
RICO MENGETAHUI SEGALANYA
........
Rico Malven Narendra
Sesampainya dirumah aku berhenti karena melihat Rifa keluar membawa motor
"Mau kemana anak ini malam-malam begini"gerutuku sambil melaju mobilku mengikutinya ntah kenapa seperti terpancing untuk mengikutinya
"Emh! sudah kuduga dia pasti menemui lelaki brengsek ini apa yang mereka rencanakan sebenarnya"
Aku ingin masuk tapi rasanya malas jika melihat mereka berdua begitu bahkan terlihat mesra sungguh tidak tahu malu. perempuan itu kan tahu jika ini dilarang didalam agama menemui laki-laki yang bukan muhrimnya tapi dia malah menemuinya bahkan bermesraan ditempat umum tanpa tahu statusnya
Aku sungguh muak melihatnya akhirnya aku memutuskan untuk pulang begitu sampai dirumah aku langsung mandi setelah itu aku beristirahat sejenak menenangkan pikiranku yang kacau karena seharian ini
KLEK! suara pintu terbuka
Aku terbangun dan langsung duduk setelah melihat perempuan ini pulang dan berlalu ke kamar mandi tanpa mengatakan apapun dengan mata sembab seperti habis menangis aku berdiri pindah kesofa untuk duduk dan kutunggu dia keluar dari kamar mandi
"Darimana kamu? Habis menemui siapa? dan kenapa kamu menangis"
Dia menolehku dan menjawab pertanyaan-pertanyaanku
"Aku habis menemui nenek tadi nenek nelpon kasi tahu kalau kakek sakit jadi aku nangis karena kasian lihat kakek sakit"
Aku terperangah sontak membuatku kaget bagaimana tidak aku tahu jelas siapa yang ditemuinya bahkan dia bisa menyebutkan bahwa kakeknya sedang sakit demi berbohong kepadaku
"Besok kita temui lagi kakekmu aku ini kan menantunya sudah seharusnya aku menjenguknya, bukan?" kataku sambil menoleh ke arahnya
"Gak perlu kakek sudah baikan kok tadi aku langsung bawa berobat jadi mungkin besok udah sehat lagi"
"Baiklah kalau memang begitu semoga saja benar" aku sengaja menyindirnya dan terlihat jelas mimik wajahnya yang sedang panik mungkin dia takut jika aku tahu dia menemui Alvin
Akupun kembali untuk tidur lagi begitupun Rifa dia sudah terlelap tidur justru aku gara-gara terbangun tidak bisa tidur lagi sudah segala arah aku coba tapi tak nyaman rasanya karena tidak bisa tidur aku bangun untuk keluar dan duduk sambil menikmati sebatang rokok
Aku memikirkan kenapa perempuan itu menangis setelah menemui Alvin bukannya mereka sangat mesra begitu awal bertemu bahkan Alvin membuka helmnya dengan tatapan mesra aku tidak melihat ekpresi Rifa saat itu karena dia membelakangiku tapi tidak mungkin dia tidak merasakan bahagia sebab dia diperlakukan sangat lembut dan perhatian
Setelah lama berpikir akupun mulai mengantuk dan segera maduk kekamar tapi bukan kamarku dan Rifa tapi kamar kak Yuliana karena aku sangat yakin pasti tidak bisa tidur jika melihat wajah Rifa
Sama seperti hari-hari biasa aku jalani, aku ke bengkel setiap hari dan menghabiskan hariku sampai malam larut baru pulang tapi aku heran sudah seminggu ini Kyra tidak pernah menemuiku lagi setelah aku membentaknya hari itu aku memutuskan untuk menghubunginya namun nomornya tidak aktif kulihat dari media sosialnya tidak ada sepertinya dia memblokku
................
Syarifa Najhma Ali Assegaf
Setelah aku menemui Alvin waktu itu jujur saja aku menyesal menolaknya disaat Alvin memohon padaku aku malah langsung meninggalkannya aku terus terbayang perkataannya ingin rasanya hati kembali padanya aku sungguh sangat mencintainya hanya dia lelaki yang bisa membuatku nyaman dia sangat perhatian dan lembut dia tidak pernah berkata kasar dia selalu ada jika aku butuhkan hanya saja disaat aku akan dinikahkan dengan Rico di situlah dia tidak ada
aku termenung sepanjang hari memikirkan nasibku bagaimana setelah ini apa aku harus terus berada di rumah neraka ini
__ADS_1
Rico juga tidak pernah menganggapku istrinya Papa Rico jarang ada dirumah karena urusan bisnis sedangkan Mamanya mengurus butik Kakaknya masih sibuk dengan urusan masing-masing hanya kesendirian yang aku rasakan dirumah ini rasanya tidak punya tujuan hidup
Aku pernah menghubungi tante untuk kembali ke toko tapi tante menolak karena alasan aku hamil dia takut Rico tidak mengizinkan karena keluarga Rico bisa dibilang keluarga terpandang dan kaya di Kota ini jadi jika aku bekerja itu akan mempengaruhi reputasi keluarga ini
Sudah seminggu Rico balik malam larut terus bahkan aku tak sadar dia sudah pulang pagi harinya seperti biasa aku sholat shubuh sebelum beraktivitas membereskan rumah dan menyiapkan sarapan
BRAKK!! aku terjatuh terlentang hingga bajuku semua basah dan kepalaku jatuh mengenai lantai sampai-sampai aku tak bisa bangun pusing sekali
"Ada apa Fa?" terdengar suara laki-laki yang khawatir dibalik pintu kamar mandi
Aku yang pusing tak sanggup menjawabnya hingga aku tak sadar bahwa aku sudah dirumah sakit aku mau bangun tapi dihentikan oleh Rico lalu dia membaringkan aku lagi setelah itu dia pergi ntah kemana namun tak berapa lama ternyata dia memanggil dokter lalu dokter memeriksaku
.............
Rico Malven Narendra
Suara dari kamar mandi membuatku terbangun lalu aku mencoba mengetuk pintu dan bertanya namun tidak ada suara lagi didalam kamar mandi akupun panik langsung membangunkan Papa dan Mama
"Ada apa sih co masih malam begini bangunin Mama sama Papa" kata Mama berdiri dipintu sambil menguap karena masih mengantuk
"Ma ini udah shubuh, aku dengar suara dari kamar mandi aku panggil tapi Rifa gak jawab aku takut terjadi apa-apa dengannya"
"Loh kan katamu bukan anakmu kok masih diperduliin sih ya mungkin dia mencoba gugurin anaknya kalau dia mau gugurin anaknya ya biar aja" Kata Mamaku
"Ma jangan begitu, ya sudah ayo kita lihat Rico" kata Papaku
Sesampai disana masih terlalu pagi memang itu sebabnya rumah sakit masih sepi akupun berteriak
"Tolong! tolong! tolong istri saya"
"Ada apa ini pak" tanya petugas kesehatan sambil membantuku meletakkan Rifa di tempat tidur
"Dia sedang hamil dia jatuh dari kamar mandi tolong dia please!" aku sangat panik
"Baiklah pak, bapak tenang dulu silahkan tunggu diluar"
Akupun keluar sambil mondar mandir sambil sesekali mengintip kedalam
"Duduk Rico tenangkan diri kamu Rifa pasti gak kenapa-kenapa" ucap Mama
Akupun duduk disebelah Mama tak berapa lama dokter keluar dari ruangan melihat kami dan kami bertiga langsung berdiri menghampiri dokter
"Bagaimana dok keadaannya dok" tanyaku
"Pasien tidak kenapa-kenapa hanya terbentur sedikit dan mungkin kelelahan atau banyak pikiran memang tubuhnya kurang fit jadi dia langsung pingsang" jawab Dokter
"Terus bagaimana dengan kehamilannya dok apa sudah tidak bisa dipertahankan lagi dok?" tanya Mama
"Hamil? ibu ini bercanda melihat dari perawakan tubuhnya saja dia sudah sangat jelas masih gadis, bagaimana bisa hamil?" jawab Dokter sambil tersenyum pahit
__ADS_1
"Dok saya serius saya ini suaminya dan dia memang sedang hamil" kataku dengan penuh penekanan
"Begini saja kita akan USG sekarang juga, bagaimana?"
Perkataan Dokter ini ada benarnya juga kemarin aku memang melihat darah diselangkangan Rifa aku masih bingung itu darah apa
"Baiklah dok" kataku
Dokter pun mengarahkan suster untuk membawa Rifa ke ruangan USG Mama dan Papa juga ikut masuk ingin melihat yang sebenarnya dan benar saja
"Lihat ini adalah rahim dan ini tidak ada isinya dia memang tidak hamil tidak ada janin didalam rahim ini" kata dokter menjelaskan
Aku terperangah begitupun Papa dan Mama aku mencoba bertanya jika memang perempuan ini memang menggugurkan anaknya
"Dok apa bisa melihat bahwa dia sudah menggugurkan anaknya?"
"Begini pak, saya sudah pernah melahirkan seorang putra sebelum saya tau saya positif hamil payudara saya berubah bengkak bahkan putingnya berwarna gelap, sementara waktu saya melihat suster mengganti pakaiannya karena basah saya melihat payudaranya seperti masih anak gadis pada umumnya sampai saya pikir jika dia belum menikah"
Penjelasan dokter membuatku benar-benar bingung kata Lyra Rifa hamil anak Alvin tapi hasil dari USG perempuan ini tidak hamil ternyata aku dibohongi sejak awal apa sebenarnya tujuan mereka bukannya Lyra memang sahabat Rifa pasti dia juga ikut menipuku
"Begini dok saya memang sudah menikah dengannya saya kira dia hamil tapi anak yang dikandungnya bukan anak saya dok dan saya baru menikah 3 bulan ini saya tidak pernah menyentuhnya bahkan seujung kukunya"
"Baiklah begini saja daripada bapak curiga istri bapak ini selingkuh bagaimana kita tes keperawanan" kata Dokter
"Dokter berkata benar Co tes saja" kata Mama
"Baiklah Dok" kataku
"Ya sudah biar saya panggilkan dokter spesialis obstetri dan ginekologi " ucap dokter
Setelah itu suster membawa Rifa ke kamar inap lagi dan aku menunggu Dokter itu datang karena sudah pukul 8 pagi aku lapar karena belum sarapan akupun bangun dari duduk dan berjalan hendak membuka pintu untuk sarapan dulu karena kupikir dokter lama lagi akan datang namun begitu kubuka pintu dokternya sudah berdiri didepan pintu suster disampingnya hendak meraih gagang pintu
"Saya pikir masih lama dok jadi saya mau keluar sarapan" Aku kaget karena ternyata Dokternya laki-laki tapi ya sudahlah ini juga sudah tugasnya
"Nanti dulu lah pak sebentar saja kok periksanya" ucap dokter lalu kami berjalan masuk
Papa dan Mama berdiri melihat kehadiran dokter lalu aku mengisyaratkan untuk keluar sebentar sementara aku tetap disini ingin memastikan suster membantu membuka celana Rifa dan mengangkat kakinya mengarahkan posisi seperti orang ingin melahirkan dan aku berdiri disamping dokter
Dokter mulai memeriksa dengan terlebih dahulu memakai sarung tangan dan seperti ada cairan warna biru dokter mulai memeriksanya
Sesudah memeriksa dokter hanya tersenyum ke arahku aku tak tahu apa artinya sambil berkata
"Ya sudah pak tunggu hasilnya ya" kata dokter
Kupikir langsung tahu jawabanya batinku
lalu dokter meninggalkan kami dan akupun terduduk kembali disofa aku bingung jika memang Rifa masih perawan bagaimana apa aku bisa menerima Rifa menjadi istriku karena aku juga gak bisa meninggalkan Kyra aku sudah mengambil keperawanannnya aku juga berjanji ingin menikahinya apa sebaiknya kuceraikan Rifa agar dia bisa menemukan kebahagiannya
Setelah lama berpikir tiba-tiba aku melihat Rifa bangun sambil memegangi kepalanya aku langsung bangun dan menghentikannya lalu aku keluar memanggil dokter agar memeriksa keadaannya setelah sadar karena perutku sudah lapar sekali aku tidak ikut dengan dokter aku mencari sarapan dulu baru kembali lagi
__ADS_1