MANTAN menjadi SUAMI

MANTAN menjadi SUAMI
COBAAAN HIDUP


__ADS_3

...........


Rico Malven Narendra


" Rico lepasin aku mau mandi udah pagi ni "


ucap Rifa


" Nanti aja sayang sebentar lagi toh juga udah jam setengah 7 loh kamu kesiangan mau sholat shubuh " kataku


" Kamu tu ya bukannya sebagai suami nuntun istri buat sholat ini malah seneng istrinya gak sholat " katanya


Aku diam tak bergeming enggan untuk menjawab karena apa yang dikatakan Rifa ada benarnya aku harusnya sebagai suami yang seharusnya menuntunnya bukan sebaliknya aku memang belum siap untuk berubah jadi orang yang lebih baik tapi aku akan berusaha mulai detik ini


" Sayang maafin aku ya, aku ngak kayak Alvin ya dia anak pekerja keras juga sholatnya rajin kayak kamu sementara aku "


" Sayang kamu kira Alvin memang pria baik dia juga sama sepertimu dia itu karena aku sering ngomong bahwa sholat adalah tiang agama akhirnya dia mau mulai sholat " ucap Rifa menyela pembicaraanku


" Semangat banget ngomongin Alvin sih " kataku sambil melepaskan pelukan karena kesal mendengar dia menceritakan Alvin


Rifa membalikkan tubuhnya menghadapku lalu mengecup pipiku sambil berkata


" Sayang maaf aku cuma cerita doang kok gak mikir aneh aku udah gak ada perasaan apa-apa aku bahkan bertemu dengannya hanya satu kali meski dia mencoba untuk memohon agar aku kembali ke pelukannya tapi aku menolak jangankan dipeluk dipegang tangan aja aku gak mau " katanya sambil melirikku tajam


" Apa dia sedang menyindirku "batinku


" Kenapa kamu kok gitu banget sih ngomongnya " kataku sambil bergerak untuk bangun Rifa tak bereaksi hanya diam melihatku


Setelah aku bangun aku berdiri menuju kamar mandi namun ponselku berdering kulihat layar ponsel lagi-lagi Kyra aku mengusap wajahku karena kesal lalu kulirik Rifa ternyata dia sedang menatapku sorot matanya tajam ke arahku


" Siapa ? Kyra ? " tanyanya dengan suara datar


" Nggak pegawai bengkel ya udah aku mau mandi mau langsung ke bengkel juga " ucapku sambil mematikan ponsel kubawa ponselku untuk berjaga-jaga


" Semoga bener ya! " kata Rifa


Aku melihatnya lagi dan bertanya


" Maksud kamu? "


" Bener pegawai kamu, bukan Kyra " katanya sambil tersenyum

__ADS_1


" Iya sayang sumpah! aku mandi dulu ya takutnya ada masalah dibengkel sayang " kataku


Setelah selesai sarapan aku mengecup kening Rifa dan berpamitan dengan Mama dan Papa aku menuju mobil sebelum menghidupkan mobil Kyra menelponku lagi aku mengangkatnya


" Ada apa sih Ky? " tanyaku


" Saya bukan Kyra saya papinya tolong ke rumah sakit Amelia Medika sekerang! " ucapnya memerintah


" Baik pak "


" Apaan sih lagi gila banget tu anak sama bapak nyusahin gua mulu gua sampai mati ketakutan sama Rifa " gerutuku


Aku menuju Rumah sakit Amelia Medika sampai disana aku langsung menuju kamar dimana Kyra di rawat yang diucapkan oleh Papinya tadi


" Kyra! " aku melihatnya tak sadarkan diri diranjang rumah sakit


" Dia memotong pergelangan tanganya lagi dan kehabisan darah itu sebabnya kondisinya serius mengingat dia sedang mengandung " jelas Pak Maheswary yang duduk disamping putrinya sambil menggenggam tangan putri kesayangannya itu


Aku mendesah putus asa inilah yang aku takutkan Kyra adalah perempuan yang dimanja jika keinginannya tak dipenuhinya dia pasti berbuat nekat seperti ini aku keluar lalu duduk diruang tunggu


" Rico kamu tidak bisa lari dari tanggung jawab kamu harus menikahi anakku karena anak yang dikandungnya adalah anak kamu " Ucap Pak Maheswary menggagetkan aku


" Kamu berani memperlakukan putriku seperti ini " ucap Pak Maheswary sambil menatapku tajam karena emosi


" Pak saya dan suami saya akan membuktikan jika anak Kyra memang bukan anak suami saya "


Aku kaget bukan kepalang karena kehadiran Rifa disini sambil tertatih dia menghampiriku dan menyela pembicaraanku dengan Papinya Kyra


" Rifa kamu kok disini? " tanyaku panik


" Sayang aku aku akan terus disampingmu aku percaya sama kamu " ucapnya sambil tersenyum kepadaku


" Aku juga kesini mau jenguk Lyra sayang " sambungnya lagi


" Emh! kamu kira suami kamu setia dia saja masih memeluk anakku kemarin malam " timpal Pak Maheswary disela percakapan kami


" Itu karena saya ingin menenangkan anak Bapak karena ingin bunuh diri " ucapku


Aku takut Rifa berpikir aneh-aneh tentangku dan Kyra terlihat di wajahnya khawatir


" Sayang aku bener-bener gak berniat apa-apa sumpah! Kyra cerita diperkosa oleh Nadheer dan mengancam bunuh diri itu sebabnya aku memeluknya " jelasku pada Rifa

__ADS_1


" Jaga bicara kamu Rico jelas-jelas aku melihat kamu memeluk dan mengecup anakku " kata Pak Maheswary tak kalah lagi nampak sekali dia ingin menghancurkan kepercayaan Rifa padaku


" Tapi maaf pak aku percaya pada suamiku " ucap Rifa tegas lalu menggandeng tanganku


Terlihat jelas wajah pak Maheswary kesal melihat kemesraan kami dia langsung masuk lagi ke dalam tanpa berkata apa-apa pada kami akupun mengajak Rifa untuk menjenguk Lyra setelah sampai kami melihat Bang Indra duduk diruamg tunggu sambil memainkan ponselnya kami menyapanya


" Bang " ucap Rifa


" Eh! Rico Rifa kirain saudara Abang soalnya katanya mau datamg tapi belum sampai " kata Bang Indra


" Oh! lagi nungguin orang Bang trus gimana keadaan Lyra sekarang Bang " kataku


" Iya, keadaan Lyra yahh begitu saja belum ada peningkatan " Lirihnya pelan


" Sabar Bang yakin Insyaallah Lyra cepet sadar " kata Rifa


" Iya Fa " kata Bang Indra sambil mengganggukkan kepalanya


" Ya udah Rifa masuk dulu ya " ucap Rifa


" Sayang aku disini aja ya nemenin Bang Indra " kataku


Rifa masuk ke dalam aku menunggu diluar sambil menemani Bang Indra kami membahas mulai dari kesembuhan Lyra sampai ke pekerjaan


............


Syarifa Najhma Ali Assegaf


Setelah sarapan aku bermaksud ingin mengunjungi Lyra karena aku sudah bisa berjalan meski masih sedikit tertatih sudah dua hari aku tak menemuinya setelah meminta izin kepada Papa dan Mama mertuaku meskipun tadi Mama mengkhawatirkan kakiku yang masih sakit tapi aku mampu meyakinkannya


aku bersiap-siap lalu keluar rumah dan berdiri menunggu taksi lewat tak menunggu lama akhirnya ada yang lewat akupun naik dan menuju rumah sakit


Sesampai disana aku menuju Kamar inap Lyra namun sebelum sampai aku melihat Rico duduk diruang tunggu akupun berniat menghampirinya namun sebelum sampai keluar seorang bapak tua menyuruhnya untuk bertanggung jawab menikahi Kyra aku mendengar percakapan mereka aku sangat percaya pada suamiku itu sebabnya aku langsung menyela pembicaraan suamiku dan Bapak tua ini


Rico kaget dan panik karena kehadiranku disini aku menjelaskan ingin menjenguk Lyra setelah cukup berdebat dengan Bapak tua ini kamipun menuju tempat Lyra dirawat terlihat dari jauh Bang Indra sedang duduk diruang tunggu depan kamar Lyra dirawat kami menyapanya aku masuk untuk melihat Lyra sedangkan Rico ingin berbincang dengan Bang Indra


" Aku sangat kangen Ra candamu tawamu kapan kamu sadar Ra aku mau kita baikan aku udah maafin kok aku gak mau berantem lagi sama kamu Ra kumohon sadarlah cepat Ra aku benar-benar kangen bukan aku saja Evi Dilla abah keluargamu yang lain juga menunggu kamu sadar Ra " lirihku pelan


Aku menitikkan air mataku ntah sudah berapa banyak air mata yang sudah kutumpahkan aku hanya bisa melewatkan perasaan dari air mata ini sudah tak bisa diungkapkan lagi dengan kata-kata bagaimana terpukulnya aku saat ini lebih sakit saat ini daripada saat aku terpisah dengan Alvin


Aku hanya bisa berharap menunggu kamu bisa seperti sedia kala aku akan mengulang persahabatan yang dulu hancur aku ingin kita memperbaiki semuanya dari awal lagi

__ADS_1


__ADS_2