
............
Syarifa Najhma Ali Assegaf
" Huh.... kenyangnya" kataku dan aku tak sengaja bersendawa Rico Evi dan Dilla kaget lalu menertawaiku aku yang malu langsung menutup mulutku
" Yah gimana kalau udah namanya sambel gak bisa ditahan lagi ya Fa " kata Dilla
" Emhemh! enak soalnya " kataku sambil tersenyum
" Yah baguslah biar cepat sembuh kamu sayang badannya juga udah gak panas lagi malah keringatan ni " kata Rico sambil memegang kepalaku lalu mengusap keringat dengan sapu tangannya yang dikeluarkan dari sakunya
Evi berdehem pelan lalu melirikku sambil tersenyum sambil berkata
" Enak banget ya yang udah nikah "
" Iya Vi bikin iri yang jomblo aja ya " ledek Dilla yang sengaja menyindir Evi karena saat ini dia jomblo
Evi yang tadi tertawa langsung memasang wajah cemberut
" Biarin gua jomblo daripada elu mantan dimana-dimana "
" Ah! elu mah syirik aja ama gue " ucap Dilla
Aku dan Rico tertawa geli melihat tingkah mereka dan tiba-tiba terlintas dipikiranku sahabatku satu lagi yang sedang berjuang untuk melawan kematian
" Ada apa sayang tadi tertawa tau-tau kok langsung murung gitu mukanya " tanya Rico
" Aku kalau ngumpul gini jadi ingat sama Lyra Co " ucapku
" Iya sabar ya sayang kita doakan aja Lyra cepet sadar bisa sembuh dan kumpul sama kita semua disini " kata Rico
" Iya sayang "
" Ya udah kita pulang ? " tanya Rico
" Ya udah sudah selesai jugakan " jawab Dilla
Sebelum Rico membayar tagihannya dia terlebih dahulu mengangkatku untuk duduk di kursi roda lalu Evi dan Dilla membawaku menuju mobil
Setelah mengantar sahabat-sahabatku aku akhirnya sampai juga di rumah kami memencet bel cukup lama namun tidak ada jawaban lalu Rico menelpon Mamanya dan ternyata Kak Raniya ada masalah sehingga Mama menyusul kesana Mama juga bilang kunci rumah dititipkan ke tante Yeni sebelah rumah disaat Rico hendak ke rumah Tante Yeni mengambil kunci tapi ternyata pembantu tante Yeni sudah dahulu datang mengantarkan Kunci
" Ini Mas kuncinya dititipkan Mama Mas ke buk Yeni tadi " ucap Bi Sri pembantu tante Yeni
" Makasih loh Bi udah mau anterin kuncinya " kata Rico
__ADS_1
" Sama-sama Mas kalau gitu saya pulang dulu ya Mas " kata Bi Sri dan berlalu meninggalkan kami berdua
Rico membuka pintu rumah dan mendorong kursi rodaku lalu menutup pintu sambil bertanya padaku dia jongkok dan menatapku
" Sayang gak gerah kamu ? "
" Gerah sih, emang kenapa ? "
" Mau mandi bareng sayang "
Aku menatapnya tajam namun dia malah membalas dengan senyuman nakal aku akhirnya menyerah dan mengangguk setuju lalu dengan sigap Rico menggendongku dan mendudukkanku di bathup kamar mandi membuka bajuku satu demi satu dan tak lupa juga dia membuka bajunya menyisakan celana pendek
" Kamu mah curang aku gak pakai apa-apa sementara kamu masih pakai celana " kataku
" Loh mau lihat sayang " ucap Rico sambil tersenyum nakal
" Ih! apaan sih ngak, siapa yang mau lihat juga " kataku mengeles
" Tapi aku gak mau dilihat aja loh sayang pengennya disentuh " kata Rico
" Gak mau mandi kalau kek gitu mah " ucapku sambil memanyunkan bibir
Namun Rico malah mengecup bibirku dan sesekali memainkan ** payudaraku lalu kami bercumbu panas dan Rico tiba-tiba menghentikan aksi panasnya lalu bangun dan menghidupkan air untuk mengisi bathup setelah itu dia memandikanku
" Kalau gak mau ngapain kek gini jadi buat mupeng aja " batinku kesal
" Huhh!! " aku menggigit bibir bawahku sambil mendongakkan kepalaku ke atas
Rico mulai bergerak maju mundur pelan namun mampu membuatku melayang hingga rasanya seperti melayang di udara lalu dia mulai mempercepat gerakannya dan nafas kami mulai menderu dan akhirnya Rico dan aku klimaks
Rico mengambil nafas dengan posisi dia tertidur di atas tubuhku aku yang susah bernafas berkata
" Co... hah aku... gak... bisa... nafas... " ucapku dengan nafas yang tersengal
" Sorry sayang " kata Rico lalu dia berdiri dan tiduran lagi disamping tubuhku
" Maaf ya sayang aku lagi-lagi gak bisa nahan diri padahal kamu baru aja sembuh " sambung Rico lagi dia memiringkan kepalanya untuk melihatku
" Gak apa-apa sayang " aku memiringkan kepalaku juga lalu kukecup bibirnya
Aku dan Rico tetap diposisi seperti ini hingga kami tak sadar kami sudah terlelap tidur sampai sore lalu aku terbangun kulihat jam sudah pukul 5 sore saat mau mandi aku ingin mencoba kakiku dengan tidak menggunakan tongkat maupun kursi roda dan ternyata bisa meski masih tertatih
Setelah selesai mandi aku menunaikan kewajibanku sebagai umat muslim lalu membangunkan Rico, Rico bangun dan langsung menuju kamar mandi untuk mandi
Disaat aku membereskan sajadahku tiba-tiba ponsel Rico berbunyi kulihat layar ponselnya tertulis nama Kyra dengan emoticon love aku kesal melihatnya lalu aku berniat mengangkatnya namun Rico menganggetkanku karena tiba-tiba muncul dan menarik ponselnya dari tanganku
__ADS_1
" Maaf ya sayang nanti aku akan jelasin tapi jangan sebaiknya berurusan dengan Kyra ya sayang aku gak mau kamu kenapa-kenapa " kata Rico meyakinkan dengan tangannya memegang kedua pipiku
Aku menarik tanganya lalu aku menyuruhnya untuk kembali mandi dia menurut dan kembali aku tak tahan lalu menangis
...............
Rico Malven Narendra
" Oh tuhan aku menyakitinya lagi " gerutuku pelan
setelah menutup pintu kamar mandi aku bersender dibalik pintu aku bingung harus pilih siapa antara Rifa atau Kyra aku akui saat ini perasaan yang kumiliki untuk Kyra telah berpindah kepada Rifa tapi aku juga tak bisa meninggalkan Kyra begitu saja lalu ponselku berdering lagi Kyra menelpon lagi lalu kuangkat
" Ada apa Ky? " tanyaku
" Kemana ucapan BABE yang selama ini sering kamu ucapkan " jawabnya
" Ky aku tahu aku memang harus tanggung jawab atas kamu tapi tolonglah ngertiin aku saat ini aku sudah menikah jadi jangan sembarangan menghubungi aku " kataku
" Tapi aku hamil Co " ucapnya lantang
" Elu gila ya gua aja gak pernah nyentuh lu semenjak nikah gimana bisa hamil " kataku tak kalah lantang
" Tapi ini anak lu Co " ucapnya sambil terisak
" Ky elu gak ada berhubungan dengan laki-laki lain kan ? "
" Elu apa-apaan haa! setelah elu pakai gua elu tinggalkan gitu aja karena dapat yang baru iya! dengar Co gua gak bakal tinggal diam elu giniin Co "
Setelah Kyra mengancamku dia memutuskan panggilan telponnya aku sangat ingat jelas sudah 3 bulan terakhir tak pernah menyentuhnya hanya kiss itu saja setelah berpikir cukup lama aku mulai mandi lalu keluar dari kamar mandi Rifa yang tadi ceria sekarang memasang wajah murung aku mendekatinya
" Sayang! "
" Co kalau kamu masih mencintainya? " tanya Rifa
" Aku sudah gak mencintainya sayang aku sekarang udah jatuh cinta sama kamu tapi aku juga gak bisa melepaskan tanggung jawabku aku sudah menyentuhnya " jawabku sambil menundukkan kepalaku karena malu
Rifa makin menangis sejadi-jadinya aku memeluknya namun dia menolak dan berkata
" Tinggalkan aku! "
" Sayang please itu dulu sekarang aku milikmu aku tak pernah menyentuhnya lagi setelah menikah " kataku meyakinkannya
" Tapi Co tetap saja bagaimana bisa kamu meninggalkannya begitu saja " ucap Rifa
" Itulah sayang aku bingung "
__ADS_1
" Dia juga berkata sedang hamil padahal aku tak pernah menyentuh demi Tuhan sayang " sambung aku lagi
" Aku tak mau jika harus berbagi suami tinggalakan aku jika kamu memilih Kyra dan tinggalkan Kyra jika kamu memilih akau Co " kata Rifa dengan penuh penekanan