
.................
Syarifa Najhma Ali Assegaf
Setelah selesai sholat aku dan Evi hendak pulang sebelum pulang kami duduk sebentar untuk memakai sepatuku aku mengikat tali sepatuku ntah kenapa meski saat ini aku pakai baju kebaya tapi tak bisa meninggalkan sneakers kesayanganku namun tiba-tiba ada seseorang membantuku mengikat tali sepatu aku sangat mengenal tangan ini dan jam tangan ini yah! akulah yang memberikan jam tangan ini aku langsung mendongakkan kepalaku untuk memastikan benar saja dugaanku
" Alvin "
aku kaget atas apa yang dilakukan tapi tak kutampis saat dia hendak mengikat tali sepatu sebelah lagi kami saling menatap bahkan sangat dekat
" Ya " ucapnya santai sambil tersenyum manis
Aku langsung berdiri menggandeng tangan Evi namun tanganku ditahan lebih dulu oleh Alvin
" Aku cuma pengen ngomong kok Fa kan ada Evi jadi gak akan ada kesalahpahaman nanti " ucapnya
" Tapi Al aku yang gak mau ngomong sama kamu " ucapku sambil ingin melepaskan tangannya aku tak sanggup untuk melihatnya itu sebabnya aku tak menoleh ke arahnya sedangkan Alvin tetap menahan tanganku dari belakang
" Sebentar saja " ucapnya memohon
" Apa yang harus diomongkan lagi Al " lirihku pelan
" Fa biarlah ntah itu penting kan ada aku buat nemenin " ucap Evi menengahi kami
" Ya udah ayo cari tempat "
Akhirnya aku menyetujui jujur saja aku bukan tak mau berbicara dengan Alvin tapi aku takut terlihat lemah didepan Alvin karena Alvin adalah kelemahanku setelah dapat tempat yang dituju aku dan Evi duduk sedamgkan Alvin memesan makanan
" Laparkan? kita makan dulu ya " ucapnya
" Iya kita emang mau cari makan sih " jawab Evi
aku hanya diam saja tak menanggapi tapi Alvin tak hentinya menatapku aku sangat risih dengan pandangannya karena aku takut Alvin tau aku salah tingkah karena dia menatapku terus makananpun datang kami melahapnya hanya Evi dan Alvin yang terus berbicara sepenjang kami menikmati makan mereka menanyakan kabar satu sama lain sampai membahas kepergian Lyra
" Fa kok diam aja sih " ucap Alvin
" aku udah kenyang gak usah " kataku
" Loh? aku nanya kok diam aja "
" Eh! iya-ya aku kira tadi nanya nambah lagi gitu " jawabku cengegesan sumpah aku benar-benar malu
Evi berdehem sambil tertawa pelan aku tau dia pasti mengejekku saat ini dan kulirik Alvin dia malah menatapku tersenyum juga aku langsung mengalihkan pandanganku
" Apa sih aku cuma lagi mikirin Rico dia udah makan apa belum gitu " namun Evi malah kencang menertawaiku " Aku mau Wa dia dulu "
" Sahabat macam apa elu haa! malah buat gua kikuk kek gini cepet pamit deh sama Alvin bisa mati berdiri gue ditatapnya terus " lalu aku tekan send tanpa melihat dulu siapa penerimanya dan tak lama bukannya hp Evi yang berbunyi justru hp Alvin lalu aku sontak melihat hpku kebawah meja
"Oh! astafirullah ya sallam " aku tau aku sangat tau Alvin pasti memandangku dengan menertawaiku tapi aku tak berani menegakkan kepalaku aku terus menyembunyikan wajahku dengan pura-pura mengetik pesan
" Kenapa sayang begitu groginya kamu didekatku ada Evi aja kamu kek gini gimana kalau kita berduaan ya " dia membalas pesanku yang seharusnya untuk Evi
" Vi udah deh pulang yuk katanya mau ke rumah nenek gue kan " kataku berdiri sambil mencoba menetralisir perasaanku namun tangan ini tak bisa diajak kompromi yang terus gemetar sejak kedatangan Alvin tadi
Namun lagi lagi pandangan Alvin membuatku kikuk kembali dia menatapku dengan senyuman hangatnya seperti dulu lalu Evi yang lagi menyeruput minumanya tersedak dia yang tak mengerti apa-apa hanya menatapku bingung padahal makanan dan minuman kami belum habis sepenuhnya
__ADS_1
" Fa sayang loh makanannya mana Alvin tratirin lagi "
" Iya tapi nanti aku takut pulang kesorean "
" Ya udah vi pulang aja gak apa-apa aku takut nanti ada yang pingsan karena menhan malu atau justru kangen ya? " ucap Alvin santai sambil menaruh kedua tangannya dimeja seperti memohon dan aku bisa melihat dia juga sambil tertawa kecil
Aku menarik tangan Evi mencari taxi untuk pulang
" Stop Fa stop elu kenapa sih ni lagi tangan lu basah kena keringat juga gemetaran " ucap Evi sambil mengangkat tanganku yang dari tadi mengengam tangannya
" Atau elu beli move on Fa " evi melirikku tajam
" Apa sih vi ngak gua cuma kikuk karena udah lama gak ketemu " aku melambaikan tangan saat taxi lewat lalu kamipun masuk
" Fa saranku kalau Rico gak bisa melepas Kyra elu minta cerai aja toh Alvin masih setia loh nungguin elu Fa lu liat tadi dia pakein tali sepatu dengan lembut dan kasih sayang uhhh!!! kalau gue sumpah baper digituin sama mantan "
" Gue yang digituin elu yang kesenengan ya udah kalau lu suka sama Alvin noh! kejar aja sana gue gak perduli "
" Yang bener gue gak disumpahkan kalau gue deketin Alvin "
Aku melirik tajam ke arah Evi yang seolah-olah perkataannya berhubungan dengan kepergian Lyra karena sumpahku
" Gue bercanda kali gak usah pelototin gue kayak gitu "
Setelah sampai aku dan Evi turun kami terpisah saat membuka pagar rumah kami masing-masing yang bersebelahan aku masuk dan memberi salam kakek dan nenek yang sedang istirahat langsung bangun mendengar suaraku
" Ya Allah akhirnya datang juga kesayang kakek "
" Iya kek tadi wisuda Dilla trus pulang bareng Evi sekalian singgah "
" Belum nek, Nenek masak apa? "
" Masak asam pedas ikan patin kesukaanmu itu "
" Iya ! yaudah Syarifa langsung cuss kedapur "
Sejujurnya tadi aku tak bisa makan dengan tenang karena Alvin terus memandangiku padahal tadi ikan bakar nilanya sungguh lezat namun aku tak bisa menikmatinya dengan tenang hisk hisk tapi sudahlah semua terganti dengan hidangan yang ada didepan mataku ini aku melahapnya dengan rakus sebab aku sangat merindukan masakan nenek
" Haduhh.... begah perut seharusnya tadi gak usah makan banyak karena tadi sudah makan meski sedikit sekarang malah kek gini " gerutuku
" Kenapa Fa " nenek menghampiriku setelah mendengar celetukanku
" Kekenyangan nek "
" memangnya kamu gak dikasi makan sama Rico sampai rakus gitu "
" Gak kok nek cuma kangen aja masakan nenek "
" Ya udah bawa istirahat aja sana "
" Yaudah nek Syarifa istirahat dulu ntar sore baru pulang kek nya "
" Iya iya sana "
.................
__ADS_1
Rico Malven Narendra
Kemana Rifa sudah sore belum pulang juga dari pagi sampai sore apa gak tau waktu telponku juga gak diangkat batinku
Aku hendak pulang ke rumah sesudah memeriksa bengkel namun saat sampai dirumah lagi lagi aku tak menemukan Rifa aku yakin kemana lagi kalau tidak kerumah nenek bukannya tadi dia bilang dia pergi melihat Dilla wisuda mungkin dia capek lalu istirahat dirumah nenek ya pasti itu sebaiknya aku kesana pikirku
Sesampai disana aku memberi salam dan benar dugaanku dia terlihat bercengkrama dengan kakek dan neneknya
" Kok gak ngabarin sih "
" Oh lupa gak pegang hp juga "
" Ya udah pulanglah Fa udah mau maghrib juga " kata Kakek
" Iya Kek " ucapnya dia pergi mengambil tasnya lalu keluar dan pamit hendak pulang
Sepanjang perjalanan dia hanya diam membisu sudah seminggu dia ini berubah biasanya dia masih mau bicara meski kemarin sempat ditinggalkan Lyra tapi ini hanya seperlunya dia berbicara
" Fa kamu kok berubah sih banyak diemin aku ? emang aku ada salah apa? " aku yang dari tadi gelisah akhirnya kusebutkan juga kegelisahanku
" Gak apa-apa "
" Fa kamu kira aku anak kecil gak tau kalau kamu lagi marah sama aku "
" Aku gak marah cuma kecewa " ucapnya aku mengeryitkan dahi karena bingung
" Kenapa? aku ada berbuat salah "
" Menurutmu " dia melirikku tajam
Aku hendak bertanya namun dia lebih dulu turun dari mobil karena saat ini kami sudah sampai didepan rumah lalu aku mengikutinya
" Rifa kamu kenapa sih " ucaoku sambil menahan tangannya
" Kita bicara dikamar aja deh Co gak enak kalau Papa Mama kamu dengar " ucapnya sambil mencoba melepaskan genggamanku
Aku mengangguk setuju lalu kamipun menuju kamar begitu aku selesai menutup pintu akupun bertanya lagi namun lagi lagi dia menghindariku dia pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri setelah itu sholat mahgrib akupun membersihkan diri juga
" Kenapa sih Fa " tanyaku lagi setelah memastikan dia selesai menunaikan kewajibannya
" Menurut kamu ada salah gak ? " dia malah balik bertanya
" Aku salah apa? " tunggu apa jangan-jangan dia tau aku sering mengunjungi Kyra batinku
" Mak-sud kamu gimana sih aku gak ngerti " ntah kenapa aku jadi gugup setelah menyadari kesalahanku
" Co kalau kamu gak bisa ninggalin Kyra lepasin aja ak.. "
" Kamu apa-apaan sih ngomongnya ngelantur " aku tak bisa melepaskanmu sampai kapanpun
" Aku serius co aku tau kamu masih sering ngunjungi Kyra kamu bertindak seolah-olah bayi didalam kandungan Kyra anakmu "
" Maka dari itu kamu cepatlah hamil agar aku tak mengurus anak orang lain! " aku yang dari tadi siang menahan emosi akhirnya tak terkontrol lagi
" Ka-mu hisk... hisk... " dia kaget lalu menangis dan pergi meninggalkan aku
__ADS_1