
KEBAHAGIAN atau KESEDIHAN
............
Syarifa Najhma Ali Assegaf
Aku langsung menghubungi kakaknya Lyra
" Hallo Bang Indra " kataku
" Iya Fa ada apa ?" jawab Bang Indra
" Ini Rifa mau kasi tau Lyra kecelakaan sekarang ada di rumah sakit Amelia Medika "
" Kamu serius Fa ? astaga anak itu gak kapok-kapok buat masalah terus " kata Bang Indra
" Jangan kayak gitu Bang kasihan Lyra keadaannya juga cukup parah loh Bang sebaiknya abang langsung kasih tau babah dan langsung ke sana Lyra membutuhkan keluarganya "
" Iya Fa makasih ya " kata Bang Indra
" Sama-sama Bang, maaf ya bang Rifa gak bisa nemenin Lyra suami Rifa yang nungguin disana " kataku
" Iya gak apa-apa ya sudah ya abang mau langsung kesana " kata Bang Indra
Abang Indra memutuskan panggilan suaranya terdengar sangat khawatir wajar saja mengingat Lyra adalah anak bungsu yang paling disayangi dikeluarganya hanya saja Lyra anaknya yang tidak bisa di atur dan memilih pergi dari rumah karena menginginkan kebebasan
Karena memikirkan keadaan Lyra aku tidak bisa menutup mata untuk tidur lagi kulihat jam sudah menunjukkan pukul 02.30 wib tapi Rico belum pulang juga aku khawatir seharusnya sudah pulang karena tadi saat aku menelpon Bang Indra dia mengatakan akan langsung ke sana
Tak berapa akhirnya terdengar suara mobil Rico aku berusaha bangun untuk membuka pintu namun kakiku ternyata belum sembuh juga aku meringgis kesakitan mungkin Mama ikut terbangun jadi Mama yang membukakan pintu untuk Rico
Rico membuka pintu kamar aku tersenyum melihatnya dia menghampiriku dan mengecup keningku dengan lembut
" kenapa belum tidur sayang " lirihnya pelan sambil membelai kedua pipiku
" Aku nungguin kamu sayang " kataku ini pertama kalinya setelah aku menikah memanggil Rico dengan sebutan SAYANG
" Ternyata istriku mengkhawatirkan aku ya " ucapnya berbisik sambil tersenyum manis
" Aku gak khawatirin kamu aku mikirin Lyra " kataku
Dia mendengus kesal dan memalingkan wajahnya layaknya seperti anak kecil yang sedang marah sambil berkata
" Padahal aku udah geer loh "
" Kamu gimana sih kan Lyra kecelakaan jadi wajar dong aku khawatirin dia " Kataku sambil memegang kedua pipinya dan kuhadapkan ke wajahku lalu kucium lembut bibirnya
Namun tak kusangka saat aku ingin melepaskan ciumanku dia malah menarik leherku dan melumat bibirku lebih dalam aku membalasnya namun lama-kelamaan aku tak bisa mwngimbanginya sehingga aku menepuk-nepuk tangannya karena dia membuatku tak bisa bernafas dan Rico melepaskan ciumannya
Dengan nafas yang terengah-engah aku berkata
" Kamu... hah mau buat aku mati ? "
" Maaf sayang aku gemes lihat bibir kamu siapa suruh menggodaku " kata Rico
Aku mengatur nafasku kembali Rico tertawa geli melihatku aku mencubit lengannya dan memasang wajah yang cemberut bukannya merayuku dia malah meninggalkanku untuk mandi aku yang sedang kesal melihat Rico berlalu pergi lalu melemparnya bantal dari belakang namun dia hanya tertawa mengejekku seperti anak kecil
" Wekkkk! gak kena " sampai akhirnya dia menutup pintu kamar mandi
__ADS_1
Aku tertawa melihat tingkahnya yang seperti anak kecil padahal aku masih belum tau bagaimana keadaan Lyra Rico malah bercanda aku menunggunya keluar dari kamar mandi hingga tak berapa lama dia keluar
" Sayang jawab aku bagaimana keadaan Lyra " kataku
Dia mengambil baju dan memakainya sambil menjawabku
" Kaki dan tangannya patah sayang "
" Apa! Ya Allah kasihan sekali Lyra tapi masih bisa sembuhkan Sayang? tidak terlalu parahkan? " kataku memastikan
Setelah selesai memakai baju Rico menghampiriku lalu duduk di tepi tempat tidur dan menundukkan kepalanya dia berkata pelan
" Sangat parah sayang sampai tidak ada harapan lagi untuk sembuh, mobilnya melaju kencang hingga mobil yang lain tak bisa menghindar lagi lalu menghantam tubuhnya itu saja sudah syukur masih bisa hidup sayang " jelas Rico
" Astaga Lyra! " aku menangis meskipun dia telah menghancurkan hubunganku dengan Alvin namun aku tak bisa melupakan kebersamaan yang selama ini kami lalui
" Sabar sayang kita doakan saja supaya Lyra cepat sadar dari komanya " ucap Rico lalu memelukku
" Aku gak tega melihatnya sayang bagaimana kalau setelah sadar nanti dia gak bisa nerima musibah ini " kataku
" Kita akan terus ada di sampingnya untuk memberinya semangat sayang "
" Sudah jangan menangis lagi ayo kita tidur ini sudah hampir pagi kamu juga masih sakit bagaimana nanti mau menemani Lyra kamu harus sehat dulu sayang "
Lalu Rico merebahkanku dan dia juga ikut berbaring sampai akhirnya kamipun tertidur
Keesokan harinya aku terbangun kulihat hari sudah siang lalu kulihat jam sudah pukul 09.45 wib wajar saja aku tidur jam 04.00 wib aku sampai melupakan sholat shubuh
" Astagfirullah maafkan aku Ya Allah "
Aku berusaha untuk mandi pelan-pelan cukup lama aku mandi sehingga memakan waktu satu jam yang biasanya aku mandi hanya tiga puluh menit itupun sudah sangat bersih kalau sekarang yang penting sudah basah tubuhku akupun langsung keluar dengan tertatih lalu aku membuka lemari untuk mengambil baju dan memakainya namun aku tak mampu berdiri terlalu lama akupun duduk disofa memakai satu persatu pakaianku
Setelah selesai memakai pakaian aku mengambil ponselku untuk menghubungi kedua sahabatku yaitu Evi dan Dila aku menghubunginya via WA
" Hei lagi pada sibuk ni " kataku sambil tersenyum melihat mereka
" Ada apa Fa " jawab Evi
" Mungkin sama kita Vi " ucap Evi
" Kalian pada libur kan kita ke rumah sakit ya jenguk Lyra dia kecelakaan dan sekarang koma di rumah sakit " kataku
" Haa! elu serius Fa jangan ngada-ngada lu " kata Evi
" Canda kali Vi karena dia kan kesal sama Lyra sampai berharap Kyra koma di rumah sakit " sambung Dila
" Gua serius! beneran tadi malam dia kena musibah Rico yang bawa ke rumah sakit " kataku
" Astaga! kok bisa Fa " kata Evi
" Ya udah kita kita kesana siang ini, elu udah pulang dari kampus Vi " kata Dila
" Belum ni gua lagi dikampus " kata Evi sambil memperlihatkan kampusnya
" Ya udah gua paling ama Rico kesana soalnya kaki gua juga masih sakit " kataku
" Eits! kayaknya ada yang udah baikan ni " goda Evi
__ADS_1
Aku hanya tersenyum mendengar ucapan Evi
" Mungkin udah jatuh cinta kali ya Vi " tawa Dila menyambung ucapan Evi
" Ya namanya suami istri gimana sih lu " kataku biasa seperti tidak apa-apa namun tetap saja kedua sahabatku menyadarinya meski aku menyembunyikan perasaanku
" Ya udah baek-baek aje lu neng semoga rumah tangga lu bahagia selalu sampai kakek nenek " kata Evi
" Iya gua juga berharap elu bahagia Fa gue seneng lihat lu tersenyum bahagia lagi " sambung Dila
" Iya makasih ya , ya udah Rico bangun tu bye bye "
aku memutuskan panggilan video kami tanpa menunggu persetujuan mereka lalu ku lihat Rico tersenyum kearahku meski dia baru bangun tidur namun tak bisa dipungkiri aku tetap terpesona dengan ketampanannya
Aku hendak bangun namun Rico menggelengkan kepalanya lalu berdiri menghampiriku dan mengecup keningku sambil berkata
" Aku mandi dulu baru setelah itu kita sarapan "
" Sarapan apa jam segini " kataku
" Sarapan sekalian makan siang sayang " ucap Rico
Rico menuju kamar mandi aku tetap duduk di sofa menunggu Rico selesai mandi setelah selesai mandi lalu memakai pakaiannya Rico menggendongku menuju mobil
" Sayang tongkatnya kamu tinggalin masak kamu gendong aku terus " kataku
" Iya emang kenapa " ucap Rico
" Apaan sih kamu malu dong aku " kataku
Rico tak menggubris perkataanku dengan santai dia mendudukkan aku lalu memakaikan sabuk pengaman
" Rico ambilkan tongkatku aku gak mau digendong terus aku malu " aku merengek padanya
Namun tetap saja Rico mengacuhkan aku dan dia masuk ke mobil dan berkata
" Ngak loh sayang ada kursi roda di bagasi waktu kita pulang dari rumah sakit kan aku langsung gendong kamu ke kamar jadi kursi roda masih tersimpan di bagasi " kata Rico dia fokus mengemudi mobilnya
" Ooh... bilang dong! " aku mencibir karena kesal
" Mau aku cium lagi tu bibir manyun-manyun gitu " kata Rico sambil tersenyum melihatku setelah menatap lurus ke depan
" Nah! cium niiii... " kataku sambil memajukan bibirku menggodanya
" Tadi malam siapa yang engap-engapan coba "
kata Rico mengejekku
" Ngak, ngak ada " aku tak mengakuinya karena malu
" Oh! jadi gak ngaku, nanti malam takkan ku lepaskan kamu bukan dibibir aja yang kucium tapi seluruh tubuhmu juga aku cium " kata Rico sambil melirikku
" Gimana mau sembuh coba kakiku kalau di hajar terus " kataku
Kamipun tertawa bersama hingga tak sadar sudah sampai di salah satu restoran jepang kesukaan Rico setelah selesai makan aku ingin menjenguk Lyra dan Rico menyetujuinya kamipun menuju Rumah sakit
Sesampai disana aku melihat Babahnya Lyra aku memberi salam dan meminta izin untuk melihat Lyra aku melihatnya terbaring tak sadarkan diri karena koma tangan kakinya diperban akupun meneteskan air mata Rico memelukku dan menenangkan aku
__ADS_1