Mantanku Suami Kakakku

Mantanku Suami Kakakku
Pertengkaran


__ADS_3

Suasana begitu terasa canggung, Anggara kembali ke laptopnya untuk menghitung pemasukan restoran.


"Aku tidur duluan ya kak." Ucap Cheryl seraya tersenyum lebar


"Iya, nanti aku nyusul ryl." Ucap Anggara yang pura pura sibuk dengan laptopnya


Cheryl berbaring di ranjang dengan selimut yang menutupi setengah badannya.


"Kamu gerah ryl? Tanya Anggara yang melihat Cheryl merasa kurang nyaman.


"Nggak kak, tapi sedikit hehe." Ucap Cheryl.


"Apa ace aku nyalain?


" boleh kak."


Akhirnya Cheryl tidur dengan nyenyak.


Anggara selesai pembukuan dan ia melihat istrinya tidur nyenyak membuatnya senang, Ia menatap wajah Cheryl dengan penuh perhatian.


"Aku gak nyangka kamu ada disini, disampingku Cheryl, ini seperti mimpi yang tidak ada ujungnya. Aku kira kita hanya bisa bersama dalam khayalan, tapi nyatanya kamu sekarang disini bersamaku.. meskipun aku tahu ada banyak hati yang terluka melihat kita bersama dengan cara yang seperti ini." Gumamnya sambil menatap wajah istrinya yang imut.


"Aku akan berusaha membuat kamu bahagia, meski nyatanya hati kamu bukan untuk aku dan mungkin kamu akan kembali bersama Adrian. Ayah kandung dari anak kamu." Anggara tak sadar jika Air matanya mengalir


Anggara akhirnya tidur, memeluk Cheryl dan mengusap perut Cheryl.


Sedangkan di rumah Chelsea dan Adrian, Adrian mulai bersikap dingin.

__ADS_1


Adrian tidur di sofa membuat Chelsea kesal, mengapa Adrian berubah dengan waktu yang singkat, Chelsea semakin membenci Cheryl.


Keesokan harinya ~~


"Selamat pagi sayang." Anggara telah mempersiapkan sarapan untuk Cheryl.


"Kak, harusnya aku yang buatin ini untuk kakak, maaf ya ngerepotin." ucap Cheryl tidak enak hati.


"Hey, hey... kamu ngomong apa sih? kamu itu istri aku yang sedang hamil jadi wajar dong kalo aku manjain istri aku." Ucap Anggara sambil mengelus elus pipi Cheryl.


Cheryl tidak membatasi Anggara untuk menyentuhnya, karena dengan itu Cheryl merasa Anggara pantas mendapatkan semua itu bahkan seharusnya lebih dari ini.


"Makasih yaa kak, yaudah kita sarapan bareng yaa." Cheryl memegang tangan Anggara membuat Anggara tegang, grogi


Mereka duduk di meja makan dan sarapan..


sedangkan dirumah Chelsea~~


"Ada apa Chel? Saya sedang tidak mood hari ini.." Ucap Adrian menghela nafas panjang.


"Bukan soal hari ini aja, dua hari kebelakang kamu dingin mas, ada apa sebenarnya? apa ini ada sangkut pautnya dengan kepergian Cheryl dari rumah ini? Tanya Chelsea dengan mata berkaca kaca.


"Chelsea? udah berapa kali aku bilang stop buat bawa bawa Cheryl dalam masalah rumah tangga kita, itu sama sekali tidak ada hubungannya." Adrian menunjuk nunjuk ke arah Chelsea membuat Chelsea tidak habis pikir kepada suaminya.


"Jdi kamu udah berani tunjuk tunjuk aku?


"Maafkan aku Chelsea, aku berangkat sekarang." Lagi lagi Adrian meninggalkan Chelsea di waktu sarapan mereka.

__ADS_1


Chelsea merasa frustasi berdiam diri di rumah, Ia memutuskan untuk mencari coffe shop.


Chelsea memesan sebuah coffe expresso, nampaknya ada seorang laki laki yang merasa kenal dengan dirinya.


"Permisi, apa kamu Chelsea? Tanya seseorang.


"Iya dengan saya sendiri, maaf anda siapa ya? tanya Chelsea.


"masih ingat saya? tanya seseorang lagi.


"Maaf saya lup... aaaa kamu Bian? maaf Bian saya lupa, Abisnya kamu berubah banget tau makanya aku jadi pangling." ucap Chelsea.


"Akhirnya kamu ingat saya juga, Eh gimana kuliah kamu lancar? Tanya Bian.


"Aku udah berhenti kuliah, sekarang aku sudah." Chelsea memperlihatkan cincun dijari manisnya.


"Yaah keduluan sama yang laen deh." Gurau Bian


"Haha kamu bisa aja bi, oh iya sudah pesan?


"sudah, sebentar lagi datang kayaknya." ucap Bian.


"Gimana sama usaha kamu? lancar? tanya Chelsea.


"Alhamdulillah, sekarang saya sudah punya 2 cabang yaa lumayan lah." Ucap Bian.


"Wah, selamat yaa akhirnya cita cita kamu sukses sudah tercapai." Ucap Chelsea.

__ADS_1


"Ini sih belum seberapa, tapi yaa sedikit sedikit jadi bukit." ucap Bian.


Mereka asyik mengobrol sampai siang.


__ADS_2