
RUMAH SAKIT
........
Rico Malven Narendra
Aku keluar mencari sarapan ternyata Papa dan Mama juga sarapan dikantin rumah sakit ini Papa dan Mama mau pulang dulu membersihkan diri setelah selesai mengisi perutku aku kembali ke kemar dimana Rifa dia di rawat
"Pak tunggu dulu bapak di panggil dokter ke ruangannya sebentar" ucap seorang suster yang mengejarku dari belakang
"Secepat itu hasilnya?" kataku
"Iya pak mari saya antarkan"
Kamipun menuju ruangan Dokter tersebut sesampainya disana suster mengetuk pintu dokter mempersilahkan kami masuk lalu menyuruhku untuk duduk
"Begini pak setelah saya periksa sebenarnya dari mata telanjang saja sudah bisa melihat bahwa istri bapak ini masih menjaga kesuciannya dan hasilnya juga sama" ucap dokter
Aku menundukkan kepalaku sambil kedua tanganku mengusap rambutku "Ya tuhan selama ini aku selalu menghinanya tidak pernah memperlakukannya dengan baik layaknya seorang istri tapi kenapa Rifa kamu membohongiku" batinku
"Ada apa pak? ada yang salah?" tanya Dokter
aku tersentak kaget karena suara dokter aku tersadar ini masih di ruangan dokter
"Tidak apa-apa dok" ucapku sambil tersenyum pahit
"Kalau begitu saya permisi dulu dok"
"Iya silahkan pak"
Aku langsung menuju ke tempat Rifa aku membuka pintu melihat Rifa sedang menikmati sarapannya sambil berjalan menuju sofa
"Bagaimana keadaanmu? apakah sudah baikan?"
"Aku sudah agak membaik, Kamu darimana?"
"Abis sarapan, cepat abisin makananmu biar cepat sembuh"
Aku memandangi gadis yang ada di depanku ini wajahnya yang terlihat sejuk menenangkan hatiku aku yang sangat bodoh harusnya aku tahu jika perempuan ini tentu akan menjaga kehormatannya sekalipun dia mencintai Alvin karena dia saja bisa menjaga sholatnya bagaimana dengan mudah tergoda untuk melakukan hal yang tak terpuji
"Kenapa liatin aku kayak gitu?" tiba-tiba Rifa bertanya hingga mengagetkan aku
"emh?, ngak! aku gak ngeliatin kamu aku cuma berpikir jangan sampai lama-lama di rumah sakit aku bosan di sini"
"Ya sudah sore ini kita pulang saja aku sudah baikan kok"
"Kamu yakin? tapi sebaiknya aku tanya dokter dulu"
"Gak perlu tadi waktu dokter memeriksa aku udah nanya boleh pulang gak dok trus kata dokter boleh tapi sore ini gitu"
"Ya sudah istirahatlah biar aku urus semuanya nanti waktunya untuk pulang aku bangunkan" kataku
Aku harus cari tahu kebenarannya sebelum menghakimi Rifa karena aku sangat jelas tahu bagaimana Lyra aku jelas mengingat kejadian waktu kami SMA saat aku berpacaran dengan Rifa Lyralah yang memberitahukan kepada Neneknya bahwa Rifa berpacaran denganku aku takut ini juga salah satu triknya Lyra ingin menghancurkan hubungan Rifa dan Alvin mungkin Lyra ada perasaan terhadap Alvin sebab waktu aku menemani Mama belanja ke supermarket aku tak sengaja bertemu dengan Alvin dan Lyra bahkan Lyra memeluk tangan Alvin saat itu meskipun Alvin terlihat tidak suka namun Alvin tak menepisnya
.............
__ADS_1
Syarifa Najhma Ali Assegaf
Sambil membaringkan tubuhku aku berpikir aku sungguh bingung apa karena aku sakit Rico berbicara lembut padaku dia merawatku dan membawaku ke rumah sakit padahal aku hanya jatuh di kamar mandi bahkan tidak ada luka di tubuhku aku sudah coba memejamkan mataku tapi aku tidak mengatuk apalagi ini masih pagi jadi aku memutuskan menghubungi kedua sahabatku
Aku mengirimkan Fotoku dengan wajah seperti orang sakit parah dan berkata
"Kalian tega banget ya gue terbaring di rumah sakit tapi tidak ada yang jenguk gue"
"Kenapa lu Fa? ya ampun kok bisa di rumah sakit elu dianiaya keluarga mertua lu ya" aku tersenyum melihat pesan dari Dilla ternyata dia begitu mengkhawatirkan aku
"Ya ampun Fa bener elu di siksa sama keluarga Rico ya udah gua langsung kesana rumah sakit biasa kan?"
Kalau Evi beda dia bahkan sangat mengkhawatirkan aku meskipun dia sibuk dia tetap ada buat aku
"Gitu banget sih dayang-dayang gue ini mengkhawatirkan tuan puterinya(emoticon tawa) gue cuma pingsan jatuh di kamar mandi pas mau sholat shubuh tadi ntar sore juga pulang kok"
"Ya elah elu gue kira elu disiram pakai air panas trus di kunci di kamar mandi trus disetrika lagi(emoticon :p)" perkataan Dilla sukses membuat aku dan Evi murka
"Wahhh! parah ini anak elu iya gua sumpahin dapat mertua lebih parah dari Rifa" bela Evi padaku
"Tau nih! tolongin Rifa mak Dilla jahatin anakmu ini(emoticon tawa)" ucapku
"Ahk! gitu aja emak lu langsung nyumpahin gue Fa gimana gua benerin jahatin elu kayak Lyra ya"
Perkataan Dilla membuatku langsung melupakan senyumanku dan terasa perih rasanya jika mengingat semua yang terjadi padaku karena Lyra
"Udah-udah stop menyebutkan nama wanita jalang itu pokoknya di dalam persahaban kita ini cuma ada kita bertiga aja dan buat elu Fa udah istirahat sana! moga cepet sembuh sayang" Evi sangat jelas tau bagaimana perasaanku saat ini
"Maafin gue Fa bukan maksud gue ngingatin elu gue kelelasan karena bercanda ya uda elu baek-baek deh jangan jatuhin diri lagi ye! semoga cepet sembuh sayang"
"Elu sarap kali ya! emang gue sengaja gitu jatuh di kamar mandi, yaudah gue mau istirahat thenkyu dayang-dayang doanya"
Aku menatap lurus memperhatikan Rico yang sedang terlelap aku harusnya sadar jika lelaki yang ada didepanku ini mempunyai tubuh yang atletis dan berwajah tampan aku bahkan pernah mencintainya namun kenapa kini saat kami sudah resmi menjadi suami istri kami tak bisa saling memiliki
"Astaga! apa yang kau pikirkan Rida" aku membentak pelan diriku sendiri perasaan apa ini kenapa aku memikirkan ini aku memejamkan mataku agar aku melupakan perasaan gila ini
............
Rico Malven Narendra
"Co bangun udah sore ayo pulang"
Akupun terbangun melihat Mama berdiri di sampingku membangunkan aku
"Loh aku ternyata ketiduran Ma aku juga belum urus administrasinya" kataku sambil kedua tanganku mengusap wajahku
"Gak perlu udah Mama urus tuh liat Rifa udah dilepasin selang infusnya pas Mama kesini suster datang memberitahu sudah boleh pulang" Akupun menoleh ke arah Rifa melihatnya duduk ditepi tempat tidur sambil tersenyum kepadaku sudah bersiap untuk pulang
"Ya sudah ayo pulang" aku berdiri menghampiri Rifa dan mengendongnya menaruh ke kursi roda karena kakinya juga terkilir
Kami menuju rumah dan sesampai di rumah aku mengendongnya lagi menuju ke kamar
"Loh kok langsung bablas ke kamar kenapa gak pakai kursi roda aja" kata Rifa
"Udah jangan banyak omong syukur-syukur mau gua gendong" kataku sambil melihatnya
__ADS_1
Dia langsung terdiam dan tertunduk malu aku membaringkan tubuhnya di tempat tidur
"Mau mandi ngak ini juga udah sore biar gua bantu gendong" tawarku padanya
"ngak usah ntar bisa kok sendiri"
"Tau kaki pincang kek gitu kok bisa sendiri sini gua bantu gua juga udah pernah kali liat elu telanjang lagiankan gua suami elu" aku mencoba membuka jilbabnya tapi ditahan oleh Rifa sambil berkata
"bukan tanganku yang pincang tapi kaki aku bisa buka baju sendiri kali" Dia melototi seakan aku sudah berbuat salah padanya
"Ya udah kalau bisa sendiri gua mau pergi dulu"
Akupun berdiri mengambil handuk dan melemparkan ke arahnya sambil berlalu pergi
...............
Syarifa Najhma Ali Assegaf
Setelah terlelap beberapa jam aku dibangunkan oleh suster dan berkata sudah boleh pulang Mama mertuaku pun ikut membantu melepaskan selang infus lalu membereskan administrasi setelah selesai semua Mama membangunkan Rico
Ricopun terbangun dan mengendongku ke kursi roda untuk membawaku sesampai di rumah Rico kembali mengendongku namun ini sampai ke dalam kamar bahkan Mama bingung memperhatikan sikap Rico terhadapku karena selama ini Rico begitu kasar baik segi bicara maupun perlakuan
"Huh! dasar mengambil kesempatan dalam kesempitan" gerutuku
Rico menawarkan diri untuk membantuku mandi meskipun Rico adalah suamiku tapi aku belum siap untu disentuhnya apalagi dimandikannya tentu dia akan menyentuh seluruh tubuhku
Aku berhasil melepaskan pakaianku aku mencoba berdiri namun aku tidak bisa berjalan ke kamar mandi karena hanya tertumpu pada satu kaki tambah lagi kepalaku pusing melihat ruangan ini saja seperti sedang berputar lalu akupun terjatuh dan tak sengaja memecahkan gelas di meja samping tempat tidurku
Krek!
Tiba-tiba suara pintu terbuka ternyata Rico belum pergi dia berjalan ke arahku sambil berkata
"Kan udah aku bilang elu tu belum sembuh bener kenapa keras kepala sih"
Rico mengendongku ke kamar mandi dan melepaskan handuk yang membaluti tubuhku lalu memandikan aku saat akan menggosok tubuhku aku tersentak kaget karena dia menyentuh ku aku memalingkan muka aku takut dia melihat wajahku yang memerah karena sensasi yang kurasakan saat Rico memegang payudaraku hati ini ingin menolak dan menepisnya namun tangan ini tak tergerak sama sekali aku bahkan menikmatinya tanpa sengaja aku mendenguh pelan
"Emh"
Lalu aku tersadar Rico menghentikan aktivitasnya akupun melihatnya dan mata kami beradu aku yang malu langsung menutup wajahku dengan kedua tanganku Rico menarik tanganku dan memegang daguku lalu mengecup bibirku dan sekarang menjadi lumatan aku yang baru pertama kali melakukan ini tak bisa mengimbanginya sampai aku terengah-engah karena sulit bernafas
Aku melepaskan ciuman panas kami dan aku menunduk malu aku kaget Rico membalikkan badanku dan menciumi pundakku sambil sesekali meremas buah dadaku aku merasakan ada yang keras dibalik celana Rico
"Oh! tuhan sensasi apa ini aku bahkan tak bisa mendekprisikan perasaan ini" batinku
Rico masih melanjutkan aktivitasnya di bawah pancuran air lalu dia memjilati telingaku sambil berbisik
"Berikan hak yang seharusnya untukku"
Aku tak mengerti apa maksud dari perkataannya lalu akupun bertanya
"Hak apa? aku gak ngerti"
"Hak dan kewajiban sebagai suami istri"
Aku terperanjat kaget dan reflek melepaskan pelukannya sambil berkata
__ADS_1
"Rico kamukan tau aku sedang hamil nanti bagaimana dengan anakku jika kita melakukan itu"
Aku harus bisa mencari alasan aku belum siap melakukan ini apalagi dengan Rico lalu aku mencoba mengambil handukku lagi aku terjatuh dan Rico menangkapku lalu dia mmemakaikanku handuk dan mengendongku kembali ketempat tidur memakaikan aku pakaian setelah itu dia kembali ke kamar mandi untuk mandi