
...................
Syarifa Nahjma Ali Assegaf
Bulan berganti bulan tak terasa kandunganku sudah memasuki usia delapan bulan padahal tinggal bersabar sedikit lagi aku bisa bertemu malaikat kecilku tapi rasanya aku ingin saat ini ia keluar dan aku bisa memeluknya
Aku tak menyangka ada nyawa lain yang tumbuh didalam rahim kecilku ini dan tumbuh menjadi malaikat kecil nan mungil, malaikat kecil itu bergerak-gerak lincah didalam sana apalagi saat usia kehamilanku sudah memasuki trimester ketiga aku merasakan itu dari detak jantungmu yang semakin kencang gerakan-gerakan sikutmu tendanganmu aku sangat menyukai setiap gerakanmu sayang
Ini adalah anugrah terindah dalam hidupku bersama orang yang mencintaiku selama satu tahun dua bulan ini meskipun karena pernikahan tak sengaja ini terlalu banyak dirundung rintangan masalah tapi dibalik Tuhan menitipkanmu pada kami agar pernikahan ini tetap berjalan semestinya seperti yang harus ditakdirkan Tuhan
Semua orang menantikan kehadiranmu saat Mamamu ini menginginkan sesuatu mereka langsung bergegas mencari apalagi Papamu dia selalu siaga sayang bersyukurlah kamu memiliki Papa nak setiap pagi dia selalu mengelusmu perut Mama dan berbisik
" Jadilah jagoan kecil Papa yang baik pintar seperti Papa Sholeh seperti Mama dan ganteng seperti Papa "
Untuk pertama kali aku tak terima bisikan-bisikannya itu karena menurutku itu hanya bisikan yang ingin menang sendiri bagaimana tidak dengan dia berkata seperti itu berarti secara tak langsung dia mengatakan otakku tak sepintar dia dan wajahku yang biasa-biasa saja
" Sudah-sudah tak perlu lagi bisik-bisik kayak gitu mual aku tu dengernya " ucapku sambil cemberut dan menyingkirkan tangannya yang masih diperutku
" Lihatlah nak Mama lebih pemarah saat hamil lebih sensitif " ucapnya sambil tetap mengelus perutku dengan posisi tidur disamping perutku ini adalah kebiasaannya setiap pagi semenjak kehadiran malaikat kecil yang didalam perut ini
" Gimana aku gak sensi kamu bilang sepintar kamu itu berarti kamu bilang aku bodoh trus ganteng kayak kamu berarti kamu bilang wajah aku tu biasa aja gitukan maksud kamu " ucapku masih tetap memasang wajah yang cemberut
" Cup cup malaikat cantikku marah " ucapnya sambil berganti posisi dengan berada sejajar denganku dia langsung menelungkupkan kepalaku ke dada bidangnya
" Dengar Sayang kamukan tau anak kita laki-laki masak kamu mau dia ditipu kayak kamu dan nyerah aja mau dinikahin sama aku terus wajahmu itu terlalu imut aku ingin dia menjadi laki-laki berwibawa sayang dan masak iya kata-katanya kamu ganteng seperti Mama gak cocok sayang "
Aku mendongakkan kepalaku sambil melototinya dan berkata
__ADS_1
" Oke! masalah wajah tapi tidak dengan pintar maksud kamu terus ungkit-ungkit masa lalu padahal orangnya aja udah gak ada "
" Iya iya aku bercanda tapi kamu tau aku beruntung dan berterimakasih kepada ALM Lyra berkat dia aku dipertemukan dengan malaikat cantik tambah lagi akan hadir malaikat mungil sebentar lagi kamu gak tau betapa senangnya aku Fa aku tak mau jika seumur hidupku akan kehilangan kalian jika aku bisa memilih aku ingin lebih dulu pergi daripada kalian "
" Rico! apa-apaan sih ngomongnya " kataku sambil mencubit perutnya
" Aww sakit! " pekiknya
" kamu sih "
Saat itu aku kesal sekali jika mengingat kata-katanya bagaimana bisa dia ngomong kayak gitu bagaimana denganku aku juga tak sanggup jika kehilangannya aku ingin menua bersama dengan membesarkan anak-anak kami menjadi orantua yang bahagia sampai akhirnya barulah Tuhan mengakhiri kebahagian ini dengan rasa kebahagian kami yang sudah puas kami rasakan
" Sayang kamu ngelamunin apa sih " ucap Rico sambil memelukku dari belakang
" Udah pulang sayang " ucapku
" Iya aku baru tau ternyata kalau dari jendela kamar kita bisa lihat cantiknya jalanan kota dibawah sana "
" Udah setahun baru sadar "
" Iya " kataku sambil tertawa cengengesan
Rico hanya mengangguk lalu menghujaniku dengan ciumannya aku tak menyangka Rico yang kasar saat awal pernikahan berubah menjadi Pria yang lembut dan penyayang semenjak aku hamil dia berusaha menjadi ayah yang baik dan suami yang siaga
" Sayang enak bangen kayak kalau meutis sunda yang dijalan karya utama itu "
" Kamu tu gak bisa gitu buat aku bernafas ada aja kamukan tau jalan karya utama tu paling ujung dari sini aja bisa 4 jaman "
__ADS_1
" Yaudah gak usah " aku cabut kata suami siaga tadi
" Besok ya sayang aku baru pulang loh aku pengen manja-manja sama kamu " bujuknya aku tak menjawab menandakan kalau aku marah
" Iya iya deh " dia berjalan gontai keluar kamar hendak menuju motornya
" Aku ikut sayang " kataku sambil mengejarnya
Rico menghentikan langkahnya dan berbalik ke arahku sambil berkata" Aku naik motor sayang biar cepet "
Aku langsung memasang wajah cemberut lagi
" Kamu tu ya! yaudah ayo " katanya sambil berbalik arah dan terlihat tangannya memijit pelipisnya aku tau betapa pusingnya dia menuruti keinginan malaikat cantiknya ini
Rasanya senang sekali saat aku ingin sesuatu seperti ini aku suka menyiksanya karena disini aku bisa melihat cintanya yang begitu dalam padaku dan anak kami juga
" Sayang inikan udah 8 bulan kapan kita belanja keperluan bayinya kan udah lewat 7 bulan sih " kataku
" Iya ya sayang besok gimana kan besok hari minggu besok aku suruh Si Maman tutupin bengkel bsok kita beli semuanya selengkap-lengkapnya sama buat kamarnya sekalian warna biru aja semua sayang dari baju cat kamar tempat tidurnya tempat mandinya ya kan sayang warna biru keknya bagus deh " ucapnya sambil antusias
" Senengnya melebihi emak-emak dapat arisan " kataku sambil melongo tak percaya melihatnya tadi
" Kamukan tau sayang ini anak pertama kita "
" Iya tapi gak gitu juga kali ntar pas belanja bingung pegawainya ini emak rasa bapak bapak rasa emak soalnya akukan biasa aja "
" Bukan kayak gitu sayang kamukan tau aku tu sayang banget sama kalian berdua aku ingin semua yang terbaik sama kalian aku ingin selalu bisa buat kalian bahagia aku gak mau sedikitpun kamu ngeluarin air mata baik saat aku ada maupun aku gak ada sayang "
__ADS_1
Kata-katanya sangat menyentuh hati namun ntah kenapa seperti ada ketakutan dihati ini saat dengar katanya yang terakhir tapi aku menghalau pikiran itu karena aku akan terus berdoa agar Tuhan tidak akan membuat aku menangis lagi dengan memisahkan aku dengannya