MANTAN menjadi SUAMI

MANTAN menjadi SUAMI
part 22


__ADS_3

.................


Rico Malven Narendra


" Fa fa tunggu dulu aku belum selesai ngomong " Rifa memakai jilbabnya dan mengambil tasnya lalu pergi keluar rumah " Mak-sud aku gak kayak gitu " aku mencoba mengejarnya


" Trus maksud kamu aku gak bisa ngasih kamu anak aku mandul begitu " akhirnya dia berbalik ke arahku " Co kita baru hitungan bulan nikah bukan tahunan sehingga sampai cepat-cepat buat cari perempuan yang bisa kasi kamu anak meskipun kamu tau itu bukan anakmu kamu jahat Co! "


" Bukan Fa bukan itu maksudku aku bilang begitu bukan seperti yang kamu pikirkan aku cuma mau kamu yang jadi ibu buat anak-anakku aku pengen kamu cepat hamil agar ada alasanku untuk benar-benar meninggalkan Kyra Fa " Aku meraih tangan Rifa dan mengenggamnya " dengar Fa aku memang laki-laki brengsek tapi aku gak bisa ninggalin Kyra begitu aja saat ini aku yang udah buat dia hancur seperti ini tambah lagi Nadheer gak mau tanggung jawab Fa aku sama dia udah bertahun-tahun pacaran sementara kita baru hitungan bulan aku akui aku belum bisa sepenuhnya melupakan dia walaupun aku sudah mencintaimu " mendengar ucapanku Rifa menatapku dengan tatapan tajam yang menusuk


" Lalu kamu anggap akulah yang sudah merusak kebahagian kalian begitu? kamu anggap kehadiran aku salah disini "


" Iya "


" Haa? Iya Co? "


" Bu-kan Fa A-ku "


" Sudahlah Co jika itu yang kamu inginkan aku ikhlas jika kamu ingin menceraikan aku " ucapnya sambil melepaskan genggamanku dia pergi


Mungkin Tuhan menginginkan perpisahan ini karena saat aku mengejarnya kebetulan Taxi lewat Rifapun tak tinggal diam dia pergi meninggalkan aku sebelum mendengar penjelasanku lagi


...............


Syarifa Najhma Ali Assegaf


" Terlalu sakit hati ini Co sakit! " lirihku pelan aku menangis sepanjang perjalananku


" Maaf neng kita mau kemana ini? " tanya supir taxi


" Ke pantai aja pak "


" Maaf neng bukannya mau ikut campur tapi kalau ada masalah lebih baik diselesaikan dahulu jangan bunuh diri neng, eneng tu cantik sayang neng masih muda juga "

__ADS_1


" Bukan pak saya gak ada niat bunuh diri saya cuma mau nenangin diri dulu setelah pikiran saya tenang baru saya selesaikan lagi masalah saya pak "kataku pelan


Wajar saja supir taxi ini mengatakan begitu bagaimana tidak saat ini jam menunjukan pukul sebelas malam untuk apa ke pantai malam-malam begini tapi aku tak mungkin ke rumah kakek dan nenek aku tak mau membuat mereka khawatir karena semenjak tau aku tidak hamil mereka sangat bahagia dan menaruh harapan dipernikahanku ini aku juga tak mau mengganggu sahabat-sahabatku itu sebabnya aku memilih pantai


" Terimakasih pak " ucapku


Aku duduk dibibir pantai menikmati malam yang dingin mencekam kesepian aku memeluk tubuhku sendiri dan menangisi takdirku kupikir kau sangat mencintaiku tapi aku tak bisa melepas kenyataan bahwa aku saja tak cukup untukmu


" Kenapa Ya Allah takdirku seperti ini ada Alvin yang mencintaiku namun takdir yang memisahkan kami ada Rico yang sudah menjadi takdirku tapi dia tak mencintaiku Kenapa Ya Allah kenapa "


" Karena takdir kamu ada campur tangan manusia Fa seandainya dia tak menjebakmu mungkin kita akan berakhir bahagia saat ini "


Aku mencari asal suaranya lalu dia tersenyum ke arahku lalu ikut duduk disampingku dan mengusap air mataku


" Alvin "


" Iya " dia menjawabku pelan tetap sama dengan senyuman yang aku rindukan


" Ka-mu kenapa ada disini? "


" Seandainya... " aku menghentikan ucapanku


" Seandainya apa Fa? seandainya tidak ada kejadian itukan? iya, benar kamu seandainya tidak ada kejadian itu mungkin tidak ada yang tersakiti saat ini "


" Benar Al Rico tetap bahagia dengan pilihannya begitu juga kita " ucapku sambil melihat ke arah lautan yang menggulung ombak pelan


" Fa kenapa kamu tidak minta cerai lalu kita bisa menikah dan Rico juga menikah dengan pacarnya tambah lagi saat ini dia mengandung anaknya, bukan? "


" Itu bukan anaknya Al itu anak pria lain "


" Hahhha.... kenapa kamu begitu yakin karena Rico yang mengatakan? iya? apa kamu gak pernah lihat bagaimana Rico begitu mencintai Kyra? aku pernah melihat mereka di cafe Rico sangat memperhatikan Kyra Fa aku juga melihat Rico memegang perutnya dan mereka tertawa bersama apa itu benar anak orang lain? "


Aku menatapnya tajam tidak mungkinkan Rico membohongiku tapi Alvin juga tak mungkin mengada-ngada aku sudah lama mengenal Alvin sekalipun dia tak pernah membohongi aku selama kami menjalin hubungan aku tak membantah perkataannya tapi aku juga tak mengiyakan hanya ada keputusasaan didalam diriku ini

__ADS_1


" Dengar sayang aku mohon kembalilah padaku aku tak akan mengkhianati kamu aku mencintai kamu sekalipun kamu tidak mencintai aku lagi "


" Bagaimana dengan keluargamu Al aku akan berstatus janda jika menikah denganmu "


" Aku tak perduli karena aku sangat mencintaimu " Alvin menggemgam tanganku lalu menarikku ke dalam pelukannya


Aku tau ini sangat salah tapi aku sangat membutuhkan sandaran biarlah aku melupakan sejenak statusku saat ini aku sangat merindukan hangatnya dekapan ini hanya sebentar saja


................


Rico Malven Narendra


Aku mengendarai mobilku lalu mengikuti Taxi yang ditumpangi Rifa namun disaat perjalanan aku kehilangan jejaknya


" Ahghh!..." aku memukul setir mobilku karena salah mengejar Taxi


Aku menuju Rumah Nenek aku memcoba bertanya namun neneknya mengatakan tidak ada begitupun Evi sahabatnya juga tidak tahu keberadaannya saat ini aku putus asa dan hendak pulang ke rumah namun saat aku melewati pantai aku melihat dua pasang sejoli berpelukan dan aku sangat tau siapa perempuan itu aku turun dengan emosi yang menggebu-gebu


BUGH


" Rico! " Rifa kaget melihat kehadiranku dia mencoba menghentikan aku agar tak memukul Alvin lagi


Namun aku tak perduli aku terus memukulnya hingga aku rasa cukup puas aku tak memberi kesempatan untuk Alvin membalasku


" Rico stop Rico! " jerit Rifa lagi akupun mengedar pandanganku ke arah Rifa lalu aku tarik tangannya dengan kasar kubuka pintu mobil dan mendorongnya masuk aku tak perdulikan lagi teriaknya


" Kamu gila Co aku gak mau balik sama kamu aku gak bisa ninggalin Alvin dan biarin dia kayak gitu " ucap Rifa yang hendak membuka pintu mobil setelah aku juga memasuki mobil


" Begitu kamu keluar aku pastikan besok kamu tak bisa melihat Alvin lagi "


Rifa berhenti mendengar ucapanku aku langsung menghidupkan mobilku lalu kami pulang menuju rumah setelah sampai Rifa langsung turun masuk ke rumah namun bukannya ke kamar kami dia malah menuju kamar tamu aku menariknya lagi dengan kasar dia terus meronta untuk menolakku aku tak memperdulikannya hingga kami sampai dikamarku dan kujatuhkan dia keranjang kami


" Apa yang kamu lakukan Co "

__ADS_1


Rifa hendak berdiri menjauhiku namun aku lebih dulu menangkapnya aku membuka bajunya dengan paksa dan menidurinya dengan paksa aku menulikan telingaku sehingga aku tak perduli rintihan dan tangisan Rifa serta ketukan pintu diluar sana


Aku terus menikmati pergelutan panas kami meski Rifa terus menolakku aku bahkan melakukannya beberapa kali sampai aku puas karena melihat wajahnya yang memohon kepadaku bukannya kasihan justru membuatku semakin menambah gairah didalam diriku


__ADS_2