MANTAN menjadi SUAMI

MANTAN menjadi SUAMI
part 25


__ADS_3

........................


Rico Malven Narendra


" Ahhhkkk...!!! bodoh kenapa aku bodoh banget sih kenapa aku gak bisa nahan emosiku kek gini seharusnya aku gak ngomong kayak gitu tadi "


Aku keluar setelah Rifa berteriak mengusirku aku duduk ditaman rumah sakit dan menyesali apa yang telah kuperbuat terhadap Rifa namun tiba-tiba ponselku berdering


" Hallo Ma "


" Gimana keadaan Rifa Co? "


" Gak apa-apa cuma kecapekaan karena dia juga lagi hamil truss..."


" Apa! hamil? ya ampun Pa! pa Rifa hamil " ucap Mama karena terlalu senang Mama berteriak hingga kupingku sedikit berdengung


" Ya udah tunggu Co Mama segera kesana " sambung Mama lagi


" Iya Ma " Jawabku


Mungkin dengan kedatangan Mama Rifa bisa memaafkan kesalahanku tadi dengan begitu dia bisa pulang bersamaku dan aku bisa merawatnya dan anakku ya anakku.. Aku terlalu bodoh sehingga meragukan anakku sendiri hanya karena ketakutanku takut Rifa memilih Alvin daripada aku


Aku kecewa saat dia lebih memilih pergi tanpa mendengar penjelasanku aku tak ada sedikitpun perasaan untuk memiliki terhadap Kyra aku hanya sebatas menyayanginya bisa dibilang seperti adik bagiku mungkin karena sudah terbiasa dengannya


" Loh! gimana sih kamu bukannya dampingi Rifa kok malah disini ngelamun " Suara Mama mengagetkan aku


" Udah sampai aja Papa sama Mama "


" kan deket kali Co cuma 30 menit dari rumah "

__ADS_1


Aku tertawa renyah mengingat kebodohanku karena tak mengingat jarak ke Rumah sakit


" Ya udah ayo mana ruangannya? " ucap Papa sambil berjalan dan menyusul juga Mama


" Ta-tapi Ma " kataku mencoba menghentikan langkah Papa dan Mama


" Ada apa lagi? " tanya Mama


" I-tu " aku menggaruk kepalaku walaupun aku tau tidak gatal


" Kamu buat salah lagi ke Rifa? " tanya Mama sambil melototi aku


" Aku emosi Ma trus bentak dia dan nuduh kalau anak dia adalah anak Alvin " lirihku pelan


" Astaga Rico! Rico! Kamu tu bodoh atau *****? bisa-bisanya kamu ngomong kayak gitu ke dia kamu tu yang sudah kelewatan sampai jagain yang bukan anak kamu sekarang giliran kamu mau punya anak sendiri gak kamu urus! Mau kamu apa! Haa? " ucap Mama sedikit membentak


" Sudah Ma tenangkan emosi Mama " Ucap Mama sambil mengusap punggung Mama


Aku tak Tau arti lirikan tajam Mama ke arah Papa artinya apa yang aku tau Papa sampai kikuk dan juga langsung berhenti menggusap punggung Mama


Mamapun langsung meninggalkan kami berdua yang kebingungan


.............


Syarifa Nahjma Ali Assegaf


" Fa makan dulu ya kamukan bilang dari pagi belum makan terus sekarang kamu mau gak makan lagi oke kalau kamu gak mau ceritain masalahmu kenapa tadi tapi setidaknya makanlah Fa sedikit aja gak kasian kamu sama anakmu apalagi kamu stres gini bisa mempengaruhi anakmu yang didalam Fa " Ucap Lila dia tetap memaksaku makan meskipun aku tak memperdulikannya dia tetap setia disampingku padahal aku sudah mengusirnya karena aku ingin sendiri


Suara ketukan pintu membuat Lila berhenti memaksaku makan dia bangun dari duduknya berjalan ke arah pintu untuk membukanya

__ADS_1


" Ini kamar Rifakan? " terdengar suara perempuan seperti suara Mamanya Rico


" Iya, Ibu siapa? " tanya Lila


" Saya mertuanya " jawabnya


Benar saja dugaanku Mama masuk dan tersenyum ke arahku


" Sayang... kamu kenapa nak? "


" Gak apa-apa kok aku capek doang kali Ma " kataku


" Yasudah kalau begitu sekarang kamu gak boleh kecapekan lagi dan kamu tinggal dirumah lagi ya nak biar Mama dan Rico bisa jagain kamu "


" Gak perlu Ma Rifa bisa hidup kok tanpa bantuan Rico " ucapku


" Yang benar saja aku tak mau dia terus memakiku dan memarahiku menuduh bahwa ini anak Alvin meskipun aku juga tak tau akan kemana " batinku


" Sayang... Mama tau kamu kecewa ucapan Rico Mama tau gimana rasanya tapi nak hidup diluar tanpa dampingan siapa-siapa dengan keadaan hamil itu sulit nak Mama tau bagaimana sifat kamu Mama yakin kamu gak akan mau balik kerumah orangtuamu " dengan pelan mama membujukku


" Mama tau apa? Papa sayang sama Mama gak kasar kayak Rico "


" Dengar sayang Mama akan ceritakan waktu Mama hamil anak ketiga yaitu Rico Papa kamu selingkuh dengan pegawainya sendiri saat kandungan Mama menginjak 3 bulan awal Mama beri tahu Papa turut senang namun lama-lama Papa sering marah-marah meskipun sepele sampai menuduh Mama selingkuh dengan supir Mama dulu padahal Papalah yang selingkuh "


" Lalu Ma? " aku kaget mendengar cerita Mama aku kira rumah tangga Papa dan Mama rumah tangga yang harmonis mengingat Papa adalah laki-laki berwibawa dan tanggung jawab


" Mama kecewa hingga lari dari Rumah saat itu Mama lari ke rumah Tante Neti sepupu Neneknya Rico di liar kota Mama bekerja dengannya yang kebetulan punya butik untuk awal pertama Tante Neti baik sekali semua keperluan Mama dipenuhi namun anak-anaknya sedikit risih dengan keberadaan Mama itu membuat Tante Neti jadi berubah terhadap Mama dan Mamapun menawarkan diri untuk bekerja dibutiknya Tante Neti menolak tapi Mama memaksa Mama ingat nak gimana rasanya hidup sendiri tanpa suami tanpa orangtua karena Mama juga sama sepertimu tak mau menyusahkan orangtua Mama Dan Mama sempet pendarahan dan hampir kehilangan Rico karena stres dan kecapekan Tante Neti yang merasa bersalah dia langsung panik dan membawa Mama ke rumah sakit dan memberitahu Papa lalu Papa datang dan meminta Maaf "


" Trus Mama maafin gitu aja " kataku

__ADS_1


" Iya karena Papa cerita ke Mama selingkuhannya ternyata sudah punya Suami saat mereka hendak menikah Suaminya datang dan menjelaskan semuanya ke Papa dan Papa kaget lalu memutuskan hubungannya dengan perempuan itu dan Papa menyesal dan mencari-cari Mama sampai Tante Neti hubungin Papa disitulah Papa benar-benar menyesal tambah menyesal setelah melihat keadaan Mama yang kurus pucat gak keurus "


Sesekali Mama menyeka air matanya aku tak menyangka Mama mengalami hal sama sepertiku aku juga ikut menangis hingga sesunggukan karena mendengar seluruh cerita Mama hingga aku akhirnya kehilngan kesadaran lagi


__ADS_2