
PERSAHABATANKU
.........
Syarifa Najhma Ali Assegaf
Setelah selesai sholat shubuh aku membuka jendela rumah menyapu rumah sedangkan nenek didapur membuat sarapan pagi aku memikirkan Alvin apakah dia masih marah lalu aku bergegas kekamar membuka Hpku aku tersenyum membaca pesannya
"syarifaaaa!!" panggil nenek membuyarkan lamunanku aku pun kedapur menyusul nenek sambil menyahut panggilan nenek
"iya nek ada apa?" tanyaku
"ayo sarapan ini nenek buat nasi goreng kesukaan syarifa" kata nenek
"ya ampun syarifa jadi lapar loh kakek belum pulang nek"kataku
"belum paling juga lagi ngobrol sama pak Aziz kakek kamu kan kebiasaan pulang dari Masjid wajib ngobrol dulu sebelum pulang" celetuk nenek sambil ikut duduk sarapan denganku aku hanya diam sambil menikmati makananku
"assalamualaikum"salam kakek baru pulang
"waalaikumsalam" jawabku serentak dengan nenek "ayo kek sarapan" kataku sambil mengambilkan nasi goreng untuk kakek
"iya syarifa gak kerja hari ini kok belum berangkat" tanya kakek
"kakekkk ini hari minggu kan tutup toko kakek pasti lupa ini hari apa" jawabku kakek selalu lupa maklum sudah tua
Setelah selesai sarapan aku meminta izin ingin keluar"nek syarifa mau keluar sama Evi Dilla dan Lyra udah janjian mau ngumpul"
"pergilah tapi jangan pulang kesorean ya jangan lupa juga sholat nanti" kata nenek
aku langsung bergegas kekamar untuk bersiap
"assalamualaikum nek" salam teman-temanku "loh udah datang mari sarapan dulu" kata nenek
"makasih nek kami udah sarapan" kata Evi
"mau kemana cucu-cucu kakek ini"tanya kakek
"biasalah kek jalan-jalan udah lama gak ngumpul bareng"jawab Dilla
"pantesan ribut ternyata udah datang dayang-dayangku"sahutku kepada mereka sambil tertawa
"Idih...!!! siapa juga yang mau jadi dayangmu" celetuk Lyra yang tadi diam saja akhirnya bicara melihatku
"udah selesai"tanya Evi padaku
"udah ayo berangkat" kataku
"syarifa pergi ya kek nek" kataku sambil mencium tangan nenek kakekku
kamipun memberi salam dan pergi meningggalkan kakek nenek
"aku sama siapa nih?" tanyaku
"sama aku aja" kata Evi
kami pergi mengedarai sepeda motor bergegas mencari tempat nyaman untuk kumpul mereka sahabatku dari kecil rumah kami berdekatan Evi Wahyuni disamping rumahku Nurfadilla Aulia sari didepan rumahku sedangkan Lyra Fransisca agak jauh dari rumahku aku dan Lyra tidak melanjutkan kuliah aku memilih bekerja selain itu aku juga kasihan dengan mamaku yang selalu bertengkar dengan ayah tiriku karena biaya sekolah aku juga tidak mau membuat beban untuk nenekku meskipun nenek ada kebun sawitnya sedangkan Lyra keluarga yang mampu kakak-kakaknya juga kuliah semua hanya Lyra saja yang tidak mau melanjutkan kuliahnya dia terputus ditengah jalan dia tinggal sendiri karena papanya menikah lagi Lyra tidak begitu menyukai mama tirinya dan kedua temanku Evi dan Dilla kuliah Evi kuliah sambil menjadi guru honor di sekolah dasar sedangkan Dilla fokus pada kuliahnya
__ADS_1
Akhirnya kami sampai di alun alun kami selalu kumpul disini selain dekat dengan masjid Agung kami juga bisa melihat laki-laki tampan yang singgah untuk sholat karena diantara kami Evilah yang belum memiliki pasangan kami selalu mencari cowok yang cocok untuk Evi kalau Dilla sudah punya pacar bernama Neandro Davian kami biasa memanggilnya Nean mereka baru satu tahun berpacaran Dilla sering berganti pasangan dari SMP dia sudah memiliki 15 mantan sedangkan Lyra berpacaran dengan Kenzo Julian Lyra memiliki paras yang sangat cantik kulit yang putih itu sebabnya Kenzo Julian yang terkenal ketampanannya bisa Lyra dapatkan mereka sudah 4 tahun bersama Lyra membantu Kenzo mengurus distro milik Kenzo dan mereka juga sudah tinggal bersama yahh... diantara kami bertiga hanya Lyralah yang bar bar
"ya ampun ganteng banget tu cowok yang berbaju putih ya kan vi"kata Dilla membuka percakapan
"ah! elu mah kalau lihat asal cowok bawa mobil aja lu bilang ganteng" kataku
"tau nih atau jangan-jangan Nean sudah mau habis masa jabatannya menjadi pacar lu?"canda Evi karena mengingat Dilla yang suka bergonta ganti pacar
"harusnya sih iya vi kan periodenya satu tahun" sambung Lyra sambil tertawa
dengan wajah yang cemberut Dillapun berkata"Itu dia gaes aku bingung biasanya juga aku udah bosan sama kayak pacar sebelumnya tapi ntah kenapa sama Nean aku kek gak rela jauh dari Nean"
"kayak gak sering ditinggal aja lu dil"celetukku padanya
"Rifa Nean itukan tentara jadi wajarlah dia sering ninggalin aku karena tugasnya"kata Dilla
"Iya kami juga tau kok beb cowok lu pengabdi negara gak usah diulang-ulang juga kali masih jauh juga dari cowok gue bapaknya kaya raya tujuh turunan juga gak habis kekayaannya"kata Lyra sambil memainkan Hpnya
"eh! buset sombong bener lu kayak udah nikah aja jangan mentang-mentang lu udah tidur bersama Kenzo bakal jadi jodohmu ra"sahut Dilla membalas ucapan Lyra
"udah atuh bahas pacar mulu setiap ketemu itu terus topiknya Nean Kenzo sama Alvin sakit kuping gue" kata Evi yang jengkel melihat sahabatnya yang selalu membangga-banggakan pacarnya masing-masing
"makanya punya pacar elu" serentak kami padanya
"oh ya vi lu ngak masuk kuliah?" tanya dilla
"masuk siang gue makanya gue ngajak lu pada kumpul disini soalnya tinggal cuss... aja kekampus dari sini
"terus maksud loh gue lu tinggal gitu"kataku padanya
"nanti gue antar ke supermarket biar Alvin yang ngantar lu pulang" katanya
"yaudah kali aku juga kangen sama Alvin udah dua minggu gak ketemu nanti kita ke supermarket bareng-bareng"kata Lyra aku mengernyitkan dahi bingung atas ucapanya
"lu baek-baek ya beb jangan sampai naksir ama laki gue lu udah ada Kenzo yang super tampan juga masih mau gaet Alvin"kataku dengan wajah kesal
"ah! gitu aja lu ngambek beb belum lagi gue ngambil beneran abis gimana ya Alvin tu lembut banget sama lu beda sama Kenzo kasar suka memerintah gue seenaknya kalau masalah ganteng sama aja kali gantengnya bedanya Alvin lebih manis karena punya lesung pipi"kata Lyra sambil tersenyum tersipu kami bertigapun mengeroyok dan menggelitikinya karena ini bukan pertama kali dia memuji Alvin sudah sering semenjak kupertemukan Alvin ke sahabat-sahabatku ini tapi aku percaya padanya kami sudah bersahabat 13 tahun dari SD sampai sekarang
.............
Alvin Zaydan
Akupun melihat hpku kenapa Rifa tidak ada memberi tahuku kalau dia akan kesini kenapa harus Lyra yang memberi tahu
Lyra selalu mengganggu saja sekarang dia mengirimkan Wa padaku bertanya apa yang aku suka dari Rifa aku sangat kesal membaca pesannya
gua bales.
"Lu sahabatnya apa gak sih Ra setidaknya Rifa itu gadis baik bahkan lebih baik daripada elu "
sahabat macam apa itu harusnya dia tau Rifa itu seperti apa kan mereka sahabatan dari kecil bahkan dia berani menhubungiku saat sedang bersama Rifa rupanya dia langsung membalas pesanku
"Bang meskipun aku kayak gini tapi aku lebih cantik dari Rifa lebih tinggi lebih baik penampilan lah si Rifa kayak Emak-emak jilbapan mulu gak ada menggodanya selama kami bersahabat semua cowok cuma tertuju padaku hanya elu Bang dan Rico aja yang buta gak bisa bedain cantik sama ngak "
"Gua gak pernah anggap lu cantik bagi gua Rifa lebih cantik bahkan paling cantik didunia ini gua kasihan lihat Rifa bisa-bisanya punya sahabat kayak elu gua masih ngehargai elu karena gua gak mau buat Rifa sedih saat tau sahabatnya pengkhianat kayak elu dan elu bakal menyesal sia-siain sahabat kayak Rifa Ra lu gak bakal jumpain dimanapun PAHAM LU!!"
Dia membalas lagi
__ADS_1
"Terserah abang mau ngomong apa aku gak pernah anggap Rifa sahabat semenjak dia menerima Rico jika dia sahabat yang baik dia gak akan nerima Rico waktu itu karena dia tau kalau aku mencintai Rico saat itu dan Abang lebih baik jangan terlalu mencintai Rifa Lyra takut Rifa bakal ninggalin Abang Lyra gak mau Abang sakit hati nanti sama halnya kayak Rico yang dia putusin gitu aja karena orangtuanya buktinya sampai sekarang dia gak pernah nemuin abang ke keluarganyakan"
Aku kaget melihat isi pesan dari Lyra Rifa memang tidak pernah memberitahuku hubungannya dengan Rico bagaimana dulu karena baginya masa lalu adalah masa lalu tidak perlu untuk dibahas lagi
Aku memutuskan untuk tidak membalasnya lagi karena semakin aku ladenin ntar dia makin ngaco ngomongnya aku lebih baik menelpon Rifa
tut tut tut lama sekali sih kek gini ni kalau personelnya pada ngumpul batinku
"Hallo sayang ada apa?"tanyanya
"ada apa kata kamu harusnya aku yang tanya kamu kok ngak ngomong mau kesini?"jawabku
"Kamu tau darimana yank?"tanya Rifa
Aduh!! aku keceplosan lagi gara-gara emosi sama Lyra tadi aku gak mau Rifa kecewa dengan sahabatnya itu karena Rifa sayang pada Lyra tulus Oh! iya aku yang lupa Rifakan juga kasi tahu semalam waktu kami makan malam semalam
"Itu kan kamu bilang kemarin mau ngumpul terus makan siangnya kesini"jawabku lega
"Iya ya sayang aku ingat aku cuma ngomong ngumpul doang" balasnya
"ya udah kesini cepat nanti habis jam istirahatku belum ngantarin kamu lagi"kataku
"oke sayangku kami OTW kesana ya yank" padaku
"baik aku tunggu yank"kataku aku pun menutup panggilannya dan memesan makan
............
Syarifa Najhma Ali Assegaf
Sambil tertawa bercanda dering hpku mengagetkan kami semua siapa ya pikirku
"Emh! pasti Alvin"kata Lyra mendengus kesal melihatku
"Apa sih lu namanya ayang beb gue sirik aje lu kayak kurang jatah aja sama Kenzo"kataku padanya sambil tertawa
"udah buruan angkat ntar ngomel-ngomel lagi tu Alvin"kata Evi
Sesudah berbicara dengan Alvin aku dan sahabatku bergegas kesana dan Lyralah paling semangat aku sampai terheran melihatnya sesampainya disana
"Sayanggg...."aku memeluk tubuh pria tampan ini
"Udah kali jangan bikin jomblo kek gue iri"kata Evi sambil duduk dimeja yang udah Alvin siapkan
"Tau nih ayo langsung makan udah dipesan sama bang Alvin ntar dingin lagi"kata Lyra
kamipun menyantap habis makanannya Evi pamit mau masuk kampus tinggal kami bertiga dan pacarku Alvin
"Ayo sayang aku antar kamu nanti keburu habis jam istirahatku"kata Alvin padaku
aku pamit pada Evi dan Dilla mereka masih ingin disini katanya mau berbelanja
"Udah sampai sayang"kata Alvin
akupun turun dari motor ninjanya dia melepaskan helmku dan mencium keningku
"Makasih sayangku"kataku dengan suara manja dia menarik hidungku dengan gemas Alvin tau aku paling tidak suka disentuh hidungku aku kesal dan berlalu pergi meninggalkannya
__ADS_1
Alvinpun pergi karena jam istirahatnya sedikit lagi akan habis sepertinya ada barang mau masuk pasti tiga hari atau empat hari ini dia akan sibuk bekerja sampai lembur kayaknya besok gak ada nemenin aku ditoko Alvin selalu menemaniku ditoko dan mengantarku pulang padahal kadang dia capek habis pulang kerja tapi gimana cuma inilah waktuku yang ada soalnya kadang seperti sekarang aku libur Alvin bekerja kadang ada waktu kami libur berdua mencari alasan ke Nenek sangat susah ntah sampai kapan aku bisa menyembunyikan hubunganku dengan Alvin aku bukan tidak mau memberitahu Nenek tapi Nenek pasti menyuruhku langsung menikah kerena Nenek takut aku berzina dan hamil duluan kebanyakan teman-temanku menikah sudah hamil duluan
Nenek ingin agar aku tetap menjaga kesucianku untuk suamiku nanti kelak meskipun aku bilang aku bisa jaga diri tapi tetap saja Nenek tidak percaya buktinya sekarang tiga tahun bersama Alvin kami tidak pernah melewati batas dan Alvin juga menghormatiku Alvin berkata dari awal melihatku dia mengucapkan bahwa aku gadis yang berbeda dia janji akan menjagaku bukan menodaiku karena kita tidak tau apakah benar Alvin akan menjadi jodohku tapi aku terus berdoa setiap dalam sholatku agar Alvin yang menjadi Imamku kelak