
RICO ADALAH AYAHNYA
.........
Alvin Zaydan
Aku melaju motorku sekencang-kencangnya tanpa sadar aku datang ke pelabuhan tempat biasa aku kunjungi bersama Rifa saat jalan aku turun dari motorku dan berdiri membiarkan angin malam ini menembus relung hati ini yang sedang terluka kupejamkan mataku tak terasa air mataku jatuh kepipi
"AAAaaaaa!!!.... " aku teriak sekuat-kuatnya aku belum siap melepaskanmu Fa kamu separuh dari hidupku aku tak pernah menyentuhmu aku bahkan tak pernah mencium bibirmu kujaga dirimu sesuai dengan permintaanmu diawal kita menjalin hubungan tapi kenapa sekarang kamu hamil dengan orang lain aku menangis sejadi-jadinya
Setelah puas meluapkan emosiku disini kulihat jam ditanganku ternyata sudah jam 2 malam aku teringat Ibu dirumah akupun pulang menuju rumahku begitu sampai dirumah pintu rumahku terbuka Ibu begitu khawatir tambah lagi melihat penampilaku yaang sudah tak karuan Ibu memelukku begitu hangat dekapannya hingga aku tak mau melepaskannya Ibu membawaku kedalam aku terduduk disofa ruang tamu
"jangan bu biar Alvin aja"aku memegang tangan Ibu yang hendak membuka sepatuku
"biarlah nak tak apa-apa"dengan lembut dia menjawabku
Ibu membawa sepatu untuk ditaruh ditempat sepatu dan datang membawa minuman hangat untukku aku meminumnya begitu terasa airnya mengalir ditubuhku
"Ada apa nak?" tanya ibuku pelan
"Rifa Hamil"jawabku mataku sayu mengarah kedepan sambil menenggak minuman
"Tapi kenapa kamu malah seperti ini bukannya kamu ingin menikahinya?" tanya ibuku heran melihat kondisiku
"Bukan anakku bu"lirihku air mataku sudah tak terbendung lagi akupun menitikkan air mata Ibu kaget mendengar jawabanku Ibu langsung memelukku melihatku menangis ibu jadi ikut menangis
Bapak terbangun mendengar suara kami
"Ada apa ini Al bu?" tanya bapakku dari kamar lalu mendekati kami
"Rifa hamil pak dan itu bukan anak Alvin padahal Alvin sangat mencintainya bahkan berencana mau menikahinya"jawab ibuku
"Sudahlah nak mungkin dia memang bukan jodohmu kamu tidak bisa melawan takdir itu semua sudah kehendak Allah"Bapak menasehatiku agar aku bisa menerima semua ini aku hanya terdiam dengan tatapan kosong
lalu Ibu mengajakku kekamar untuk membersihkan diri dan tidur karena jam sudah menunjukkan pukul 03.15 shubuh
..........
Syarifa Najhma Ali Assegaf
"Fa sudahlah Alvin lagi terpengaruh oleh Lyra dia tidak tahu yang sebenarnya" ucap Dilla pelan
"Iya kita harus mimikirkan dulu bagaimana menjelaskan ke Kakek Nenek dan Mamamu" sahut Evi
Aku hanya bisa terdiam tak mampu berkata apa-apa
"Oh ya kenapa kamu gak minta tespack ulang atau suruh dokter memeriksamu biar diUSG sekalian"Ide Dilla memberiku secercah harapan agar bisa memperbaiki semuanya aku langsung bergegas keruang tamu
"Ma kalau Mama gak percaya sama Syarifa kita bisa membuktikannya dengan tespack ulang atau kedokter sekalian USG"tegasku
Semua menoleh ke arahku dan hampir tamparan ketiga mendarat lagi
"Aisyah sudah jangan dipukulin lagi"kakek menghentikan Mama
"Tapi bah dia mau membuat keluarga kita malu dengan dia kedokter itu membuat seluruh orang tau bahwa dia hamil duluan abah taukan orang disini tidak percaya kalau dia punya ayah mereka mengatakan Syarifa ini anak haram jika mereka tau Syarifa hamil duluan juga bagaimana bah aku malu bah"Mamaku lalu menangis dan terduduk lagi
"Kenapa Mama susah sekali percaya padaku apa Mama tak pernah menganggapku sebagai anak sekali saja aku bahkan tak pernah merasa kasih sayang Mama dari kecil dan sekarang kepercayaan Mamapun tak kudapatkan" ucapku menahan emosi
"Mama tak mau tau apa yang kamu katakan Mama mau kamu menikah dengan ayah dari anak yang kamu kandung sekarang dan kalaupun kamu tidak hamil usiamu sudah cocok untuk menikah"kata Mama
Aku berlalu menuju kamarku lagi aku benar-benar kecewa dengan ucapan mama Evi dan Dilla juga menyusulku
"Kalian pulanglah ini sudah tengah malam"aku menyuruh Evi dan Dilla pulang aku ingin menenangkan diri
__ADS_1
"Baiklah kalau itu mau lu Fa kita berdua pulang dulu besok kami kesini lagi"kata Dilla
Evi dan Dillapun pergi pulang kerumahnya masing-masing ntah apa yang dipikirkan mereka
Keesokan harinya aku tak bisa tidur aku cuma menangis memikirkan nasibku yang harus menikah dengan siapa Alvin tidak percaya padaku
"Syarifa bangun cepat keluar!" ucap Mama mengetuk pintu kamarku
"Iya tunggu" balasku dari dalam kamar
rasanya malas sekali untuk melangkahkan kakiku untuk keluar
Diruang tamu sudah ada pria berkulit hitam sedang melihatku aku heran siapa dia pikirku
"Jika pacarmu tidak mau bertanggung jawab Hendy siap menikahimu nak dia juga bersedia membantu bisnis Papamu yang lagi membutuhkan suntikan dana nak" perkataan Mama membuatku terperanjat kaget
"Assalamualaikum"terdengar seperti suara Alvin batinku
Kami membalas salamnya dan aku membukakan pintu ternyata benar Alvin buat apa dia datang kesini apa dia percaya padaku dan membantuku menyelesaikan masalah ini akupun tersenyum bahagia melihatnya tapi Alvin melewatiku berjalan masuk aku heran melihat tingkahnya
"Kamu siapa?"tanya Mamaku pada Alvin
"Perkenalkan tante nama saya Alvin saya pacarnya Rifa saya kesini untuk menjelaskan agar tak terjadi kesalahpahaman"tegas Alvin
"Jadi kamu ayah dari anak yang dikandung Rifa" pertanyaan Mama membuatku takut mendengar jawaban Alvin
"Bukan buk tapi Rico aku punya bukti kebersamaan mereka waktu di party Rifa berselingkuh dibelakangku aku tau Rifa mungkin memang anak baik-baik buk dia tak mungkin melakukan hal serendah ini tapi Rico seorang anak berandalan bahkan Papanya pernah terjerat kasus Narkoba jadi mungkin dia yang mempengaruhi Rifa" ucapan Rico membuat mataku membelalak dan reflek menamparnya
Dia kaget melihatku
"Dimana cintamu selama ini Alvin kenapa kamu berkata seperti ini padaku? aku tak pernah mengkhianatimu"lirihku pelan dengan suaraku yang hampir habis karena menangis semalaman
"Fa aku gak bisa terima tanggung jawab yang seharusnya Rico lakukan bukan aku tak mencintaimu tapi demi kebaikan anak yang kamu kandung"balasnya dengan sorot mata yang tajam kepadaku
"Ma jangan percaya ucapan Alvin"jawabku aku tak mau Rico dibawa-bawa dalam masalah ini
"Mama akan kerumahnya sekarang"sambil berlalu pergi
"Ma jangan Ma pleassseee Syarifa mohon jangan kesana"aku mencoba menghentikan Mama tapi Mama tak perduli padaku dia masuk ke mobil menuju kerumah Rico
Ya allah aku harus bagaimana ini aku takut apa yang akan terjadi nanti ini semua gara-gara Alvin
"Puas kamu Al puas membuatku hancur pergi kamu dari sini pergi datangi Lyra kalian cocok jadi pasangan jalang"bentakku histeris padanya dengan suara yang tersisa Alvinpun pergi meninggalkanku
Nenek menenangkanku sambil membawaku masuk mungkin takut terdengar tetangga
.........
Rico Malven Narendra
Pagi ini seperti biasa duduk dimejaku sambil melihat penghasilan bulan ini aku mempunyai bengkel motor karena aku suka mengoleksi motor akhirnya aku memutuskan membuka bengkel motor aku bersyukur bengkelku berjalan sukses setelah aku buka satu tahun terakhir ini makin ramai aku mempunyai tiga anggota pegawai tapi aku tak pernah menganggap mereka seperti pegawai kadang aku ikut kumpul makan bersama membantu bekerja juga karena bengkelku bisa seperti ini berkat mereka kadang bengkelku dijadikan bescame sama teman-temanku
Tiba-tiba hpku berdering kulihat Mama menelponku
"Rico pulang sekarang!"perintah Mama
"Tapi ada apa Ma?"kataku heran
"Mama akan jelaskan nanti kamu pulang aja dulu"tegas Mama
"Iya iya rico jalan mau pulang ni"kataku sambil menutup teleponnya
Setelah sampai dirumah ada mobil asing diparkirkan didepan rumahku siapa ya pemilik mobil ini pikirku
__ADS_1
"Ada apa Ma?"tanyaku berjalan masuk kerumah aku kaget ternyata ada Mama Rifa duduk diruang tamu bersama Mama
"Kamu menghamili anak Rifa mantanmu waktu SMA tidak henti-hentinya juga kamu mempegaruhinya dulu kamu mengajaknya bolos sekolah sekarang kamu menghamilinya kamu harus tanggung jawab dan nikahin Rifa secepatnya"bentak Mama aku tersentak kaget mendengar ucapan Mama
"Ma tunggu dulu kenapa Rico yang harus tanggung jawab bukannya Rifa punya pacar namanya Alvin ya dialah ayah dari anaknya"kataku tegas tak terima atas tuduhan bahwa aku yang menghamili Rifa
"Justru Alvin yang mengatakan bahwa kamu ayahnya Rifa berselingkuh denganmu dibelakangnya dan tante tau bagaimana berandalnya kamu sebaiknya kamu mengaku jangan membuat anakku malu atas perbuatanmu"perkataan Mama Rifa membuatku bingung bagaimana bisa Alvin menggatakan aku adalah ayah dari anak yang aku kandung
"Sudahlah Co nikahin Rifa Mama akan persiapkan semuanya Mama tidak mau Mama Rifa melaporkan kita bahwa kamu melecehkan anaknya dan tak mau bertanggung jawab"sahut Mama
"Ma gak masalah Rico berani lawan di sidang pengadilan nanti karena memang bukan Rico ayahnya"tegasku
"Kamu mau membuat Mama malu Mama sekarang mau berangkat haji nak apa kata orang-orang kalau kita bermasalah sudahlah nikahin saja"kata Mama aku bingung harus berbuat apa
"Baiklah saya pulang dulu kalau begitu nanti pertemuan dua keluarga baru diputuskan kapan tanggal yang pas untuk hari pernikahan Rico dan Rifa " ucap Mama rifa
"Iya mbak kasi tau aja kapan kalau bisa secepatnya takut keburu besar perut Rifa"balas Mamaku
Mama Rifa berjalan melewatiku sambil menatapku tajam dan pulang kerumahnya
"Ma apa-apaan sih Mama gak percaya sama Rico sumpah Ma demi tuhan Rico berani sumpah pocong bukan Rico yang menghamili Rifa Ma"aku menjelaskan kepada Mama
"Kamu berani bersumpah demi Mama co? Kamu gak bohong?"tanya Mama mulai percaya padaku
"Ada apa sih?" sahut kakakku mengagetkan Aku dan Mama
"Rico menghamili Rifa dan dia gak mau tanggung jawab" jawab Mamaku
"Loh kapan balikannya elu co sama Rifa bukannya lu sama Kyra ya?"kata kakakku
"Itu dia kak Mama gak percaya Rico gak menghamili Rifa ketemu juga baru satu kali semenjak putus"jawabku kesal
"Tapi gimana Mama sudah menyetujuinya Kamu sih stephanu ngak keluar saat tadi Mama rifa masih ada"kata Mamaku menyalahkan kak Stephani Navendra
"Ya aku masih menidurkan Gilang Ma"ucap kakakku
"Ya sudahlah Co nikahin saja Rifa begitu lahir anaknya kamu tes DNA cari tau ayah kandungnya setelah itu ceraikan dia anggap saja kita sedang membantunya karena pacarnya gak mau bertanggung jawab dan Mama tadi juga sudah mengakui bahwa kamu akan bertanggung jawab"ucap Mama sambil memijat kepalanya yang pusing
Akupun kembali kekamar apa-apaan sih Alvin dia gak mau tanggung jawab malah fitnah gua Rifa lagi malah enak ngaku-ngaku gua ayah dari anaknya gila kali ya mereka gak nyangka gua Rifa gadis berjilbab seperti ini sungguh memalukan pasangan itu si cowok ******** si cewek Jalang
"Aaahhh!!!"batinku kesal
mana gua baru balikan lagi sama Kyra apa coba tanggapannya gua bakal nikahin cewek lain gua bakal buat lu nyesal Fa dengan keputusan lu fitnah gua kayak gini gua gak bakal pernah perlakukan elu sebagai istri nanti gua gak bisa difitnah kayak gini dan gua juga benar-benar mencintai Kyra
Dering hpku berbunyi kulihat Kyra yang menelpon
"Babe kamu dimana? kok gak dibengkel? katanya mau temenin aku makan direstoran baru milik Nadya temen aku gimana sih"celetuknya kesal
"Sorry babe aku tiba-tiba gak enak badan dan langsung pulang sekarang aku ada dirumah besok aja ya beb"jawabku
"Kamu sakit aku datang kesana ya beb aku bawain kamu buah ya atau kamu mau apa"dia panik mendengarku sakit
"Cuma sakit kepala aja kok sayang pusing aku ni"kataku
"Oohh.... ya udah dech istirahat deh babe biar agak enakan badannya aku bareng temen-temenku aja ya ke restoran Nadya " katanya
"Iya beb maaf ya aku kecewain kamu sayang"ucapku
"Iya babe yaudah aku tutup ya sayang bye babe semoga cepet sembuh Love you" kata Kyra
"Iya beb Love you too" balasku
Ntah bagaimana kalau kamu tau aku akan menikah dalam waktu dekat ini kamu masih mau menungguku bercerai dengan Rifa atau meninggalkanku Kyra itu gadis yang periang humoris dan sedikit bar-bar tapi dialah yang membuat hari-hariku lebih bahagia aku gak bisa melepaskannya
__ADS_1