
Dengan mata berkaca kaca, Raisa pun menatap wajah nyonya Intan."nyonya maafkan saya kalau saya dulu pernah membuat putra anda kecewa."
Nyonya Intan pun tersenyum."jangan panggil saya seperti itu, sebentar lagi kalian berdua akan menikah kan, jadi panggil saja seperti Wardana memanggil saya."
Di tengah obrolan mereka, Wardana pun berjalan dan duduk di sebelah Raisa."maaf ya sayang, aku agak lama."
"tidak apa apa."jawab Raisa.
Nyonya Intan pun merasa bahagia melihat putranya kembali menampilkan wajah bahagia."kalian berdua mama tinggal dulu ya." nyonya Intan pun meninggalkan Wardana dan Raisa.
"ee...war, aku merasa takut kalau mama kamu tidak merestui hubungan kita."dengan wajah khawatir Raisa berbicara.
Lalu Wardana pun meraih tangan Raisa."sayang, jangan berpikir macam macam , aku hanya bahagia jika kita bersama, mama bahkan tidak pernah melihat ku tersenyum saat dulu kita berpisah."
"maafkan aku, waktu itu aku lebih percaya pada orang lain, tapi itu karena aku merasa sangat kecewa dan hancur."
"mulai sekarang percayalah pada ku, bahwa aku benar benar mencintaimu, dan tidak ada satu perempuan mana pun, yang bisa menggantikan posisi mu dalam hati ku."
Raisa pun mengangguk dan Wardana mengecup kening Raisa dengan lembut."ayo kita susul mama ke meja makan."ajak Wardana.
__ADS_1
Mereka berdua pun kini duduk di meja makan."sayang aku mau kau yang mengambilkan lauk pauk nya untuk ku."pinta Wardana.
Dengan senyuman hangat, Raisa pun mengambil satu piring dan menyendokan lauk pauk untuk calon suaminya."ini."ucapnya.
"terima kasih sayang."ucap Wardana pada Raisa.
acara makan malam pun terlihat sangat hangat,karena kehadiran Raisa sangat di terima dengan baik oleh nyonya Intan.
Usai makan malam bersama, Wardana pun bersiap siap untuk mengantarkan sang pujaan hati untuk pulang ke apartement.
"e..tante saya..."
Raisa pun menoleh ke arah Wardana dan Wardana pun mengangguk."iya ma, kalau begitu aku pamit pulang dulu."
"iya, hati hati ya."sahut nyonya Intan.
Koni Wardana pun melajukan mobilnya menuju apartement milik Raisa.
Di dalam mobil, Wardana terus saja menggenggam tangan Raisa hingga Raisa merasa tidak enak."sayang kamu lagi menyetir, tangan ku di lepas dong."
__ADS_1
"tidak mau."sahut Wardana tanpa menengok.
Raisa pun memutar tubuh nya menghadap kekasih nya."sayang aku tidak akan kemana mana."
"tidak mau, aku tidak akan melepaskan mu sebelum sampai di apartement."ucapnya lagi.
Raisa pun hanya mendengus kesal pada Wardana. Dan setelah sampai di apartement, Raisa pun ingin membuka pintu mobil, namun tangan nya di cekal oleh sang kekasih.
"eh sayang apa lagi, inj sudah sampai."ucap Raisa dengan menatap wajah Wardana yang juga menatapnya.
Perlahan Wardana mendekatkan wajah nya, bau mint yang menghembus di wajah Raisa membuatnya terpejam.
"aku sangat merindukan bibir manis mu, please, please Honey."ucap Wardana dengan nafas yang memburu.
Ucapan Wardana membuat Raisa tidak bisa menjawab, dia hanya terpejam seakan menanti sentuhan dari kekasihnya.
Karena melihat ekspresi wajah kekasihnya yang terpejam, Wardana pun menyambar bibir Raisa dengan lembut, menghisap di bagian bibir atas Raisa yang dulu pernah dia kecupan.
jangan lupa like and komentarnya.
__ADS_1