MANTAN menjadi SUAMI

MANTAN menjadi SUAMI
Kyra


__ADS_3

........


Syarifa Najhma Ali Assegaf


Setelah Lyra meninggalkan kami Evi mencoba menenangkanku dengan memelukku dan Evi mengajak mencari tempat untuk duduk tapi aku menolak karena kepalaku sangat sakit kami memutuskan untuk pulang


"Maaf ya Vi kita gak jadi ngemall kepala gua sakit banget"kataku


"gak apa-apa kok Fa istirahat gih sana"jawabnya Evipun melaju motornya meninggalkanku


Aku membuka rumah dan masuk kekamar sebelum istirahat aku meminum obat sakit kepala dan terbayang kenanganku bersama Lyra dimana awal kami bertemu sewaktu pertama masuk SD dia menjadi teman sebangkuku sampai lulus SD kami tetap sekelas karena kami sama pintarnya guru mengijinkan kami tetap bersama


Sampai SMP kami sepakat satu sekolah lagi dan sebuah keberuntungan juga kami sekelas lagi sampai SMA kamipun memilih satu sekolah lagi kami berdua jadi murid favorit baik guru maupun murid lainnya karena Lyra selain pintar dia juga cantik bahkan sangat cantik dan penampilannya selalu modis dan trendy


kalau aku bisa dibilang manis aku punya lesung pipi hanya saja karena aku berjilbab jadi orang lebih menghargai aku teman laki-lakiku tidak pernah menggodaku selalu Lyra yang jadi sorotan itulah dia merasa lebih unggul dariku


Padahal aku juga tidak berharap jadi sorotan mereka yang menyukai kita karena penampilan bukanlah cinta melainkan nafsu semata tapi beda halnya dengan Rico dia sangat tampan bahkan sangat tampan dia urutan pertama dari Kenzo pacar Lyra hanya sekali lihat saja bisa membuat kita jatuh cinta itulah aku sampai melupakan perasaan Lyra karena kami saling mencintai waktu itu


Tiba-tiba suara ketukan pintu membuyarkan lamunanku akupun keluar untuk membuka pintu terlihat gadis berambut pirang dengan dandanan full make up memakai mini dress merah dan sepatu high heels dia masuk kerumah tanpa kupersilahkan dan duduk disofa tanpa kusuruh duduk


Akupun bertanya


"Anda siapa mau apa dan cari siapa?"


Dia menjawab pertanyaanku


"Perkenalkan namaku Kyra Ashley Maheswary aku pacar Rico aku kesini untuk melihat perempuan seperti apa yang berani mengambil Rico dariku"


Ternyata gadis ini yang bernama Kyra dia keturunanan india dia cantik hanya saja kulitnya sedikit hitam tapi seksi tubuhnya sangat proposional tapi menurutku kalau gadis ini seumuranku sangat tidak cocok dengan penampilannya


"Aku tidak berniat sedikitpun mengambil Rico darimu hanya saja aku dijebak oleh sahabat dan kekasihku sendiri itulah sebabnya aku menikah dengan Rico"


"Oh! tidak merebut ya tapi kamu sudah berhasil membuat Rico memikirkanmu dan anak harammu buat apa jilbabmu ini jika bawahmu tidak kamu tutupin bahkan kamu memfitnah Rico"ucapnya


"Dengar Kyra bagaimanapun aku tidak ada hubungannya dengan jilbabku jangan pernah memandang rendah agamaku karena masalah ini, kamu tidak tahu apa-apa tentang islam jadi jaga bicaramu seharusnya kamu tau kalau aku dan Rico sepakat berpisah setelah setahun nanti jadi kamu tidak perlu khawatir aku merebut Rico karena aku juga tidak menginginkan laki-laki sepertinya"kataku dengan tegas


Kyra bangun dari duduknya untuk mendekatiku dan berkata penuh penekanan


"pegang kata-katamu Rifa jangan sampai kamu menjilat ludahmu sendiri"

__ADS_1


Setelah berbicara diapun berjalan pergi


"huh! apa cantiknya gadis itu sampai Rico mencintainya hanya karena seksi akupun seksi kalau berpakaian seksi bahkan kulitku lebih putih darinya bedanya hidungnya aja lebih mancung"gerutuku


Aku hari ini benar-benar sial setelah bertemu Lyra sekarang Kyra sama-sama menjengkelkan namanya pun sama kepalaku jadi tambah pusing sekali meskipunsudah minum obat bagaimana tidak aku bertengkar dengan dua orang sekaligus aku sangat lelah kulihat jam ditanganku menunjukkan pukul 15.30 wib lebih baik aku istirahat sebentar pikirku


.........


Rico Malven Narendra


Setelah sarapan aku berangkat ke bengkel aku menyapa anggotaku yang lagi bekerja dan berjalan menuju ruanganku aku cukup disibukkan dengan laporan-laporan yang ada di mejaku kini bengkelku sudah mulai besar aku menambah membuka dua pintu ruko lagi agar memperbesar bengkelku setelah selesai melihat laporan aku memikirkan rifa aku takut jika terjadi apa-apa padanya dan anaknya apalagi dia dirumah sendirian


"Baby!"suara Kyra mmbuyarkan lamunanku


"Baby kamu kok tumben datang pagi beb bukannya kamu harusnya masih tidur ya" ucapku


"Ih! kamu tu gitu kamu ngeledek aku gak bisa bangun pagi biasanya juga gak pernah ngomong kayak gini apa karena sudah terbiasa melihat istrimu yang selalu bangun pagi dan lagi pula ini bukan pagi lagi ini sudah jam 11 baby"ujarnya dengan wajah yang ditekuk matanya menyiratkan kesinisan terhadapku


Aku hanya tersenyum padanya aku sadar salah karena tidak melihat jam akupun bangun dari dudukku dan menghampirinya lalu kudekatkan bibirku dan kucium bibir lembutnya dalam-dalam sambil memejamkan mata kupeluk tubuhnya dan kedua tangannya melingkar dileherku tiba-tiba wajah Rifa terlintas dipikiranku aku reflek melepaskan adegan panas kami


"Ada apa baby?" tanya Kyra heran dan kaget melihat tingkahku


"Gak apa-apa sayang aku hanya sedikit pusing saja"jawabku lalu aku terduduk disofa aku menundukkan kepalaku


"RIFA! RIFA! RIFA! kenapa harus nama Rifa yang kamu bawa-bawa bahkan aku tak ada menyebutnya kamu selalu cemburu gak jelas, kan sudah ku katakan aku tidak pernah tidur satu ranjang dengannya kenapa kamu tidak mengerti"tanpa sadar aku membentaknya


"Kamu berubah Co semenjak kamu menikahi gadis itu, apa kamu ingat kapan kita tidur bareng terakhir jangankan tidur bahkan berciuman saja kamu sudah tidak pernah lagi bagaimana aku tidak cemburu"ucapnya pelan sambil terisak aku tidak tega melihatnya akupun memeluknya


"Baby sorry aku gak suka kamu nyebutin nama Rifa please! aku hanya lelah saja sayang tidak ada sangkut pautnya dengan Rifa aku tidak pernah menyentuhnya aku hanya mencintaimu baby" kataku sambil mencium keningnya


"Baby aku takut kamu tergoda sama Rifa kalau kamu sayang sama aku, aku mau kita liburan seminggu ke luar kota"pintanya


aku melepaskan pelukanku dan memegang kedua lengannya aku berkata


"Baby saat ini keluargaku tidak ada dirumah dan Rifa sendirian dirumah dalam kondisi hamil bahkan pagi tadi dia terlihat sedang sakit aku gak mungkin meninggalkannya"


"Benerkan aku bilang kamu mulai mencintai gadis itu kamu tidak bisa jauh darinya aku tidak mau membagi cintamu dengannya"ucapnya kesal


Aku berjalan kearah mejaku sambil berkata "Berapa kali harus kukatakan Kyra aku lelah harus berdebat denganmu setiap hari jika aku sudah tidak bisa memuaskanmu lagi kamu bisa cari gigolo untuk memuaskan nafsu birahimu itu aku tau aku tidak pernah menyentuh 2 bulan terakhir itu sebabnya kamu bertingkah seperti ini"

__ADS_1


"Bahkan sekarang kamu memandang rendahku Rico" katanya pelan derai airmatanya mengalir deras dipipinya


Aku tak memperdulikannya aku sangat jengkel denganya hanya nafsunya saja yang dipikirkanya aku tak mengerti dengan Kyra seharusnya dia berpikir jika saja dia tidak menggugurkan kandungannya mungkin kami sudah menikah


"Aku capek Kyra tolong tinggalkan aku" ucapku pelan


Lalu Kyrapun meninggalkanku sambil menangis ntah kemana dia akan pergi dengan kondisi seperti itu kenapa sangat berbeda dengan Rifa Kyra sangat pemarah egois dan keinginanya lebih penting daripada aku selama kami sering belibur ke luar kota dia tak perduli bagaimana keperluanku malah aku yang mengurus segala keperluannya sedangkan Rifa meskipun aku sering membentaknya dia tak pernah melawanku dan tetap menjawab dengan suara pelan dia tetap mengurus segala keperluanku


Wajar saja Kyra anak kesayangan oleh orangtuanya dia juga berasal dari keluarga kaya sudah terbiasa hidup mewah manja segala keperluannya disiapkan oleh pembantu-pembantunya sedangkan Rifa gadis mandiri dari kecil sudah tinggal bersama neneknya Mamanya saja tak perduli dengannya itulah sebabnya dia tak pernah menyusahkan kami malah banyak membantu menyiapkan segala keperluan kami


Bagaimana jika aku benar jatuh cinta kepada Rifa seperti yang dikatakan Kyra ah! tapi tidak mungkin bagaimana bisa aku menerima anak haram itu aku harus mencari dulu siapa ayah kandung dari anaknya serta mencari alasan kenapa harus aku yang bertanggung jawab atas anaknya itu


Perutku mulai lapar jam sudah menunjukan pukul 02.00 pantas saja perutku lapar sudah lewat jam makan siang gara-gara bertengkar dengan Kyra tadi akupun keluar mengendarai motorku dan mencari tempat makan terdekat aku sudah sangat lapar hingga tak sempat memilih-milih tempat makan yang enak yang penting aku bisa mengenyangkan perutku saat ini


Setelah selesai makan aku tidak sengaja bertemu dengan Bambang di temanku dari waktu kecil


"Hei bro! apa kabar elu? gila udah lama banget kita gak ketemu"ucapnya menyapaku


"Baek bro lu juga gimana ? iya udah lama banget terakhir waktu SMP ya bapak lu pindah tugas elu juga pindah sekolah" kataku


"gua juga baek bro oh! iya ini istri gua kenalin namanya Melisa"


"Wahhh udah nikah aje lu iya kenalin gua Rico "akupun mengulurkan tangan untuk berjabat Melisa membalasnya dan hanya tersenyum kepadaku


"Iya dong Hahahh... istri gua lagi hamil 3 bulan ngidam pengen makan bika ambon langsung dari Medannya makanya gua dari Aceh bela-belain kesini buat penuhin permintaan istri dan calon anak kami kelak"jawabnya sambil tersenyum lebar dan memegang perut istrinya


Apa sebahagia ini aku dan Rifa jika anak yang dikandung Rifa benar anakku batinku


"Terus udah dapat bika ambonnya? tidur dimana Elu singgahlah ke rumah gua nginap dirumah gua aja gimana?" kataku menawarkan


"Gua nginap dihotel pengen bulan madu kedua kali bro ntar kalau udah keluar yang diperut gak bisa berduaan kek gini lagi"ucapnya sambil tertawa


"Ah! elu mah bisa aja"


"Yaudah gua balik dulu istri gua udah kelelahan seharian muter-muter"bambangpun pamit meninggalkanku


"Oke baek-baek lu dijalan"


Benarkan terlihat sedikit buncit perut istri Bambang tapi Rifa sangat rata bahkan lipatan lemak saja tidak ada bagaimana bisa dikatakan hamil setelah berpikir akupun sampai dibengkel

__ADS_1


Hari sudah mulai gelap aku pamit pulang dengan karyawanku mereka yang akan menutup bengkel aku pulang ke rumah kulihat rumah kenapa sangat gelap tidak dihidupkan lampu kubuka pintu tidak terkunci aku menuju ke kamar ternyata Rifa sedang tidur kok tumben maghrib seperti ini dia tidur


Bukannya seharusnya dia sedang sholat ada apa denganya apa dia sedang sakit pikirku lalu kuhidupkan lampu betapa kagetnya aku terlihat noda darah dicelananya lebih tepatnya diselangkangannya ada apa dengan perempuan ini


__ADS_2