MANTAN menjadi SUAMI

MANTAN menjadi SUAMI
KYRA dan LYRA


__ADS_3

KYRA dan LYRA


............


Syarifa Najhma Ali Assegaf


Akhirnya pagipun datang aku terbangun melihat jam menunjukan pukul 06.00 aku ingin mandi namun badanku terasa sakit semua dan juga terasa panas lalu aku menarik selimut


"uhhh.... dinginya!"aku melenguh pelan karena kedinginan


Rico yang menyadari pergerakanku ikut terbangun tanpa sengaja saat dia ingin memelukku dia kaget langsung bangun lalu menyentuh keningku


"Rifa kamu demam?" tanya Rico


"Emmhhh..." ucapku manja sambil memanyunkan bibir


"Ya udah tunggu ku ambikan obat dulu" kata Rico sambil berlalu meninggalkanku


Tak berapa lama Ricopun datang membawakan mangkuk berisi air dan handuk kecil untuk mengompreskanku saat ingin memberikanku obat


"Oh iya kamukan belum sarapan Rifa aku keluar dulu ya cari sarapan biar bisa minum obat"kata Rico


Aku hanya mengangguk lalu Rico pergi keluar mencari sarapan setelah membeli dia pulang lalu menyuapiku dengan penuh kasih sayang lalu tak lupa juga memberiku obat


"Sudah mendingan sayang? maaf ya gara-gara aku kamu kek gini seandainya aku lebih sabar sedikit kamu ngak akan kayak gini"


Rico sedikit bersalah atas tindakannya kemarin


"Kamu apa-apain sih itukan sudah kewajibanku sebagai istri gak perlu disesali lagian akukan cuma demam ntar juga sehat lagi" kataku sambil tersenyum


"Aku janji aku akan merawatmu sampai kamu benar-benar sembuh" ucap Rico lalu diapun mencium keningku dengan lembut


Hari ini Rico menghabiskan waktunya denganku sampai sorepun tiba Rico mengelap seluruh badanku lalu memakaikanku baju lagi tiba-tiba suara ponsel Rico berdering Rico mengambilnya terlihat di raut wajahnya seperti sedang ketakutan


lalu akupun bertanya "siapa co?"


"Ini Mirza nelpon bemtar ya sayang"jawab Rico sambil berlalu meninggalkanku di dalam kamar


"Kenapa harus keluar kan bisa didepanku bicaranya siapa sebenarnya"gerutuku kesal


Lalu aku tiba-tiba teringat satu perempuan siapa lagi jika bukan dia pikirku sambil tersenyum pahit sesudah berbicara di telpon Rico kembali ke kamar lagi dan menghampiriku


"Sayang ada masalah di bengkel aku kesana sebentar ya gak apa-apakan" tanya Rico sambil mengelus pipiku


Aku yang sedang kesal hanya bisa mengangguk rasanya tak rela Rico jauh dariku meski itu sedetik terlebih lagi jika dia menemui gadis itu dia suamiku hanya aku yang berhak memilikinya atas dasar apa gadis itu bisa menelponnya dan menyuruh Rico untuk menemuinya


............


Rico Malven Narendra

__ADS_1


Saat aku menikmati kemesraan yang baru kami rasakan satu hari kenapa Kyra harus mengganguku pikirku


Akupun bergegas ke apartmen milik Kyra sesampai disana aku membuka pintu dan melihat Kyra menangis tersedu-sedu aku langsung memeluknya


"Ada apa baby" ucapku lirih


"Gue gak mau dinikahkan dengan bajingan itu Co gue cintanya cuma sama elo tapi Papi tau elo udah nikah dan Papi bilang akan menikahkan gue ama Nadheer" Kyra menjelaskan sambil terisak


Aku mengambil nafas dalam lalu memejamkan mata rasanya saat ini aku malah mengutuk diriku kenapa aku harus meniduri Rifa kemarin sekarang aku bingung karena sudah menghancurkan masa depan dua wanita dan mereka berdua juga berharap aku bisa bertanggung jawab atas apa yang sudah ku lakukan tidak mungkin aku menikahi Kyra apa tanggapan Rifa nanti


"Baby gua selalu ada untukmu baby gue juga takkan pernah meninggalkanmu" aku mencoba untuk menenangkan Kyra


"Kapan kamu menceraikan Rifa lalu menikahiku" tanya Kyra


Aku bingung harus menjawab apa aku hanya bisa terdiam mendengar pertanyaannya karena melihatku diam Kyra melepaskan pelukanku lalu berkata


"elo mencintai Rifa co haa? jawab gue co! jawab!" Kyra kembali menangis sambil memukul dadaku


Aku lalu menenangkannya namun Kyra tak memperdulikanku dia terus memukuli aku sampai puas sekarang dia lebih histeris


"Rico kita sudah lama berpacaran dan gue juga merelakan kesucian gue buat elo tapi apa! elo khianati gue karena cewek sok alim itu!"


"Dia gak hamil baby gue juga khilaf sudah menidurinya" kataku sambil menatapnya sayu


"Elo bohong co! Elo bohongkan!" Kyra berteriak histeris


Sebuah tamparan mendarat dipipiku Kyra menatapku tajam dan mengancam


"Dengar co jika elo gak ceraikan Rifa gue bakal bunuh dia pakai tanganku sendiri dia udah ambil elo dari gue co"


"Lu gila ya ky! gue selama ini sabar ngadepin sifat elo yang manja gue bahkan sering putusin elo tapi elo yang terus berharap sama gua dan dimana malam gua niduri elo gua dalam pengaruh alkohol elo godain gua ingat itu ky elo gak berhak nyakitin Rifa ngerti elo!"


Kyra terperangah melihatku mengucapkan kata yang tak seharusnya aku ucapkan aku tau itu akan lebih menyakitkan buat dia


"Co oke malam itu gua yang salah tapi elo masih ingat elo udah berapa kali nidurin gua bukan sekali dua kali tapi sering co kita udah kayak suami istri sampai gua hamil anak elo!"


"Tapi apa elo gugurin anak itukan!"


"Elo brengsek co gua cinta mati sama elo tapi elo memperlakukan gua kayak gini elo bakal menyesali ini gua bakal nuat elo rasain gimana rasanya saat pacar lo diambil orang"


"Elo mau buat apa sama Rifa sekali elo nyentuh dia seujung kukunya pun elo bakal berhadapan sama gua ky"


"Pergi lo dari sini PERGI! PERGI!" bentak Kyra sambil mendorongku


Aku berjalan menuju mobil setelah sampai aku duduk didalam mobil mengingat kebersamaanku dengan Kyra yang selama ini aku lewati ntah kemana perasaan itu hilang dimana saat-saat terindahku bersama Kyra kalau saja Rifa tidak hadir di antara kami mungkin saat ini kami sudah bahagia aku tidak akan kebingungan untuk memilih antara Rifa atau Kyra


Setelah menenangkan diri aku memutuskan untuk pulang ke rumah namun saat di perempatan jalan aku melihat sebuah kecelakaan sehingga jalan sedikit terhambat karena penasaran akupun turun dari mobil untuk melihat korbannya


"ASTAGA LYRA!" aku terperanjat kaget melihat gadis terbujur tak sadarkan diri orang sekitar disini sudah mengeluarkannya dari mobilnya sambil menunggu ambulance datang

__ADS_1


"Kamu kenal nak?" ujar seorang bapak tua


"Iya dia teman saya langsung masukan ke mobil saya saja pak" kataku


"Ya sudah ayo angkat!" seru bapak tua tadi kepada orang sekitar


Aku langsung menuju rumah sakit setelah sampai aku memnyerahkannya kepada dokter dan petugas medis lainnya akujuga mengurus administrasinya meskipun dia telah menyakiti Rifa tapi aku juga tak sanggup melihat keadaannya seperti ini


Tiba-tiba ponselku berdering ku lihat layar ponsel tertulis Rifa mungkin dia khawatir karena sudah larut malam juga


"Hallo sayang " kataku


"Kok belum pulang mau nginap disana ya" ucapnya


"Kamu mau aku nginap di rumah sakit" candaku


"Loh ada apa co kamu baik-baik ajakan? kok gak kabarin coba kalau lagi di rumah sakit kamu kecelakaan? tapi gak apa-apakan? aku ke sana aja sekarang" Rifa langsung khawatir karena aku berada di rumah sakit


"Baby aku gak kenapa-kenapa kamu jangan panik dong kamukan lagi sakit Lyra kecelakaan aku melihat saat aku mau menuju rumah jadi aku bawa ke rumah sakit"


"Astagfirullahuladzim! kok bisa Co" Rifa kaget mendengar sahabatnya kecelakaan


"Ya namanya musibah sayang mana kita sangka-sangka"


"Aku mau kesana biar aku hubungi Evi dan Dilla co"


"Kamu yakin sayang? kamu kan demam loh lagian ini juga udah tengah malam kamu hubungi aja dulu keluarganya"


"Oh iya ya harusnya aku beritahu keluarganya ya sudah aku tutup telponnya dulu"


"Iya sayang"


setelah berbicara dengan Rifa aku menunggu di depan ruangan dimana Lyra di rawat setelah menunggu cukup lama dokter keluar dari ruangan perawatan


"Bagaimana keadaan Lyra dok?"


"Lukanya cukup parah pak di bagian kaki dan tangan sebelah kanan, pasien mengendarai apa pak sampai separah itu? dan seperti apa kecelakaannya"


"Mobil dok, saya tidak di tempat kejadian berlangsung dok tapi kata orang sekitar saat lampu merah Lyra tidak memperhatikan sehingga dia tertabrak dari samping dan mengenai tubuhnya"


"Mungkin karena pengaruh alkohol pak itu sebabnya dia melaju saja tanpa menghiraukan lampu merah pak kaki dan tangannya patah dan mungkin tidak ada harapan lagi untuk sembuh seperti semula karena patahnya cukup parah" jelas dokter


"Kasian sekali Lyra"


"Ya sudah pak saya permisi dulu bapak kalau ingin melihat silahkan sudah boleh dilihat"


"Iya dok, terima kasih ya dok"


Lalu aku memasuki ruangan itu dan kulihat keadaan Lyra sungguh menyedihkan secepat itu Tuhan memberi Lyra teguran atas kesalahan yang dilakukannya seberapa banyak kamu menyakiti orang lain Lyra sampai musibah ini menimpamu hingga Rifa sahabatmu sendiri juga kamu sakiti setelah melihat keadaannya aku keluar dan duduk kembali sambil menunggu keluarganya datang

__ADS_1


__ADS_2