MANTAN menjadi SUAMI

MANTAN menjadi SUAMI
AKU DIFITNAH HAMIL


__ADS_3

AKU DIFITNAH HAMIL


........


Syarifa Najhma Ali Assegaf


"assalamualaikum" kenapa tidak ada yang menjawab mungkin sudah tidur kulihat jam ternyata sudah jam 11 aku buka pintu tidak terkunci nenek tidak akan marah kalau aku pergi dengan Bang Doni mau balik jam segini juga aku kunci pintunya aku menuju kamar membersihkan diri dan rebahan dikasur sambil memikirkan Rico tadi sampai akhirnya terlelap tidur


Keesokan hari seperti biasa bekerja adalah rutinitasku sehari-hari ditoko buku milik tanteku aku dipercaya mengelola toko tersebut dering Hpku berbunyi kulihat ternyata Alvin oh! aku lupa tidak mengabarinya semalam


"Hallo sayangku kenapa kamu kangen ya" godaku


"harusnya kamu taukan kenapa, kemana aja kamu tadi malam ngak hubungin aku bahkan aku WA ngak kamu balas"suaranya seperti sedang kesal


"maaf Baby aku lagi bantu nenek membereskan jahitannya untuk diserahkan besok ke yang punya karena capek aku langsung tidur" kataku maaf sayang aku berbohong batinku


"yasudahlah kalau begitu lanjutlah bekerja aku juga bekerja kemungkinan aku pulang malam banyak barang masuk hari ini jadi aku ngak bisa nemenin kamu ditoko sayang" katanya


"iya gak apa-apa kok sayangku ya udah semangat ya love you"ucapku


"oke sayang love you too"jawabnya


aku melanjutkan pekerjaanku menyusun buku Hpku berdering lagi apalagi sih pikirku tanpa melihat aku langsung angkat dan bicara


"Apalagi sayang katanya mau kerja"


tapi kok suara tangisan cewek yang aku dengar lalu aku lihat Hpku ternyata Lyra


"Sorry Ra kupikir Alvin kenapa ra kenapa jangan buat aku khawatir ada apa kamu kenapa menangis"aku panik mendengar dia menangis tadi malam masih baik-baik aja


"Fa Kenzo gak mau tanggung jawab"ucap Lyra dengan suara serak karena menangis


"oke aku kekosan kamu sekarang tunggu aku ya"ucapku


"Salwa aku titip toko ya nanti kalau aku ngak pulang juga tutup aja jam 5 aku ada urusan mendadak"kataku pada Salwa pegawai tanteku


"iya kak"ucap Salwa


Aku melaju mengendarai motorku menuju kos-kosan putri tempat tinggal Lyra sesampainya disana keketuk pintu rumah Lyra


"Ra ini aku Rifa" kataku padanya


Lyra membuka pintu kulihat wajahnya yang pucat matanya sembab habis menangis akupun memeluknya setelah menutup pintu Kosnya


"ayo bilang gimana ceritanya kok bisa Kenzo gak mau tanggung jawab" tanyaku


sambil menangis dia mencoba menceritakan


"Kenzo bilang lebih baik aku gugurkan anak ini karena mamanya gak merestui hubungan kami bahkan minggu ini dia akan ditunangkan dengan pilihan mamanya" lirihnya pelan


"Dasar laki-laki bajingan aku mau kerumahnya biar keluarganya tau kalau Kenzo bajingan aku akan maki-maki Kenzo didepan tunangannya itu minggu depan ya? lihat saja nanti" umpatku


"sudah Fa biar saja aku akan menggugurkan anak ini"aku kaget mendengar ucapannya dan langsung melepas pelukanku


"lu gila udah lu buat dosa zinah sekarang mau bunuh anak yang tak berdosa ini" kataku sambil memegang perutnya


"Fa aku juga gak mau pernikahanku gak bahagia karena terpaksa dia sudah tidak mencintaiku lagi"lirihnya tangisan Lyra semakin menjadi akupun memeluknya kembali


"Kalau gak cinta kenapa elu masih bertahan dan sampai punya anak dari dia?" tanyaku


"Aku masih mau bertahan Fa aku mencintainya Fa aku berniat tidak meminum pil kb agar Kenzo bersamaku selamanya tapi dia malah meninggalkanku"ucapnya dengan suara yang tersisa karena habis menangis


Aku menemani Lyra sampai tak terasa hari sudah semakin sore


"Ra kalau kamu mau kamu bisa menginap dirumahku kamukan tau aku tidak bisa menginap dikosanmu" tawarku padanya


"gak usah Fa aku mau kerumah kakakku saja dipekan baru malam ini mereka menjemputku"jawabnya sudah mulai tenang setelah meluapkan bebannya padaku tadi


"baiklah aku pulang dulu" kataku

__ADS_1


Aku kembali kerumah dan langsung membersihkan diri akupun juga langsung sholat Maghrib nenek dan kakek sedang sholat dimasjid setelah selesai sholat aku menyiapkan makan malam terdengar suara orang membuka pintu sepertinya kakek dan nenek sudah pulang


"Loh udah pulang Syarifa?"tanya nenekku


kalau aku menceritakan sebenarnya nanti nenek kecewa terhadap Lyra karena nenek memang tidak begitu menyukai Lyra


"Iya nek syarifa capek pengen tutup toko lebih awal aja"jawabku sambil mengambilkan nasi untuk nenek dan kakekku


Setelah selesai makan aku kembali ke kamar aku ingin menelpon Alvin aku mau cerita tentang Lyra tapi aku baru ingat kalau Alvin lagi lembur akupun langsung tidur saja


Besok harinya aku berangkat ke toko aku agak sibuk pagi ini sampai lupa menghubungi Alvin tapi biasanya jika aku lupa Alvin pasti sudah menelponku pikirku penasaran


Aku mencoba menelpon Alvin kenapa gak diangkat apa dia begitu sibuk hingga tidak sempat menghubungiku sampai hari sudah malam Alvin masih tidak menghubungiku aku masih menunggunya aku berharap Alvin datang


Setelah menunggu cukup lama aku memutuskan pulang kerumah sesampainya dirumah aku memberi salam


"assalamualaikum"aku langsung masuk


Plakkk! sebuah tamparan mendarat dipipiku


"Mama..." kataku heran aku memegang pipiku dan menahan tangisku


"MAMA SUDAH BILANGKAN KENAPA MASIH BERPACARAN JUGA KENAPA KAMU MENGECEWAKAN MAMA"bentak mama dengan emosi yang meluap-luap


"Apa sebenarnya terjadi Ma Syarifa ngak ngerti"tanyaku pelan


"KAMU MASIH BERTANYA HARUSNYA MAMA YANG BERTANYA BERAPA BULAN HAA? SIAPA AYAHNYA? HAA JAWAB MAMA" kata mamaku sambil menggucang tubuhku tambah emosi aku memandang nenek dan kakek tapi nenek menangis sedangkan kakek hanya diam dia tidak tega melihatku dimarahin seperti ini oleh Mamaku


"KENAPA KAMU GAK JAWAB PERTANYAAN MAMA FA MAMA TAU KAMU TELEDOR ITULAH NENEKMU MENEMUKAN TESPACK DISAKU CELANAMU NENEK LANGSUNG MENELPON MAMA DAN MENCERITAKANNYA" bentak mama lagi


Aku hanya diam bingung mau menjawab apa mama tidak akan percaya padaku karena bukti tespack itu ada disaku celanaku apa ini tespack Lyra tapi bagaimana bisa ada disakuku batinku


"Ma itu bukan tespack Syarifa itu tespack teman Ma"aku mencoba menjawab


Plakkk!... tamparan kedua mendarat lagi


Evi dan Dilla memberi salam masuk kerumah


"Jawab ibu Evi Dilla siapa yang menghamili Rifa siapa pacarnya?" tanya Mamaku


"buk gak mungkin Rifa seperti itu Rifa memang sudah punya pacar tapi mereka jalanpun dengan kami atau ditoko buku jadi gak mungkin"jawab Evi


"Iya bu Rifa sangat takut dia bahkan selalu mengingatkan Dilla jadi gak mungkin Rifa sampai hamil seperti ini buk"sahut Dilla


"Jangan membelanya kalian cuma jawab siapa pacarnya panggil dia kesini"perintah Mamaku


"Ma bukan dia" kataku


"JADI SIAPA?" bentak mama


Aku terdiam dan menangis jika aku beritahu pacarku Alvin bakal tambah runyam Alvin pasti bingung karena dia tidak tahu apa-apa


Evi dan Dilla memelukku menenangkanku


"Baiklah jika kamu tidak mau menjawab Mama Evi Dilla tolong bujuk dia supaya memberitahu siapa ayah dari anak yang dikandungnya"kata mama


Evipun membawaku ke kamarku dan Evi mencoba bertanya dengan hati-hati


aku menceritakan kejadian sebenarnya


"Fa gue sudah tau Lyra itu seperti apa dia selalu memanfaatkan kebaikanmu terlebih lagi dia sering menggoda Alvin kalau lu gak ada Fa" ucap Dilla membuatku kaget


"Kamu jangan bohong Dil" ucapku tak percaya


"Sumpah Fa aku pernah memergokinya dia bahakan memeluk mengganden Alvin tapi aku tidak mau memberitahu lu Fa gue takut lu gak percaya"jawab Dilla aku makin kaget dan gak percaya


"Alvin seharian ini tidak bisa aku hubungi "ucapku ada ketakutan dibenakku


"cepat hubungi Alvin Fa aku takut Lyra sudah mempengaruhi Alvin"sahut Evi

__ADS_1


aku langsung mengambil Hpku ditas dan menghubungi Alvin aku sedikit tersenyum akhirnya tersambung


"Hallo sayang" ucapku sambil tersenyum


"Iya Fa ada apa? aku hari ini sibuk jadi gak sempat angkat telpon dari kamu"jawab Alvin tapi kenapa dia tidak memanggilku sayang dan suaramya datar pikirku


"Sayang tolong kamu percaya padaku aku dijebak Lyra dia kemarin ngomong ke aku kalau dia yang hamil mungkin Lyra sengaja taruh tespack itu disakuku yank Mama ngak percaya aku ngak hamil kamu tau Mamaku seperti apa yank Mama akan terus pukulin aku jika aku gak ngomong ayah dari anakku sayang "kataku menjelaskan semuanya sambil menangis tersedu-sedu


"Please Fa kita putus saja jika kamu lebih mencintai Rico aku rela Fa jika itu membuatmu bahagia datangi Rico minta pertanggung jawabannya Rico"suara Alvin bagaikan petir menggeluntur disiang bolong


"sayang kamu salah paham aku bahkan tidak pernah bertemu Rico"jawabku


"TIDAK PERNAH KATAMU MINGGU MALAM KAMU KEMANA HAA? ITU PERTEMUAN TERAKHIRMU DENGANNYA KAN LYRA MENUNJUKAN FOTONYA BAHKA VIDEONYA FA AKU PIKIR LYRA BERBOHONG TAPI KAMU MALAH MEMFITNAHNYA BAHWA LYRALAH YANG HAMIL" bentaknya membuatku kaget dan menangis sejadi-jadinya Evi langsung menarik Hpku


"LOE AKAN NYESAL AL LEBIH PERCAYA LYRA DIBANDINGKAN RIFA"bentak Evi dan langsung mematikan Hpku


Aku terkulai lemas tak percaya bahwa Alvin lebih mempercayai Lyra dibandingkan aku Evi dan Dilla memelukku merealah sahabatku yang sebenarnya bukan Lyra aku benar-benar kecewa padanya tega sekali dia 13 tahun kami bersama dari SD sampai SMA kami tak pernah terpisahkan bahkan dikelas X SMA kami pernah terpisah aku memohon pada guru agar kami tetap bersama


KENAPA RA KENAPA KAMU TEGA SAMA AKU LYRA APA ARTI PERSAHABATAN KITASELAMA INI RA APA SALAHKU RA SAMPAI KAMU TEGA MENGHANCURKAN AKU SEPERTI INI ucapku dalam batin


........


Alvin Zaydan


Sesudah pulang kerja aku merebahkan diri karena kecapekan Hpku tiba-tiba berdering kulihat dilayar ponselku tertulis nama Lyra kupikir Rifa yang menelpon aku angkat


"Ada apa Ra?"tanyaku


"Bang Al kok males gitu sih suaranya kenapa berharap Rifa ya yang Nelpon"sahut Lyra


"Ya iyalah dia pacar gua apa sih lu ganggu gua tidur aja"kataku kasar


"Yaudah deh aku tutup telponnya tadinya aku mau ngomong kalau aku ketemuan sama Rifa di party temen bareng Rico lagi mantannya"ucapnya mengagetkan ah! paling akal-akalannya Lyra batinku


"Ra lu tu sahabatnya Rifa apa ngak sih kok seneng banget gangguin hubungan gua ama Rifa lu pengen gua putus sama Rifa haa?"


kataku lebih kasar lagi


"gua udah tau Bang lu ngak bakal percaya omongan gua setelah ini gua send fotonya bareng Rico yaudah ya bye"ucap Lyra sambil tertawa


ngak mungkin Rifa khianatin aku dia sayang padaku pasti Lyra ingin menjebakku saja agar aku putusin Rifa akupun menelpon Rifa lalu aku bertanya dia kemana seharian ini ternyata benar dia dirumah membantu neneknya Dasar Lyra wanita jalang umpatku


Ting! bunyi pesan masuk aku buka DEG! ya tuhan ini bukan foto aja tapi Video juga ada ngak mungkin editan aku benar-benar kecewa kenapa Fa kamu membohongiku


Keesokan harinya aku tidak bisa tidur kepikiran Rifa semalam aku memutuskan tidak menghubunginya agar dia tau kesalahannya dan menjelaskan semuanya


Aku bekerja seperti biasa aku istirahat menikmati makan siangku rasanya tidak selera aku melihat Lyra dari jauh menuju ketempatku apalagi sih batinku


"Aduh Bang jangan ditekuk gitu dong wajahnya"godanya sambil duduk didepanku


"Mau apalagi kamu Ra?" tanyaku dan kembali makan


"Rifa HAMIL Bang" jawabnya membuatku tersedak Lyra memberiku minum


"LU SINTING YA RA"bentakku padanya sampai semua orang melihatku


"Lyra serius Bang, itu anaknya Rico apa anak lu Bang? " tanyanya santai


"Lu jangan ngada-ngada Ra lu berani fitnah Rifa gua bakal habisin elu"ancamku padanya


Lyra hanya tertawa sambil berkata


" Fix itu anaknya Rico Lyra melihat ekspresi abang kayak gini gak mungkin anak abangkan? kalau abang ngak percaya abang tunggu aja"kata Lyra sambil berdiri meninggalkanku


Aku ngak percaya aku yakin Rifa ngak mungkin khianatin aku


"pak barang masuk lagi hari ini" kata Budi salah satu pegawai supermarket disini


"Baiklah"aku melanjutkan pekerjaanku hingga larut malam lagi akupun menuju parkir Dering hpku berbunyi sudah panggilan ke 20 kali aku angkat telponya tapi aku sangat kecewa mendengar ucapannya kalau tespack ada disakunya tanpa sadar aku membentaknya aku benar-benar kecewa kenapa Fa kenapa kamu khianatin cinta kita sudah 3 tahun ini aku melaju motorku sekencang-kencangnya

__ADS_1


__ADS_2