
~~Tiba tiba Cheryl memeluk erat Anggara, dan menangis sejadi jadinya.
"Aku sayang sama kakak." Cheryl menangis dipelukan Anggara
"Udah ryl, jangan nangis aku ada disini kok, kamu yang tenang ya gak boleh nangis gak boleh putus asa, biar aku yang tanggung jwab. " ucap Anggara.
"Kak, aku bingung ngomong sama Jerry, dia pasti kecewa sama aku, aku gak bisa jaga diri kak."
"Gapapa, Jerry biar jadi urusan kakak ryl."
Cheryl menghabiskan waktu di apartemen anggara, Sementara Chelsea pulang dengan menggunakan taxi online.
"Assalamualaikum." Chelsea mengucapkan salam namun tidak ada yang menjawab.
"Loh kok ada dua botol minuman." Gumamnya, lalu chelsea pergi ke kamarnya dsn melihat Adrian yang sedang tidur.
"Kok berantakan gini, Mas.. mas bangun. " Chelsea menggoyah goyahkan tubuh Adrian.
"Apaansi, jangan ganggu." Adrian berdengus kesal.
Chelsea menghela nafas panjang, dan menyimpan tasnya, dan bergegas pergi ke dapur.
Chelsea membuang botol bekas minuman.
Cheryl pulang diantar oleh Anggara, dengan mata sembab, Cheryl memberanikan diri untuk pulang.
"Assalamualaikum kak." Ucap Cheryl.
"Wa'alaikumsalam Cher, kamu baru pulang?
"Iya kak, dianter kak Anggara."
"Hai Chel," sapa Anggara.
"Hey Angga, Cheryl kok mata kamu sembab?
"Ini karena.. " Saat Anggara bicara Cheryl memegang tangan Anggara dan menggelengkan kepala.
"Karena apa?
"Tadi kan Jerry berangkat ke luar negri, mungkin Cheryl baper."
" Ooh gitu, kan da abangnya haha, udah ryl, mending sekarang kamu istirahat gih," Ucap Chelsea.
"Yaudah kak, aku ke atas ya, makasih kak Angga udah nemenin aku." Ucap Cheryl.
"Iya, jaga kesehatan ya kakak pulang." Sahut Anggara.
__ADS_1
"Iya kak hati hati dijalannya." Ucap Cheryl melambaikan tangan.
"Iya Ryl, Chelsea aku pulang dulu ya."
Anggara pulang, dan Chelsea melihat Cheryl berjalan dengan hati hati,
"Perasaanku ada yang beda sama Cheryl, tapi apa ya." Gumam Chelsea.
Chelsea melihat gaya berjalan Cheryl yang agak berbeda, "Ah aku mikirnya kejauhan." gumam Chelsea lagi.
Chelsea pergi ke kamarnya, dan melihat bercak darah di spreinya.
"Sayaang?
"Ada apa teriak teriak," Sahut Adrian.
"Ini darah apa? Chelsea menunjuk ke sprei
"Gatau, mungkin darah mimisan kali." Ucap Adrian dia tidak mengingat apapun.
"Kamu minum?
"Sedikit, ada masalah di shorum."
"Kalo ada masalah crita bukannya minum mas, gimana kalo tiba tiba papah dateng."
"Iya maaf itu yang terakhir." Ucap Adrian.
"Nenek tidur di rumah mama mas,"
"Aku lapar."
"Iya bentar aku siapin,"
Chelsea pergi ke dapur untuk menyiapkan makan malam.
Cheryl tidak keluar malam itu, karena dia sedang beristirahat.
Di pagi hari,
Adrian sudah berangkat kerja, dan Cheryl keluar.
"kak, aku mau ngomong." Ucap Cheryl.
"Mau ngomong apa ryl, ngomong aja." Jawab Cheryl sembari mencuci piring.
"Aku mau pindah, aku udah sewa apartemen untuk satu tahun." ucap Cheryl.
__ADS_1
Chelsea menghentikan kegiatannya, "Kamu ada masalah ya?." tanya Chelsea.
"Nggak ada kak, aku udah diterima di rumah sakit dan aku mau belajar mandiri."
"Ryl, kan bisa sambil kerja kamu tinggal disini, atau kalo kamu gak mau tinggal aja di rumah mama."
"Nggak kak, aku udah bicara sama mereka dan mereka bolehin aku untuk tinggal di apartemen."
"Tapi Ryl, selama ini kita, maksudnya aku kamu mas Adrian biasa aja kn gak ada masalah."
"Kak, aku gak mau kalo aku harus di atur atur oleh kak Adrian, aku ini udah besar dan kakak juga udah menikah jadi wajar dong klo aku ngerasa gak enak sama kalian."
"Apa ini karena kamu masih ada rasa sama mas Adrian jdi kamu gak mau lihat kakak dan Adrian bahagia?
"Kak, sumpah ya aku gak ada pikiran kesana aku ini udah gak ada rasa sama sekali sama kak Adrian, dan Asal kakak tahu kalo aku bukan orang yang seperti kakak kira, aku ini masih punya hati mana bisa aku gak bisa lihat kakak bahagia." Ucap Cheryl
"Udah lah Ryl kamu jangan munafik, selama ini kakak diam karena kakak ingin menjaga perasaan kalian, tapi apa kalian masih bersama di belakang kaka."
"Tunggu.. tunggu.. kakak tahu dari mana tentang masalalu aku sama kak Adrian?
"Kamu gak perlu tahu, kakak gak nyangka ya hal sebesar ini kamu sembunyiin dari kakak, dilihat dari tatapan kalian, kalian masih punya rasa satu sama lain."
"Kak cukup kak, aku sama kak Adrian hanya sebatas masalalu, dan gak akan mungkin menjadi masa depan kakak tahu betul bagaimana sifat aku kan?
"Udah ryl, terserah kamu kalo kamu mau pindah dari sini terserah." Walaupun berat Chelsea mengatakan hal ini namun ini demi rumah tangganya,
Dari dulu memang Chelsea berusaha untuk tidak mengijinkan Cheryl tinggal bersamanya, Namun Adrian memaksa untu Cheryl tinggal bersama mereka.
Perdebatan itu membuat Cheryl yakin untuk pergi dari sana.
Cheryl membawa tiga koper dan memesan taxi.
Cheryl memutuskan untuk bertemu dengan Anggara.
Sampai di sebuah tempat,
"Ada apa ryl? loh kok kamu bawa barang barang kamu? tanya Anggara bingung.
"Kak, aku boleh minta tolong?
"Boleh ryl, boleh banget, kenapa ada apa coba cerita?
"Apa aku bisa tinggal di apartemen kakak untuk sementara? seenggaknya sampai bulan depan aku dapet gaji. "Ucap Cheryl berurai air mata.
"Kamu kabur dari rumah?
"Nggak, aku sengaja pergi, aku berdebat sama kak Chelsea, dan aku memutuskan untuk pergi."
__ADS_1
"Yaudah ayok, sekarang kita kesana." Anggara membawakan koper koper milik Cheryl dan membawanya ke apartemen.
Sampai di apartemen~~