MANTAN menjadi SUAMI

MANTAN menjadi SUAMI
FAKTA TENTANG LYRA


__ADS_3

............


Syarifa Najhma Ali Assegaf


Aku benar-benar sedih melihat sahabatku terbaring lemah tak berdaya diatas tempat tidur dengan alat medis yang berada ditubuhnya serta menopangnya agar tetap bernafas meski bagaimanapun dia menyakitiku sahabat tetaplah sahabat aku tetap menyayanginya dan berharap dia bisa sehat seperti sedia kala


Rico yang duduk disampingku yang sedang berada dikursi roda lalu dia menolehku karena mendengar suaraku yang terisak meski pelan tapi tetap terdengar olehnya diapun menghapus air mataku


" Kenapa... hisk sampai... hisk seperti ini Co "


" Hei! sayang jangan menangis jika kamu seperti ini siapa nanti yang akan menyemangatinya " ucap Rico pelan sedikit berbisik kearahku


Aku terdiam dan hanya bisa menangis tak sanggup berkata apa-apa lagi lalu Rico membawaku keluar ruangan karena melihat terisak-isak dan ternyata di luar ruangan sudah ada Evi dan Dilla yang sedang duduk di samping Bang Indra mereka berdiri menghampiriku dan memelukku


" Aku tau Fa Lyra sahabatmu sejak kecil tapi kamu harus kuat karena Lyra membutuhkan kita semua jadi kamu gak boleh seperti ini " ucap Evi


" Iya Fa kita semua memang sedih terlebih lagi babah semenjak Babah melarangnya berhubungan dengan laki-laki itu dia tak pernah tinggal di rumah lagi tau-tau mendengar kabarnya seperti ini, tapi meski begitu kita semua harus kuat demi Lyra apalagi jika dia sudah sadar walaupun ntah kapan itu babah tak mau dia melihat kita seperti ini " ucap Babah Lyra yang sedang duduk memegang tongkatnya sambil melihat ke arahku


Aku hendak menghampiri babah lalu kugerakkan kursi rodaku Rico yang melihatku lalu mendorong kursi rodaku aku hendak memegang tangan Babah yang satu namun aku tersadar kalau Babah menggenggam tasbih


" Bah maafkan Rifa, Rifa tak sadar ada Babah yang lebih sedih apalagi memgingat Lyra belum menemui Babah sampai akhirnya sekarang Babah dipertemukan tapi dengan kondisi seperti ini "


" Sebenarnya beberapa hari yang lalu Lyra ada menemuiku " ucap Bang Indra menyela pembicaraanku dengan Babah


" Terus kenapa gak kasi tahu Babah? " Babah terkejut mendengar pernyataan Bang Indra


" Indra kelupaan Bah karena sibuk menyiapkan photo prawedding Erick " jawab Bang Idra


Bang Indra adalah Kakak tertua dari Lyra dia seorang photographer


" Dan itu juga karena kebetulan Bah saat Indra ke supermarket Indra lihat dia menangis lalu masuk ke mobil Indra mengetuk pintu mobilnya namun dia bukannya membuka malah menghidupkan mobilnya dan pergi ninggalin aku " jelas Bang Indra


" Supermarket! " batinku


" Astagfirullah ada apa sebenarnya dengan anak itu memang dokter bilang dia memang sedang terpengaruh minum alkohol itu sebabnya kecelakaan ini terjadi " tangisan Babahpun akhirnya pecah


" Bah sudahlah sebaiknya Babah pulang aja ya nanti Babah sakit Babah juga belum ada tidur biar Indra yang jaga Lyra "


Lalu Bang Indra bangun menghampiri Babah Rico memggeserku Bang Indra membopongnya menuju mobil dan di antar oleh supirnya dan Bang Indra kembali lagi lalu duduk ditempat semula


" Sebenarnya ada apa Fa? " tanya Bang Indra


" Apanya ada apa Bang ngak, ngak ada apa-apa " jawabkan gugup


" Jangan bohong Fa abang tahu kamu berbohong dan lagi kamu sahabatnya sejak kecil tak mungkin kamu gak tahu biasanya juga kamu selalu kasi kabar tentang Lyra sudah masuk 4 bulan kamu gak pernah hubungi abang lagi "

__ADS_1


Aku kebingungan ucapan Bang Indra karena aku tak pernah menghubungi Bang Indra selama ini semenjak Lyra kabur dari rumahnya itulah terakhir kali itupun karena Bang Indra menanyakan keberadaan Lyra


" Bang Rifa gak pernah hubungin abang " kataku


" Loh tapi jelas-jelas ini dari nomor kamu kok "


Bang Indra berkata sambil mengeluarkan ponselnya dari saku dan menunjukan pesan yang katanya dikirim olehku aku terperangah lalu kulihat lagi ketikan tulisannya menyerupai ketikan tulisan Lyra


" Ini sepertinya Lyra deh Bang " ucapku


" Apa! jadi selama ini Lyra yang menghubungi abang pantas saja dia tahu sedetail-detail penyakit Babah dan menyuruh abang menjaga Babah " kata Bang Indra lalu diapun menundukan kepalanya kedua tangannya mengengam


" Memang Bang Rifa juga baru ingat Lyra selalu meminjam hp jika Rifa main ke kosannya ternyata walau Lyra melawan Babah tapi dia sayang banget sama Babah sampai berpura-pura menjadi Rifa demi tahu kondisi Babah " Kataku sambil sedikit tersenyum


" Iya tapi tetap kamu harus jawab apa sebenarnya terjadi " kata Bang Indra yang kembali menegakkan kepalanya lalu melihatku


Sorot mata Bang Indra tajam melihatku dia ingin memaksaku harus mengatakan yang sebenarnya akupun menceritakan kejadiannya dari awal


" Astaga Lyra! kenapa kamu selalu ingin memgusai kepunyaan orang lain diapun seperti itu dengan kakaknya Mayra barang apapun yang dimiliki Mayra pasti diambilnya meski itu tak dipakainya yang penting jangan dipakai oleh Mayra itu sudah terlihat sejak dia masih kecil sampai terakhir kali dia merusak mobil baru yang dihadiahkan Babah untu Mayra karena lulus kuliah abang waktu itu gak sengaja melihatnya langsung membentaknya jadi rusak mobilnya gak terlalu parah kacanya saja yang pecah "


Aku Evi Dilla dan Rico kami semua terperanjat kaget mendengar ucapan Bang Indra aku pikir dia hanya menginginkan Rico dan Alvin tapi ternyata dia memang tak suka jika ada orang yang bahagia kenapa aku tak mengerti harusnya aku sadar kenapa Lyra hanya punya teman dekat aku saja sejak kecil karena aku dari keluarga sederhana jadi barang-barang yang kupunya biasa-biasa saja sementara dia mempunyai barang-barang branded dan mahal dia ingin terlihat menonjol dari siapapun dia tak ingin jika ada yang melebihi apa yang dimilikinya


Evi dan Dilla yang tadinya berdiri sekarang duduk lagi akupun menoleh melihat mereka dan bertanya


" Ngak Fa tadi pas kamu di dalam suster bilang harus dibatasin orang yang menjenguk soalnya katanya dari tadi malam udah banyak yang masuk " jawab Evi


" Lagipun ngak apa-apa kok Fa yang penting kita selalu mendoakan kesembuhan Lyra " sambung Dilla


" Amin. iya kita doakan sama-sama ya " kataku


" Fa sebaiknya kita pulang kamu masih sakit loh ntar kalau sudah sehat kamu bisa nungguin Lyra di rumah sakit " ucap Rico sedikit berbisik menundukkan kepalanya


Aku mendongakkan kepalaku ke atas melihat kearahnya lalu tersenyum menggangguk


" Iya Fa pulanglah nanti juga Mayra datang kesini nemenin abang " kata Bang Indra


" Ya udah kalau gitu Rifa pulang ya Bang kalian gimana mau nemenin Bang Indra "


" Gak bisa Fa aku ada kuliah siang ini " kata Evi


" Aku juga "


Kami melirik Dilla lalu tersenyum melihat tingkahnya karena mengingat Bang Indra adalah mantan pacarnya Dilla mungkin dia sedikit grogi jika ditinggalkan berdua dengan Bang Indra


Setelah berpamitan dengan Bang Indra kami menuju mobil Rico menggendongku dan mendudukkan seperti biasa aku melihat Evi dan Dilla saling melirik satu sama lain melihat perlakuan Rico terhadapku karena selama ini aku bercerita bahwa Rico jahat kepadaku

__ADS_1


" Kalian naik apa? "


" Naik taksi soalnya motorku dibengkel " Jawab Evi


" Iya aku juga lagi males naik motor makanya aku ajak Evi naik taksi aja " sambung Dilla


" Ya udah barengan aja, ngak apa-apakan Co " kataku sambil melihat Rico


" Gak apa-apa sayang " Rico tersenyum melihatku


Lalu Rico menoleh kedua sahabatku dan menyuruh Evi dan Dilla untuk masuk ke mobil


" Ayo Vi Dilla kok bengong? "


" Iya Co " jawab mereka serentak


Aku tahu apa yang ada dipikiran kedua sahabatku ini namun aku hanya bisa tersenyum aku belum bisa menjelaskan kepada mereka karena belum ada waktu yang tepat terlebih lagi dengan keadaan Lyra saat ini


" Oh iya kalian udah pada makan siang? " tanya Rico memecahkan keheningan didalam mobil


" Belum sih " kata Dilla


" Jangan bilang kamu mau makan padahal tadi jam 10 loh kita sarapannya " kataku


" Sayang ini sudah jam 1 siang " kata Rico sambil melihat jam yang ada ditangannya


" Astaga! gua telat masuk kampus dong " kata Evi menganggetkan kami


" Apaan sih Vi! telat sekali juga gak apa-apa kali " ucap Dilla


" Dil gua itu kuliah seminggu dua kali iye elu enak orang tua mampu lah gua! hasil kerja sendiri cuy " kata Evi cemberut ke arah Dilla


" Udah-udah lagipun mau kek mana lagi Vi " kataku


" Tau nih! " ucap Dilla


" Iya deh! " kata Evi meskipun dia masih kesal


" Kamu maunya makan dimana Sayang? " tanya Rico


" Di lesehan mbak Tri aja Fa enak loh ayam penyetnya " kata Dilla


" Iya juga ya aku juga pengen makan sambel kayaknya enak ya sayang " kataku setelah menoleh kebelakang lalu aku melirik Rico yang sedang fokus menyetir


" Terserah kamu sayang " kata Rico

__ADS_1


__ADS_2