MANTAN menjadi SUAMI

MANTAN menjadi SUAMI
part 24


__ADS_3

.................


Rico Malven Narendra


" Papa! papa! " aku menjerit dikediaman Kyra


" Ada apa ini Baby? kenapa kok kek orang kesetanan sih " Kyra menyambutku dengan senyum kebahagian


" Mana Papaku? " ucapku tak perduli


" Di dalam, yuk " sambil menggandeng tanganku Kyra membawaku masuk


" Papa! "


" Rico? kenapa? "


" Anak didalam perut Kyra bukan anaknya Rico pa "


" Rico jaga bicaramu! ini didepan orangtua Kyra "


" Tapi memang seperti itu Pa benarkan Kyra "


" Em-mh " ucap Kyra


" Benar kamu Rico saya juga sudah menolak lamaran Papa kamu, Kamu tidak perlu takut saya tidak bisa menikahkan putri saya dengan laki-laki seperti kamu, kamu berkata cinta dengan Istrimu tapi kamu masih menemui Kyra dengan alasan kasihan bagaimana nanti jika kamu meninggalkan Rifa lalu menikah dengan Kyra kamu pasti terus-terusan kejar cinta kamu, Iyakan? benar ucapan saya "


" Iya benar pak, Maaf Pak jika saya mengecewakan Bapak "


" Ya sudah kalau begitu kita pulang Rico " ucap Papa


" Dad-dy " Kyra tak menerima keputusan orangtuanya dia menangis dan pergi menuju kamar aku hendak mengejarnya namun Papa melarangku


" Jangan kasi dia harapan nak biarkan jika kamu mencintai Rifa yang kamu kejar Rifa bukan Kyra "


" Iya pa maaf "


Setelah berpamitan dengan Daddy Kyra kami pulang meninggalkan kediaman Maheswary aku juga berpamitan dengan Papa untuk pergi ke bengkel barangkali dengan bertemu teman-temanku aku bisa menetralkan pikiranku yang saat ini tengah kacau lalu aku akan bicara baik-baik dengan Rifa


.......................


Syarifa Nahjma Ali Assegaf


Kemana aku harus pergi Ya allah? aku tak mungkin pulang ke rumah kakek dan nenek pasti khawatir ke rumah sahabat-sahabatku aku tak mwu menyusahkan mereka batinku


" Neng kita udah muter-muter loh neng dari tadi kalau saya gak masalah neng cuma eneng nanti rugi kalau gak tentu arah kek gini " ucap pak supir


" Ke stasiun aja deh pak "


" Owalah neng ngomong dari tadi kita udah lewatin stasiun dua kali loh neng " ucapnya kesal


" Maaf Pak " lirihku pelan sambil menitikkan air mata


Sampai diStasiun aku berpikir lagi bagaimana nanti kalau Rico mengajukan perceraian lalu nanti Rico memberi tahu kakek dan nenek pasti mereka bersedih lalu sakit aku tak mau kehilangan mereka akupun berbalik menuju taman Parasmya sebelah Stasiun aku duduk bingung harus kemana


" Syarifa " ucap seseorang menghampiriku aku masih bingung siapa aku tak mengenalinya ntah pikiranku yang saat ini kacau sampai tak mengingat orang atau aku memang tak mengenal


" Benarkan dengan Syarifa? "

__ADS_1


" Y-ya saya Syarifa anda siapa? "


" Aku Lila Fa! masa kamu gak ingat waktu kita SMP pramuka antar sekolah "


" Oh Lila! kamu tambah cantik aku sampai pangling "


" Iya tau aku dulu item dekil " ucapnya sambil cemberut


" Hahhha yakan begitu sekarang lihatlah kulitmu putih sekali wajahmu mulus tanpa ada jerawat dulu ingat banget jerawatmu penuh semuka "


" Udah deh jangan diingat-ingat malu aku tu "


" Maaf, yuk sini duduk kok berdiri sih " ucapku sambil menggeser dudukku mempersilahkan Lila


" Iya aku masih ingat kok dari 9 sekolah yang ikut pramuka gak ada yang mau temenan sama aku cuma kamu yang mau jadi temen baru aku saat itu jangankan mau cari temen baru temen satu sekolah aja pada gak mau deket-deket sama aku "


" Ya udah sekarangkan lihat bahkan cantik kamu loh dari aku "


" Yaiya dong Hhhaaa...."


" Trus gimana kabar Lyra kan dulu paling sok cantik banget dia ya "


" Dia udah gak ada " ucapku datar


" What! jangan ngada-ngada dong Fa "


" Ya kali aku ngada-ngada dia idah pergi 3 bulan yang lalu "


" Innalillahi wa inna ilaihi rozi'un "


" Gak sangka ya umur Fa "


" Oya ngomong-ngomong ini koper siapa Fa? Kopermu? " aku mengganguk menjawab pertanyaannya


" Loh kenapa? kamu kabur dari rumah Fa? Kamu dijodohin makanya kabur Iya? "


" Apaan sih sok tau kamu "


" Terus "


" Aku cuma pergi dari rumah " Lila menatapku jengah


" Apa bedanya Fa "


" Iya tapi aku bukan mau dijodohin tapi malah mau minta cerai dari suamiku "


" Loh kamu udah nikah "


" Iya "


" Ya ampun Fa gimana ceritanya? "


" Emmh begitulah pertengkaran rumah tangga "


" Ya udah kalau kamu gak mau cerita tapi gimana kalau kamu tinggal bareng aku, aku sendiri disini soalnya aku dapat tugas disini Fa "


" Nanti aku ngerepotin kamu gimana "

__ADS_1


" Ih! aku malah seneng tau aku jadi ada temen mau ya ya "


" Okelah kalau gitu "


" Yaudah yuk itu mobilku disitu "


Terimakasih Ya Allah Engkau telah mengirimkan Lila untukku batinku


Akhirnya kami berhenti di depan perumahan Bumi Lago permai meskipun kecil mungkin tipe 36 tapi cukup untuk 3 atau 4 orang


" Fa maaf ya rumahku kecil kamarnya juga cuma ada dua biasanya kalau ada temen mau nginap ini nih kamarnya " ucap Lila sambil membukakan pintu kamar


" Apaan sih La ini aja udah cukup kok lagipun kamu juga sendiri tinggalnya kan aku kira malah koskosan gitu "


" Gaklah aku punya ATM berjalan ini aja cash belinya "


" Maksudnya? "


" Ah! gak, gak papa kok yaudah istirahatlah aku mau balik ke kantor lagi udah abis jam istirahat ni "


" Oke hati-hati ya dan makasi Lila "


" Oke sippp "


Setelah kepergian Lila aku menutup pintu kamar lalu aku menunaikan kewajibanku untuk ibadah sholat zhuhur aku bersimpuh menghadap kiblat mencurahkan isi dihatiku


" Ya allah Ya Robbi ampunilah segala dosa-dosaku Ya Allah Ampuni hamba yang telah durhaka terhadap Suami Ampuni hamba yang tak bisa mempertahankan pernikahan hamba Ya Allah hamba tak tau harus berbuat apa Ya Allah berikanlah petunjukmu Ya Allah "


Aku menangis sejadi-jadinya hingga aku tak sadar aku kehilangan kesadaran


Setelah bangun aku melihat ruangan yang berbeda bukan kamar Lila aku melihat tanganku juga sudah terpasang infus


" Rifa udah sadar? " Ucap Lila


" Kok aku ada disini La "


"begitu aku pulang dari kantor aku panggil-panggil kamu gak nyahut aku buka pintu trus aku lihat kamu geletak disajadah aku pikir kamu tidur aku bangunin gak bangun-bangun aku panikkan bingung panggil siapa jadi aku panggil suami kamu, Gak apa-apakan Fa "


" Apa! kenapa harus panggil dia La biar aja aku pingsan ntar juga bakal bangun gak perlu bawa ke rumah sakit gini aku cuma ngedrop doang kok La karna gak ada makan dari pagi "


" Kamu pengen bunuh anak kamu! " ucap seseorang dipintu lalu dia masuk dan berdiri disampingku Lila yang sudah mengerti pamit pergi meninggalkan kami berdua disini


" Rico! maksud kamu apa " aku yang sudah membencinya tak ingin melihatnya aku berpaling saat Rico mendekatiku


" Kamu hamil Fa "


" Gak mungkin! kamu pasti ngada-ngada biar kita gak jadi ceraikan "


" Aku gak ngada-ngada Fa kamu beneran hamil tapi aku gak tau itu anakku atau anak Alvin "


" A-pa! kamu ragukan kehamilanku " aku kaget sontak memalingkan wajahku ke arahnya dan menatapnya tajam


" Ya bisa sajakan mengingat bagaimana mesranya kalian semalam dan kalian lupa sampai melewati batas dan mungkin saja ini anak Alvin "


" Pergi kamu! PERGI! AKU BILANG PERGI! "


" Rifa ada apa? " Lila masuk mendengar aku berteriak

__ADS_1


" Usir dia Lila aku muak melihat wajahnya " aku mengalihkan pandanganku lalu air mata yang dari tadi kutahan sudah tak terbendung dan pada akhirnya jatuh membasahi pipiku


Aku tak percaya Rico bisa berpikiran seperti itu bukannaya dia kemarin mengiginkan aku hamil tapi saat aku sudah hamil dia menanyakan ayah dari anak yang saat ini telah tumbuh dan hidup didalam rahimku


__ADS_2