
Raisa pun merasa ragu."e...sebentar saya tanyakan dulu pada tuan Bryan."
"tuan Bryan sudah berada di sini bersama saya nona, beliau sendiri yang menyuruh saya untuk menghubungi mu."
"o begitu ya, em...ya sudah kalau begitu saya akan segera kesana."
Sebenarnya dia pun masih ragu dengan ucapan dari tuan Jeremy, tapi dia fikir karena Wardana masih marah pada nya dan tidak ingin berbicara langsung padanya.
Dia pun langsung keluar dari ruangan nya. Setelah sudah berada di samping mobilnya, dia bertemu dengan Boy."hai Rai, mau kemana?"
"tuan Jeremy bilang bos Bryan meminta ku untuk ke hotel sekarang, karena ada pertemuan dengan tuan Jeremy."
"oya, ya sudah hati hati."
"iya."Dia pun langsung melajukan mobilnya menuju hotel.
Sementara Boy kini menuju keruangan nya dan berpapasan dengan Wardana. Boy pun terkejut melihat Wardana yang masih berada di kantor.
Bos Bryan, tadi Raisa bilang ada pertemuan dengan tuan Jeremy di hotel.
Dengan cepat dia mengikuti langkah Wardana."tuan tunggu."
__ADS_1
"ada apa?"
"tadi Raisa bilang tuan Jeremy memintanya datang ke hotel atas perintah anda."
Wardana pun terkejut mendengar ucapan Boy."apa! kapan aku bertemu dengan Jeremy?"
"entah lah, tapi yang jelas sekarang Raisa sedang menuju ke hotel."
"kurang ajar, Jeremy pasti menjebak Raisa, Boy cepat kita susul."
"i-iya tuan."dengan cepat mereka berdua berjalan menuju mobilnya dan dengan cepat pula Boy melajukan mobilnya.
Sangat terlihat di wajah Wardana betapa dia murka saat mendengar Jeremy menyuruh Raisa kehotel."cepat Boy, aku akan menghabisi nya kalau sampai dia berani menyentuh Raisa."
Setelah sampai dia langsung menuju meja resepsionis."katakan pada ku berapa nomor kamar atas nama Jeremy Link Hau."
"maaf tuan, itu privasi tamu kami."
"beritahu sekarang atau aku akan menuntut hotel ini kalau sampai terjadi apa apa
Resepsionis itu pun memberikan nomor kamar yang di booking oleh Jeremy Link Hau.
__ADS_1
Sementara Raisa sudah berada di dalam kamar tuan Jeremy."tuan jangan coba coba mempermainkan saya."
Jeremy tersenyum licik."kau tenang saja nona Raisa, aku tidak akan menyakiti mu, sudah lama aku menunggu saat saat seperti ini, berdua di dalam kamar."
"dengar, daya bukan wanita murahan tuan."
"so, aku tidak akan menjadikan mu wanita murahan, melainkan aku akan menjadikan mu wanita ku."
Jeremy pun melangkah maju."tuan jangan coba coba menyentuh ku."
"tenang saja nona Raisa, kau pasti akan merasakan sensasi yang sudah lama tidak kau rasakan."
Tuan Jeremy semakin maju hingga tubuh Raisa terhempas di atas ranjang, dan Jeremy pun langsung mengungkung tubuh nya dengan brutal.
Sementara Wardana dan Boy berusaha membuka pintu kamar nya. Setelah berhasil terbuka, matanya terbelalak melihat wanita yang di cintai nya di cumbu oleh Jeremy.
"kurang ajar kau Jeremy."bruk bruk."dengan kemarahan yang meledak ledak, Wardana meninju Jeremy hingga dia pun jatuh tersungkur di lantai.
"bruk...bruk...berani sekali kau menyentuh Raisa ku."
Dengan membabi buta dia menghajar habis habisan pria yang bernama Jeremy, hingga matanya tertuju pada botol alkohol yang berada di atas meja.
__ADS_1
Dia pun memecahkan botol itu dan mengarahkan nya pada Jeremy.