
PERKENALAN
Hai... namaku Syarifa Najhma ALi Assegaf umurku 22 tahun aku biasa dipanggil rifa tapi keluarga memanggilku syarifa aku berasal dari keluarga yang taat agama aku anak tunggal dari seorang yatim Ayahku yang bernama Ali Assegaf dan Mamaku bernama Aisyah Papa dan Mama menikah disaat mereka ada diperantauan tanpa restu dari orangtua jadi tidak ada yang tau pernikahan Mamaku selain mereka berdua disaat Mama mengandungku 7 bulan Papa meninggalkan kami berdua karena kecelakaan dengan aku masih ada didalam kandungan
Mama pulang kerumah dengan keadaan hamil tentu mengagetkan orang sekitar tempat tinggalku itulah sebabnya orang-orang berpikir bahwa aku anak haram tanpa seorang Ayah setelah melahirkanku Mama memilih meninggalkanku sebab tak tahan ocehan keluarga serta tetangga walaupun begitu Nenek dan kakekku sangat menyayangiku mungkin karena aku cucu pertama mereka
Setelah kepergiannya Mama orang disekitarku kasihan padaku sudah tidak punya Papa Mamanya pun meninggalkanku sungguh malang nasib bayi mungil ini kata mereka tapi kasih sayang Kakek dan Nenek membuatku tidak merasa kehilangan sosok Ayah dan Ibu
Aku tinggal bersama nenek sampai usiaku tujuh tahun Mama pulang bersama seorang Pria dan menikah lagi awalnya aku kira Nenekku adalah Mamaku setelah kedatangan Mama barulah aku tau
Mama menikah lagi aku ikut dengan mereka hanya diawal aku merasa senang karena mereka membelikan ini itu untukku membawaku jalan-jalan sampai akhirnya Mama dinyatakan hamil dan lahirlah adikku aku bagai hilang ditelan bumi aku dianggap gak ada
Aku sering dipukuli Mama jika membuat kesalahanku sedikit saja aku tau ini pasti pengaruh dari Ayah tiriku Dari awal Dia hanya pura-pura sayang padaku Dia sayang padaku hanya dihadapan Mama jika tidak ada Mama Dia cuek padaku lalu aku memberanikan diri bilang ke Mama kalau aku pengen ikut Nenek dan Kakek lagi mereka menyetujuinya akhirnya aku kembali bersama Nenek dan Kakek mereka menyayangi tulus sampai aku dewasa seperti ini
Aku bekerja ditoko buku milik tanteku dan sekarang aku lagi menemani laki-laki tampan juga memiliki lesung pipi yang sedang membaca buku didepanku
"serius banget bacanya"kataku sambil menarik bukunya dia hanya tersenyum melihatku dan mencoba ingin mengambil buku yang ada ditanganku
"aku belum selesai sayang" katanya
"kamu baca mulu tadinya mau nemenin aku kok malah jadi nemenin kamu sih" kataku dengan wajah yang sok imut
"baiklah sayang aku menyerah ayo ini sudah jam 9 kita pulang aku anterin kamu tapi aku lapar kita makan dulu ya " katanya berdiri sambil menarik tanganku
Lalu kamipun menutup tokonya dan pergi ke restoran biasa kami kunjungin yahhh... Dia pacarku namanya Alvin Zaydan umurnya 27 tahun alvin bekerja sebagai manager di supermarket kami sudah 3 tahun bersama aku sangat menyayanginya karena dia sangat menghormatiku selama 3 tahun kami bersama dia tidak pernah menyentuhku dengan nafsu karena ia berkata ingin menjagaku bukan merusakku dia gak mau seperti anak zaman now kebanyakan sudah tidak perawan lagi dia hanya mencium keningku dia pernah mencoba mencium bibirku awalnya aku menerima tapi lama kelamaan dia melumat bibirku aku kaget dan langsung mendorongnya dari situlah dia tidak pernah mencium bibirku lagi
"Sayang kamu kemana besok?" tanya Alvin
"Ini pagi besok Evi Dilla dan Lyra ngajak ngumpul sayang "jawabku sambil mengunyah makananku
"Sayang kamu kok bisa sih bersahabat dengan Lyra?" tanya Alvin
"Kok tiba-tiba kamu nanya Lyra sih kamu suka ya sama Lyra?"jawabku sambil meliriknya soalnya diantara kami Lyra lebih menonjol Lyra lebih cantik tapi karna Dia terlalu bar-bar jadi banyak yang tak menyukainya
"Justru aku malah gak suka sama Lyra sayang dia terlalu ikut campur hubungan kita sayang"kata Alvin
"kamukan tau sayang aku dan Lyra itu 13 tahun bersahabat Lyra teman sekelasku dari SD sampai SMP aku dulu bahkan selalu memohon pada guru agar kami gak terpisahkan"aku menjelaskan padanya
"Iya tapi kamu tetap harus hati-hati dengannya"lirih Alvin
"Iya sayang gitu banget sih sama Lyra dia tu sahabat terbaikku sayang jadi gak mungkin aneh-aneh sama aku"balasku
"Iya deh iya coba aja gak ada kerjaan nambah sayang mungkin bisa aja aku libur sayang dan aku yang nemenin kamu jalan" Alvin berkata dengan wajah yang ditekuk
"Gak apa-apa sayang kan buat masa depan kita nanti kataya mau nikahin aku secepatnya gimana sih"
"Emang rifa udah siap? kira-kira kapan sayang target kamu?"ucap Alvin dengan wajah yang serius
"Iihhh.... apa sih sayang kan gak secepatnya juga mungkin dua atau tiga tahun lagi gitu" lirihku
__ADS_1
Alvin hanya berdehem sambil menyeruput minumannya
Setelah perut kami kenyang dia mengantarku pulang
"stop sayang kan biasanya juga disini" kataku
"sayang kenapa sih kamu gak bilang aja ke nenek kamu kalau kamu udah punya pacar 3 tahun kita diam-diam terus seperti ini" kata alvin
"sayang aku belum siap nikah kamukan tau nenekku aku tu gak suka pacar-pacaran" jawabku padanya
"Kalau aku udah siap bahkan aku berencana mau melamar kamu makanya aku pengen ketemu nenek kamu sayang" katanya aku kaget mendengar ucapanya
"please sayang aku belum siap" kataku lalu kucium pipinya agar tidak marah alvin
sambil menarik pipiku dia berkata
"Yakan setidaknya biarkan aku bertemu dengan Nenekmu dulu mana tau setelah melihatku Nenek memberi izin kamu berpacaran"
"Kamu mah tingkat ke PDan tinggi nanti kalau kita malah disuruh putus gimana coba akukan gak bisa jauh dari kamu sayang" jawabku
" Iya juga ya kalau gitu aku pulang dulu sayang" sambil mencium keningku tapi dengan wajah yang cemberut
Alvin memakai helmnya lalu mengendarai motornya dan kembali melaju meninggalkanku
Aku berjalan menuju rumah dan sesampainya aku langsung masuk memberi salam sambil mencium tangan kakekku yang sedang menonton tv
"sudah pulang cucu kakek sudah makan syarifa" kata kakekku
"yasudah istirahatlah nenekmu juga sudah tidur karena kelelahan jahitannya banyak hari ini" kataku kakekku
"kasihan sekali nenek masih saja menjahit padahal sudah syarifa bilang tidak usah menjahit lagi kan syarifa sudah bekerja yasudah lah kek aku mau melihat nenek dikamar dulu" kataku
"Iya pergilah sayang"kata kakekku
aku masuk ke kamar nenekku dan melihat nenekku yang tertidur pulas aku menciumnya nenek sangat hobi menjahit sampai lupa umur nenek sekarang
Dulu sewaktu aku kecil nenekku selalu membuatkan baju-bajuku aku bahkan tidak pernah beli baju siap pakai semuanya dijahit oleh nenekku baik baju sekolah maupun baju sehari-hari hanya lebaran aku membeli baju karena aku merengek meminta baju dari toko dari situlah orang-orang minta jahitkan baju dengan nenekku terimakasih nenek atas semua kasih sayang yang kau berikan selama ini aku berdiri lalu pergi ke kamarku dan sekilas melihat hpku lalu aku teringat kenapa alvin tidak mengucapkan selamat malam seperti biasa mungkin dia marah karena tadi pikirku langsung kuketik"sayangku maafkan aku please jangan marah aku janji diumurku 23 tahun aku sudah siap menjadi istrimu selamat malam sayang aku mencintaimu" lalu aku kirim ke alvin
.......
Alvin zaydan
Sesudah mengantar Rifa aku pulang kerumah aku mengucapkan salam dijawab serentak oleh ayah dan ibuku serta adikku yang sedang menonton tv aku berlalu pergi menuju kamar ayah ibu heran melihat wajahku yang cemberut tapi mereka hanya diam saja aku langsung merebahkan diri kekasur dan mencoba memejamkan mata
"kenapa lagi alvin kamu bertengkar dengan Rifa"kata ibu yang duduk ditepi tempat tidurku
" ibu ni buat kaget alvin aja gini loh bu alvin ngak bertengkar bu cuma kesal aja sama Rifa kenapa harus menunda-nunda aku ingin menikahinya segera" jawabku sambil menaruh kepalaku dipangkuannya
"nak Rifa kan masih muda mungkin dia masih ingin menikmati masa-masa mudanya dulu biarkan saja kasih waktu buat rifa umurnya juga masih 22 tahun nak" kata ibuku
__ADS_1
"baiklah bu aku akan coba menunggunya"kataku pada ibu
"tidurlah nak" kata ibu akupun menurunkan kepalaku ibu mematikan lampu dan menutup pintu kamarku
Ayah dan Ibu memang sudah tau hubungan kami aku sudah beberapa kali membawa Rifa kerumahku untuk lebih dekat dengan keluargaku hanya keluarga Rifa saja yang belum tau itupun kerena Rifa tidak mau memberi tau Dia tidak diperbolehkan berpacaran oleh keluarganya padahal umurnya sudah cukup dewasa untuk berpacaran
Aku berasal dari keluarga sederhana Ayahku benama Taufiq zaydan bekerja sebagai PNS sedangkan Ibuku bernama Diana juga seorang PNS aku mempunyai Adik bernama Afdhal Zaydan baru berumur 17 tahun dia akan tamat SMA tahun ini dan Adikku satu lagi bernama Meisya zaydan baru berumur 13 tahun dia baru kelas 3 SMP
Ting! HPku berbunyi aku melihat Lyra mengirimkan Wa
"Abang Lyra kangen sama abang besok kami mau ngumpul dan makan siang kami kesupermarket mau lihat wajah tampan Abang"isi dari pesannya dan ada emoticon love dan kiss
Gila kali ya Lyra pikirku aku tak membalas pesannya kalau bukan karena Rifa sudah kublacklist aja nomor kontak Lyra
Dari awal aku berkenalan dengan Lyra aku sudah tidak suka karena saat didepan Rifa dia berpura-pura seperti teman tapi disaat dibelakang Rifa dia memelukku menggandengku meskipun aku menolaknya
dia sering kesupermarket untuk belanja menurutku hanya alasan saja dia belanja itu untuk bertemu denganku saja ini sudah dua minggu aku tidak melihatnya dan besok harus bertemu dengannya lagi malas sekali melihat wajahnya itu
Tak lama rifa juga mengirimkan WA padaku lalu aku tersenyum akhirnya dia menetapkan waktunya karena selama ini aku selalu bertanya umur berapa rifa ingin menikah tapi rifa tidak pernah menjawab dengan tepat akupun membalas "baiklah sayang aku akan tagih janji kamu tahun depan good night baby aku juga mencintaimu sayang"
Aku jadi teringat awal pertemuanku dengannya saat dia dan Dilla salah satu sahabatnya sedang sholat di Masjid Agung saat itu aku memperhatikannya dari kejauhan lalu aku juga ikut sholat selelas sholat aku memberanikan diri untuk berkenalan dia malu-malu hanya tersenyum dan berlalu pergi begitu saja Dilla memberi tahukan namanya juga memberikan nomor kontaknya Rifa gadis yang baik tutur kata lembut rajin beribadah bahkan aku jadi ketularan rajin sholat berkat Rifa
Sambil memikirkan Rifa akupun terlelap dalam tidurku aku bermimpi melihat Rifa mengandeng tangan pria lain lagi melangsungkan pernikahan dan Pria itu Rico Dia mantannya yang pertama aku pernah melihatnya bersama Lyra dan Lyra bilang bahwa Rico ini mantan Rifa saat SMA
Rifa menikah dengan Rico bukan denganku itu gak mungkin dan gak akan terjadi sampai kapanpun Rico sangat tampan putih bahkan kaya aku taku jika ini benar terjadi apakah rifa benar akan meninggalkanku
akupun terbangun
"Astagfirullah gak mungkin " ucapku langsung terbangun untuk duduk
Gak mungkin kenapa harus Rico mantannya yang ada dipelaminan bersama Rifa harusnya aku Kulihat jam sudah pukul 5 shubuh kata ibu biasanya mimpi jam segini hanya bunga mimpi artinya tidak berarti apa-apa Rifa hanya milikku dan menikah denganku tidak mungkin bisa menikah dengan pria lain apalagi dengan Rico mantannya akupun bergegas bangun dan sholat shubuh setelah itu merapikan diri untuk berangkat kerja
"Pagi Bu" sambil mengecup pipi mama yang lagi sibuk menyiapkan sarapan
"Pagi sayang nih Ibu buatkan nasi goreng kesukaan kamu Alvin" jawab Mamaku dan mengambilkan nasi goreng untukku
"Ibu mah pilih kasi Afdhal tadi gak diambilin nasinya"kata Afdhal cemberut
"Ya iyalah kakakkan anak kesayangan Ibu" ledekku pada adikku
"aduh kakak jangan Geer deh Meisya jelas anak kesayangan Ibu dan Ayah Meisya anak perempuan satu-satunya wekkkk..!"ucap meisya sambil tersenyum
"Iya deh kalau adik kakak yang satu ini gak bisa dibantah"kataku sambil tertawa
"Sudah sudah ayo habiskan sarapannya" kata Ayahku yang dari tadi hanya tersenyum melihat kami
"Ayah Ibu Alvin berangkat kerja dulu ya"ucapku sesudah menghabiskan sarapanku
"Kasihan sekali kamu hari minggu juga gak libur"kata Ayahku
__ADS_1
"gimana lagi ya namanya juga sudah tanggung jawab Alvin"jawabku
Akupun memberi salam dan mencium tangan Ayah dan Ibu lalu berangkat menuju tempat kerjaku