidak masuk bekerja hari ini, dia menghubungi Tania untuk menyampaikan pada atasannya.
Dan Tania pun mengetuk pintu ruangan Wardana.
tok
tok
tok
"masuk."
Tania masuk."tuan, hari ini Raisa izin tidak masuk karena sedang sakit."ucap Tania.
Wardana pun terkejut."apa! dia sakit."
"iya tuan, tadi dia menghubungi saya, dan sepertinya dia terserang flu."
"hmm..ya sudah, kau bisa kembali ke ruangan mu."
Setelah Tania keluar, dia pun sangat gelisah dan tidak tenang. Dia memikirkan bagaimana keadaan Raisa sekarang.
Dia pun akhirnya meminta dokter Rio untuk datang ke apartement Raisa. Setelah cukup lama setelah dia meminya dokter Rioa ke apartement Raisa.
__ADS_1
Dia pun pun kembali gelisah karena membayangkan dokter Rio hanya berduaan dengan Raisa, dia pun memutuskan untuk segera datang ke apartement Raisa.
Dengan cepat dia masuk dan bertanya pada resepsionis yang berada di apartement."boleh saya minta alamat unit apartement nona Raisa?"
"maaf anda siapa nya nona Raisa?"
"aku...aku calon suaminya."
Dia pun memberikan nomor unit apartement Raisa, dan dengan cepat dia masuk kedalam lift.
Setelah sampai dia langsung menuju nomor unit yang Raisa, dan memencet belnya.
Dengan pelan Raisa berjalan menuju pintu dan menekan nomor kode apartement nya. Dan setelah pintunya di buka, dia sangat terkejut dengan kedatangan Wardana.
"kau."
"boleh aku masuk?" belum sempat Raisa menjawabnya, Wardana langsung masuk tanpa menunggu di perbolehkan olehnya.
Raisa pun bingung karena tidak ada dokter yang datang memeriksa nya."dokter apa? dokter siapa?"
"tadi aku meminta dokter Rio untuk datang ke apartement mu dan memeriksa kondisi mu."
Raisa pun diam."kau sudah sarapan pagi?"
"belum, sebentar lagi."
Wardana pun dengan cepat melangkah ke dapur yang di ikuti oleh Raisa."kau mau apa?"
"membuat bubur untuk mu."ucap Wardana dengan senyuman.
__ADS_1
"memang nya kau bisa?"
"o...jangan salah, aku jago masak."
Raisa memajukan bibirnya karena tidak percaya dengan apa yang di katakan oleh Wardana.
"kau duduk saja di sana, tunggu sebentar."
"membuat bubur mana ada sebentar."
Dia pun duduk di sofa dengan berbaring. Saat dia sedang asyik memasak, tiba tiba ponsel nya berdering.
Dia pun melihat panggilan telepon dari dokter Rio."ya hallo."
"......"
Dokter Rio ternyata baru saja sampai dan menanyakan unit apartement Raisa. Wardana pun memberi tau nomor unitnya.
Setelah beberapa detik kemudian bel pun berbunyi. Raisa pun ingin bangkit untuk membuka pintu apartement nya.
Namun Wardana menyuruhnya kembali duduk."biar aku saja yang membukanya,kau sebutkan nomor kode nya."
Dia seperti seorang suami yang sedang mengurus istrinya yang sedang sakit."tanggal lahir ku."ucap Raisa dengan suara serak.
Tentu saja Wardana tidak lupa dengan tanggal lahir mantan kekasih yang sangat dia cintai.
Dia pun menekan kodenya dan mempersilahkan dokter Rio masuk."siapa yang sakit?"
"dia yang sakit."
__ADS_1
Dokter Rio pun terkejut melihat Raisa, waktu Wardana menjalin hubungan, dokter Rio sering mendengar kan cerita dari Wardana tentang Raisa."
like.