
KEBOHONGAN YANG MULAI TERBONGKAR
............
Rico Malven Narendra
"Rifa bangun! kamu kenapa? jangan buat aku takut ayo kubawa kamu ke dokter" aku mencoba membangunkannya aku sangat khawatir jika terjadi apa-apa padanya
"Hmmmm....! ini sudah jam berapa memang kan belum pagi kenapa bangunin aku sih nek"Aku mengernyitkan dahi mendengar jawabannya
Rifa berbicara seperti tidak terjadi apa-apa bahkan setelah meregangkan tangannya ke atas dan mata tetap tertutup dia kembali tidur sambil memeluk bantal lalu kulihat kembali selangkangannya kenapa darahnya tidak banyak sewaktu Kyra keguguran darahnya sangat banyak bahkan tak kunjung berhenti selama seminggu apa dia sedang datang bulan tapi bagaimana dengan kehamilan yang dikatakan oleh keluarganya sepertinya aku memang harus mencari tahu aku harus menghubungi Alvin
Lalu aku bergegas untuk mandi setelah mandi aku mencoba membangunkan Rifa lagi tapi dia enggan untuk membuka mata jadi kubiarkan saja dan aku pergi menghubungi Lyra teman baik Rifa lewat ig karena hanya dia yang tahu Rifa dan bagaimana aku bisa menemui Alvin aku bertanya keberadaannya saat ini diapun dengan cepat membalas memberitahu dimana dia sekarang akupun langsung bergegas menemuinya
Sesampainya disana aku menemuinya di food court supermarket dan kebetulan tempat Alvin bekerja Lyra melambai tangan ke arahku akupun berjalan menghampirinya
"Udah lama lu disini?" tanyaku
"Lama sih cuma kan gua lagi pengen main aja trus laperkan jadi yaudah makan disini"jawabnya
Akupun memesan makanan karena kebetulan aku juga belum makan malam
"Ada apa sih Co kok tumben ngajak ketemuan" tanyanya sambil menyeruput minumannya
akupun tanpa basa basi langsung kuutarakan apa tujuanku menemuinya
"Gini Ra elu kan sahabatnya Rifa elu harusnya tau kan sebenarnya bukan gua ayah dari anaknya nah! gua kesini mau nanya sama lu Rifa punya hubungan dengan siapa aja selain sama Alvin mana tau memang bukan Alvin ayahnya"
"Kenapa memangnya elu pengen cerain dia Co dengan lu cari tau siapa ayahnya elu bisa cerain dia gitu?" dia menatapku matanya menyiratkan kesinisan terhadapku
"Bukan itu maksud gua, gua cuma pengen tau aja ayah dari bayinya Ra"jelasku lagi
"Oke Co gua pengen sebenarnya Rifa bahagia sama elu gua pikir elu bisa nerima anaknya Rifa tapi ternyata elu masih pertahanin Kyra meskipun elu udah nikah sama Rifa dan sekarang elu cari tau ayah dari anaknya Rifa supaya apa? supaya elu bisa cerain dia gitu elu gak usah ngelak lagi gua udah tau maksud elu Co" Dia sedikit kesal padaku
"Ra denger gua baek-baek kesini cuma mau tau yang sebenarnya tapi elu menyulitkan gua kalau memang elu gak mau kasi tau yaudah gua lebih baik pulang nyesel banget gua kesini" aku yang dari tadi sabar menghadapinya kini sudah tak tahan lagi akupun berdiri hendak pulang
Lalu dia berkata hingga menghentikan langkahku
"Ayahnya Alvin Co kenapa Alvin gak mau tanggung jawab karena waktu malam party Alvin tau elu jalan sama Rifa dan Alvin pikir kalian selingkuh dibelakangnya"
"Bener-bener bajingan tu Alvin tampangnya aja sok lugu tapi kelakuan kayak bajingan" ucapku geram aku sangat marah ternyata dugaanku benar bahwa Alvinlah ayah dari anaknya Rifa
"Tapi sebaiknya elu jangan emosi dulu Co tunggu sampai anak itu lahir baru kita tes DNA itu bisa membuktikan siapa ayahnya yang penting sekarang elu udah tau karena kalau elu datengi Alvin dan nyuruh dia buat tanggung jawab gimana tanggapan orang terhadap Rifa orang akan berkata betapa murahannya Rifa kasian Co dia anak baek-baek dia juga sahabat gua, gua gak mau dia jadi bahan gunjingan orang-orang"
Lyra berkata benar saat ini aku tak bisa berbuat apa-apa tunggu pengakuan dari Rifa aku baru bisa memberi pelajaran sama Alvin karena percuma juga aku tak punya bukti apa-apa terhadapnya aku sangat frustasi karena tak bisa berbuat apa-apa meskipun aku sudah tau kebenarannya akupun pamit pulang kepada Lyra dan berterima kasih atas infonya
...........
Lyra Fransiska
__ADS_1
"Maafin gua Rifa Rico gua mempermainkan rumah tangga kalian" ucapku
Aku sangat sedih tapi aku terpaksa melakukan ini semua agar semua kembali seperti semula Alvin dan Rifa bersama lagi karena sebelum Rico menemuiku aku menemui Alvin terlebih dahulu
"Bang Al Lyra pengen bicara sebentar" kataku dia sedang mengontrol pegawai-pegawai di supermarket ini dia sempat menolehku tapi berjalan pergi meninggalkanku aku menarik lengannya dan memohon diapun menyetujuinya lalu kami menuju ruangannya
"Ada apa langsung saja!" ucapnya dengan tegas wajahnya tetap datar
"Lyra minta maaf sebelumnya jika Abang membenci Lyra bencilah memang sudah sepantasnya Lyra pikir dengan Lyra lakukan semua ini Lyra bisa mendapatkan tempat dihati Abang tapi ternyata tidak Abang tetap mencintai Rifa meskipun Rifa sudah menikah dengan orang lain"
Aku berkata dengan sangat pelan karena saat ini rasanya aku sudah tak punya muka lagi untuk berhadapan dengan Alvin tapi aku tak berdaya karena rasa bersalah ini sangat menghantui aku
"Lyra pleasee jangan buat aku bingung to the point saja jangan bertele-tele aku juga sudah mau pulang ini sudah hampir malam" ujarnya sambil melihat jam ditangannya
Aku mengumpulkan keberanian dan berkata sangat pelan dengan suara yang gemetaran
"Rifa sebenarnya gak hamil Bang"
Tapi dia tetap menatapku dengan tatapan yang sangat mengerikan ntah apa yang dipikirkan Alvin saat ini setelah dulu kubilang hamil sekarang kukatakan tidak hamil yang benar saja itu sangat menjengkelkan bukan
"Lyra... serius Bang Lyra berniat menghancurkan hubungan Rifa karena Lyra iri padanya Rifa mendapatkan pacar yang sangat mencintainya, saat itu Lyra frustasi Bang karena ditinggalkan Kenzo waktu Lyra sedang mengandung anaknya kenapa nasib Lyra tidak sebagus Rifa bahkan kalian tidak bisa melihat kecemburuan Lyra kalian selalu memperlihatkan kemesraan kalian didepan Lyra" aku tak dapat membendung kesedihanku lagi akupun menangis
Tapi yang membuatku kaget Alvin memelukku dia mencoba menenangkanku
"Aku sangat marah terhadapmu Lyra tapi aku juga sangat bahagia mengetahui kalau ternyata Rifa hanya dijebak dia tidak mengkhianatiku aku benar-benar bodoh kenapa tidak mempercayainya saat itu"
"Lyra kita sudah ditentukan dengan siapa kita berjodoh kamu gak bisa memaksa untuk menjadikan aku jodohmu meskipun kamu sangat menginginkanku aku akan mendoakanmu supaya kamu mendapatkan laki-laki seperti yang kamu inginkan dan laki-laki itu juga mencintai kamu dengan tulus"
Pelukannya sangat membuatku tenang rasanya aku ingin sekali berlama-lama didalam pelukannya tapi Alvin begitu cepat melepaskan pelukannya ternyata begitu dalam Alvin mencintai Rifa sampai dari wajah yang menjengkelkan hingga bisa tersenyum setelah mendengar nama Rifa Alvin menawarkan untuk mengantarkanku pulang tapi aku menolak kerena aku lapar aku sempat mengajaknya makan bersama tapi Alvin ingin cepat pulang
Lalu aku dan Alvin keluar dari ruangannya kami terpisah Alvin berjalan pulang aku mencari food court di dalam supermarket karena perutku sangat keroncongan setelah selesai memesan makananpun datang aku menikmati makananku sambil bermain hp aku membuka ig kulihat ada pesan masuk ternyata Rico dia ingin mengajakku bertemu lalu akupun memberitahu keberadaanku
Namun tak berapa lama Ricopun muncul dia langsung bertanya mengenai Rifa tanpa basa basi aku sudah menduganya ini pasti ada hubungan dengan Rifa tapi aku membohonginya aku sengaja tidak memberitahu kebenarannya karena aku sudah punya rencana
..........
Syarifa Najhma Ali Assegaf
Aku terbangun kebutulan tempat tidurku mengarah kejendela kulihat ternyata sudah malam
"astafigrullah ini sudah malam aku tertidur sampai malam" aku mengingat aku sakit kepala dan meminum obat itu sebabnya aku sangat nyenyak tidur akupun berdiri ingin mandi namun sebelum ke kamar mandi aku melihat sprei tempat tidur ada noda darah aku kaget lalu menggantinya dengan yang baru bagaimana kalau Rico tadi melihatnya karena lampu rumah sudah menyala itu artinya Rico sudah pulang
Akupun bergegas mandi karena celanaku juga sudah banyak darah kenapa tumben sangat banyak darahku keluar bulan ini pikirku setelah selesai mandi aku mencari Rico sepertinya dia sudah pergi lagi tiba-tiba hpku berdering
"Alvin!" ucapku ada apa dengan lelaki ini aku sengaja tak mengangkatnya kulihat ternyata sudah 10 kali panggilan tak terjawab apa jangan-jangan dia kenapa-kenapa pikirku dia menelpon lagi akupun langsung mengangkatnya
"Ada apa?" aku sengaja dengan suara datar
"Sayang please kasi waktu buat aku bicara aku ingin bicara empat mata denganmu Fa"
__ADS_1
"Kamu lagi sakit ya? aku sudah istri orang aku tidak punya waktu lagi denganmu mengerti!" aku sangat marah mendengarnya memanggilku sayang
"Rifa aku mengerti kamu sangat marah padaku tapi aku sudah tau yang sebenarnya tolong temui aku sebentar saja please sayang" ucapannya membuatku luluh akupun menyetujuinya
"Iya baiklah sebentar saja"
"terima kasih sayang kita jumpa diresto biasa ya"
Setelah selesai berbicara akupun bersiap lalu melaju memakai motor kak yuliana sebenarnya aku diijinkan membawa mobil namun aku tak bisa menyetir dan Rico enggan mengajariku ternyata Alvin menungguku diparkiran aku menghentikan motorku dan berdiri hendak melepaskan helmku namun tertahan oleh Alvin dia menarikku untuk menghadapnya dan melepaskan helmku aku hanya bisa terdiam jujur aku sangat merindukan perlakuan lembutnya padaku lalu aku tersadar jika aku sudah menikah
"Alvin please aku istri orang lain saat ini, aku khawatir ada yang melihat" aku berlalu masuk meninggalkannya yang lagi berdiri diam mematung
Perasaan apa ini Ya Allah Rifa sadarlah meskipun hubungan pernikahanmu tidak normal seperti pasangan biasanya tapi tetap saja Rico adalah suamimu batinku
Aku mencari tempat ternyaman paling sudut karena aku takut jika ada yang melihat kami berduaan Alvin berhasil menyusulku dan mengikutiku dari belakang kami memesan makanan karena kebetulan aku juga sangat lapar belum makan dari siang tadi setelah makanan sampai akupun melahapnya hingga aku melupakan saat ini aku bersama Alvin dia hanya memandangku
"Kenapa gak makan ngapain coba lihatin aku kayak gitu" ucapku dengan wajah yang ditekuk
"Aku kangen saat masa-masa bersamamu aku ingat kalau kamu selalu lupa makan siang jika sibuk ditoko buku dan malamnya ngajak aku makan kamu makan lahap banget sampai lupa ada aku didepanmu"
"Sudahlah lebik baik makan makananmu aku gak bisa lama-lama setelah makan kita berbicara" kataku aku mencoba tenang jangan sampai aku lemah dengan ucapan Alvin
Setelah selesai makan aku membuka percakapan
"Sebenarnya ada apa Alvin kenapa Kamu tiba-tiba menghubungiku apa yang akan kamu bicarakan?"
"Aku kangen sekali denganmu aku gak bisa hidup tanpamu aku benar-benar bodoh percaya ucapan Lyra bahwa kamu hamil anak Rico tapi kenyataannya kamu gak Hamil Fa kamu mau gak maafin aku"
Aku sangat kaget akupun bertanya
"kamu tau dari mana?"
"Dari Lyra dia sendiri mengatakan dia minta maaf padaku dan mengakui semuanya"
"Tapi kenapa bertemu denganku tadi siang dia marah-marah gak ngaku sama kesalahannya bahkan dia membentakku kami sempat bertengkar"
"Ntahlah apa lagi yang direncanakan Lyra apa dia ingin mempermainkan kita lagi" ucap Alvin dia mendelik kesal
"Terus setelah kamu tahu apa gunanya?" tanyaku
Alvin mengenggam tanganku dan berkata
"Fa kita bisa memulai dari awal lagi bagaimana kalau aku bilang bahwa aku memang ayah dari anakmu karena jika kita bilang bahwa kamu tidak hamil itu berarti kamu masih perawan aku takut Rico enggan menceraikanmu Fa"
PLAKK! "Kamu bisa gak sedikit saja memikirkan perasaanku Alvin kamu dimana disaat aku membutuhkanmu kamu enggan mengakui anakmu waktu itu kamu gak percaya padaku kamu lebih memilih percaya pada Lyra aku benar-benar putus asa saat itu Alvin tapi aku mencoba kuat menghadapi semua cobaan yang menerpaku karena aku punya Allah aku percaya aku bisa melewati semua ini"
"Kamu gak tau aku bagaimana melewati hariku dirumah neraka itu bagaimana aku menghadapi cacian makian dari keluarga Rico bagaimana aku tetap berusaha menjadi istri yang baik walaupun Rico membenciku membentakku merendahkanku kamu gak ngerti itu Alvin!"
Aku menangis tersedu-sedu setelah selama ini ku pendam emosiku terhadapnya Alvin mencoba menggenggam tanganku lagi tapi aku menepis tangannya dia hanya terdiam membisu
__ADS_1