
IJAB KABUL
.......
Syarifa Najhma Ali Assegaf
Aku terdiam disudut kamar sambil memeluk diriku sendiri kurasakan titik satu titik air mataku jatuh membasahi pipiku terasa pilu hatiku telah dicabik-cabik oleh Lyra sahabatku dan Alvin kekasihku
Alvin yang berjanji menikahiku kini semua hanya khayalan semata yang tak pernah jadi nyata percintaanku dengan Alvin yang selama ini aku agung-agungkan kini telah hancur berkeping-keping bersama remuknya hati ini
Sedangkan Lyra dia lebih dari sekedar sahabat bagiku dia sudah seperti saudara aku menyayanginya tulus dari lubuk hatiku tapi tak kusangka persahabatan yang kami jalin hanya kedok saja baginya agar dia bisa menghancurkanku seperti sekarang
"Syarifa keluar Mama ingin bicara biar masalah ini cepat selesai tak ada gunanya kamu menangis"adakah seorang Ibu sepertinya bahkan Mamaku tak bisa merasakan kepedihanku saat ini
"Iya Ma" aku terhuyung saat berjalan mencoba membuka pintu
kutatap wajah Mama yang tersenyum atas kemenangannya aku telah kalah untuk kedua kalinya pertama hubunganku dengan Rico sekarang hubunganku dengan Alvin
Mama mengatakan bahwa Rico setuju menikahiku dan mereka akan mempersiapkan pernikahannya aku cuma pasrah tak bisa berkata apa-apa percuma aku memberontak tak ada artinya Mama akan tetap menikahkanku terlebih lagi Rico menyetujui menikahiku
Sebulan telah berlalu aku menjalani hariku aktivitasku selain makan sholat dan tidur aku hanya berdiam diri didalam kamar aku tak pernah ke toko lagi karena terlalu banyak kenangan yang kuhabiskan bersama Alvin disana
Mama sibuk menyiapkan pernikahanku mereka menetapkan tanggal pernikahanku minggu ini aku tak tahu bahkan tak mau tau sedangkan Evi dan Dilla tak bisa berbuat apa-apa selain membantu menyiapkan pernikahanku sampai hari itupun tiba dimana Rico mengucapkan ijal kabul yang seharusnya Alvin ucapkan
Mama memilih melangsungkan Ijab kabul di Masjid Agung tempat pertemuanku dengan Alvin dan bahkan kami berjanji akan menikah disini namun semuanya telah sirna kini Rico Malven Narendra adalah Suamiku bukan Alvin Zaydan
Lalu pernikahan ini dilanjutkan dipuncak Kiko sungguh menakjubkan mewahnya pernikahan ini dengan tema berwarna biru dan putih aku dan Rico bersanding bak pasangan yang berbahagia padahal hati ini sakit
........
Rico Malven Narendra
Hari minggupun tiba dimana aku akan mengucapkan ijab kabul dengan Rifa yang seharusnya aku lakukan dengan Kyra aku benar-benar bingung kenapa begitu fasihnya aku mengucapkan ijab kabul aku bahkan tak ingin belajar malam sebelumnya meski Mama memaksa
Hatiku tak sama seperti indahnya pernikahan ini bahkan Rifa dengan balutan gaun pengantin yang mahal tak terlihat cantik dimataku tapi aku tetap mencoba tersenyum sampai akhir acara
Malam tiba aku malas sekali satu kamar dengan Rifa melihat mukanya saja sudah muak apalagi harus tidur bersama ingin aku pindah kekamar lain tapi Mama melarangku untuk malam ini saja
Setelah membersihkan diri aku mengantuk karena lelah
"Aku akan tidur disofa"kataku mengambil bantal dan selimut dia hanya terdiam melihatku
Dia lalu membersihkan diri kekamar mandi dan kembali keranjangku untuk tidur oh! bukan ranjangku sekarang tapi ranjang dia
.......
Syarifa Najhma Ali Assegaf
Akhirnya aku tiba dirumah Rico sekarang aku bagian dari keluarga ini aku canggung masuk kekamar Rico kak Raniya menemaniku menunjukan arah kekamar Rico dia kakak kedua Rico setelah kak yuliana
"Begitu berani kamu mengatakan Rico adalah ayah dari anakmu jadi kamu juga harus berani menghadapi keluarga ini mengerti Fa"gertak Kak Raniya sambil melotot melihatku
Aku cuma bisa diam dan masuk kekamar aku duduk ditepi tempat tidur melihat setiap sudut kamar ini tanpa sadarku Rico keluar dari kamar mandi usai membersihkan diri dia menuju ketempatku Oh! tuhan aku belum siap
Dia berbicara akan tidur disofa ternyata dia mengambil bantal kupikir apa tadi aku bernafas lega aku langsung membersihkan diri setelah itu aku tertidur
Keesokan paginya aku biasa bangun untuk sholat shubuh biasanya Nenek kakek aku sudah memulai aktivitas jam segini tapi lain halnya dirumah ini mereka bahkan masih tidur aku menyiapkan sarapan dan merapikan rumah ini
"Pantes kok ada wangi masakan Mama lupa kalau mama punya menantu sekarang" dikeluarga ini hanya Mama mertuaku yang bersikap baik padaku
__ADS_1
"Iya ma Rifa udah biasa sarapan nasi goreng soalnya"aku sambil mencoba tersenyum saat menjawabnya
"Ma dia gak meracuni kitakan"ujar kak Stephani yang tiba-tiba keluar dari kamarnya dan memang ruang makan berdekatan dengan kamarnya
"Huss...! jangan seperti itu stephani dia istri dari Rico dan juga adikmu dia bagian dari keluarga kita"Mama membelaku sungguh senang rasanya ternyata aku disayang oleh Mama mertuaku ini
"Iya deh Ma tapi maaf Fa kami biasa sarapan dengan roti saja sudah kenyang"ucapnya dan kembali masuk kekamarnya
"Jangan dipedulikan ya sudah mari kita sarapan oh! iya Rico dan Papanya itu biasanya bangun jam 9 jadi gak perlu kamu tunggu biarin aja" ucap Mama mertuaku
Setelah sarapan aku kembali kekamar kulihat wajah tampan suamiku ini aku tak menyangka kami akan berjodoh seperti ini karena kesalahpahaman aku tak tau pernikahan ini akan membawa kebahagiaan atau penderitaan
Rico membuka matanya aku kaget langsung menoleh berpura-pura melihat yang lain sedangkan Rico menuju kamar mandi membersihkan diri
Setelah beberapa minggu aku disibukkan dengan aktivitasku dengan melakukan pekerjaan rumah tangga Gilang keponakaan Rico penawar hatiku kala sedih karena dicaci maki oleh kakak-kakak Rico maupun Rico sendiri
........
Rico Malven Narendra
Aku lagi dibengkel menunggu kedatangan teman-temanku yang katanya pengen kumpul
tak berapa lama Rio,Tama,Ardhi,Doni,Mirza dan yang lainnya datang
"Lu gila co pacaran sama siapa nikah sama siapa"langsung terus terang Rio begitu turun dari motornya
"Gua bisa apa kalau gua dibilang hamilin dia"jawabku
"Lu serius Co Rifa hamil dan elu dituduh bahwa elu ayah dari anaknya gitu " ucap Tama heran
"Iya gimana lagi daripada urusannya rame soalnya Mama bakal berangkat haji dia malu sama teman-temannya jika Mama terjerat kasus"aku menjelaskan
"Ya enggaklah setelah anak itu lahir aku akan ceraikan Rifa"jawabku pada mereka
"ada-ada aja lu co kasihan banget Rifa ya jadi janda dan orangtua tunggal buat anaknya dong nanti"sambung Rio
"RICO! RICOOOO DIMANA ELU? TEGA LU KHIANATIN GUA DAN NIKAH SAMA CEWEK LAEN"jerit Kyra dari kejauhan setelah dia turun dari mobilnya
"Aduh mampus gua akhirnya ketahuan juga"kataku menghembuskan nafas
" jadi elu ngak mutusin Kyra meski sudah menikah dengan Rifa?"Rio menoleh kearahku setelah melihat Kyra marah-marah
"Ya gimana gua gak punya keberanian buat omongin ini ke Kyra"ucapku dan berjalan meninggalkan teman-temanku
"Babe jangan jerit-jerit kek gitu dong ntar suaranya habis loh" godaku sambil menyentuh tangannya tapi dia menepisku dan berkata
"Kalau elu diposisi gua elu biasa aja gitu? pokoknya lu harus menjelaskan semua ke gua"
Aku menjelaskan dari awal cerita kepadanya
"Sakit jiwa tu cewek kali ya bisa-bisanya Fitnah cowok gua hamilin dia lihat aja gua buat perhitungan dia nanti"ucap Kyra kesal setelah mendengar cerita ku
"Sudahlah beb dia sedang hamil aku tak mau kamu dituntut karena menyakitinya"kataku menenangkannya
Aku memeluk dan meyakinkannya bahwa cuma dia yang ada dihatiku aku berjanji padanya tak akan menyentuh Rifa bahkan seujung jari sedikit pun agar dia mengerti atas perbuatannya
........
Syarifa Najhma Ali Assegaf
__ADS_1
Aku menghubungi sahabatku Evi dan Dilla untuk berkumpul agar aku bisa meluapkan isi hatiku pada mereka dan seperti biasa kami memutuskan untuk berkumpul di alun-alun kota aku memeluk mereka dan mereka membalas pelukanku
"Kangennnn...."ucapku
"Kita juga Fa kita mikirin elu gimana nasib lu dirumah Rico"ternyata Evi mengkhawatirkan ini baru namanya sahabat bukan kayak Lyra
"Gua baik-baik aja kok" aku mencoba menahan air mataku
"Fa elu bahkan gak bisa bohong liat air mata lu elu tahan keluarkan aja fa luapkan emosi lu "kata Dilla aku tak tahan lagi akhirnya aku menangis setelah peristiwa kemarin ntah sudah berapa kali aku menangis
Aku menceritakan perlakuan Rico dan Kakak-kakaknya kepada sahabatku mereka menggerutu geram
"Fa bilang aja sama mereka kalau elu gak hamil dan sekarangkan udah sebulan seharusnya mereka bisa lihat perut lu gak buncitkan"Dilla menggertakkan gigi dia seakan merasakan apa yang kurasakan
"Justru gua takut Dil kalau Rico tau gua gak hamil gua gak cinta sama dia kalau Rico tau gua masih perawan ntar kalau kami melakukan hubungan suami istri kayak mana"kataku
"Jadi elu memilih bertahan dicaci maki sama keluarganya Rico karena takut melakukan kewajiban lu sebagai istri gitu"ucap Evi
"Iya soalnya Rico bilang dia bakal cerain gua karena dia gak cinta sama gua apalagi harus besarin anak yang jelas-jelas bukan anak gua, dan karena kehamilanku ini Rico membenci gua dan tak mau menyentuh gua bahkan kami tidur saja berpisah"
"Jadi maksud lu nanti saat Rico cerain elu walaupun janda tapi elu masih perawan gua jadi kasihan sama Rico"Dilla malah menggodaku kamipun akhirnya tertawa aku tau mereka berusaha menghiburku agar aku melupakan sebentar masalahku
Hari sudah malam aku kembali kerumah itu lagi aku masuk kekamar terlihat rumah sepi mungkin mereka sedang keluar akupun masuk kekamar untuk mandi selesai mandi aku lupa membawa baju ganti aku teringat bahwa dirumah tidak ada siapa-siapa apalagi Rico pasti dia ada dibengkel lalu aku berjalan keluar
"Oh! akhirnya keluar sifat asli lu Fa pantas saja Alvin tidak mau menikahimu atau jangan-jangan memang bukan Alvin ayahnya"
suara Rico menggagetkan aku lalu aku menunduk mengambil handuk
Tapi Rico terlebih dahulu menarik tanganku dan membalikkan badanku saat ini aku tidak memakai baju sehelaipun aku memberontak melepaskan tangannya tapi tenaga Rico lebih kuat daripada aku
"Kenapa bukannya gua suami elu sudah seharusnya gua melihat tubuh lu bukannya ini yang elu tunggu Haa" Rico berkata sambil mencengkram kedua tanganku
Aku hanya bisa menangis tak bisa berbuat apapun sakit sekali cengkramannya aku memohon padanya
"Co pleaseee lepaskan! gua gak ada niat sedikipun mau godain elu gua gak tau elu ada dibelakang gua"
Lalu dia membanting badanku kekasur
"Dengar Fa sedikitpun gua gak nafsu meski elu telanjang didepan gua sekarang ngerti lu!"
Setelah puas membentakku dia keluar dari kamar akupun langsung memakai baju
.......
Rico Malven Narendra
Setelah mengantarkan Kyra pulang akupun kembali kerumah aku memasuki kamarku dan duduk disofa sambil menikmati sebatang rokok terdengar suara gemercikan air mungkin Rifa sedang mandi dan tak lama pintu kamar mandi terbuka ntah sadar apa tidak perempuan ini aku ada dibelakangnya
padahal aku sudah muak setiap hari melihat wajahnya tapi kenapa melihatnya tidak memakai baju aku malah ngaceng
Shit! dasar wanita jalang batinku kesal
Aku lebih baik mandi lalu menuju kamar kak Riyana aku tak mau masuk kekamar itu lagi aku takut tak bisa mengontrol diriku setelah melihatnya tapi tiba-tiba aku terbayang tubuhnya yang putih mulus tidak cacat sedikitpun bahkan tubuhnya lebih mempesona daripada Kyra lekukan tubuhnya sangat indah payudaranya besar tapi tetap tegang dan putingnya berwarna merah muda oh! shit aku harus bermain dengan sabun lagi meski sekarang aku telah menikah
Setelah selesai mandi aku merebahkan diri aku mengingat lagi kenapa perut Rifa terlihat rata dan putingnya berwarna merah muda bukannya setahuku seharusnya berwarna hitam kecoklatan aku tau karena Kyra pernah hamil anakku aku berencana menikahinya tapi Kyra keguguran saat usia kehamilannya dua bulan dan perut Kyra terlihat sedikit membuncit
Aku sudah menikah dengan Rifa sebulan seharusnya ini sudah tiga bulan usia kehamilannya tapi perutnya tidak membuncit sedikitpun apa aku yang salah lihat mungkin memang belum terlihat kehamilannya kenapa aku memikirkan anak haram itu pikirku
Akupun berencana tidur dikamar kak Raniya mungkin mereka besok pagi baru pulang keluargaku pergi kerumah Omaku yang sedang sakit aku tak bisa pergi karena dibengkel lagi ramai sedangkan Rifa kami tidak memberitahunya Rifa tidak pernah dianggap dirumah ini dan Mama hanya terlihat baik didepannya saja padahal dia amat membenci Rifa
__ADS_1