
Hari pernikahan sudah di tentukan,tapi sayangnya aku ga bisa karena ada ujian praktek lagi..
"kak gimana tadi ngobrolnya? jadi rencana pernikahannya kapan," ujar ku sambil kegirangan..
" bulan depan Ryl, tapi tadi dia gak dateng kesini karena kata nya lagi kerja."
"keluarganya baik kan sama kakak." tanya ku
" baik banget ryl, ibu nya ramah banget." sambil melamun
"Semoga lancar yaa kak semuanya, Aku harap kakak bahagia dengan pernikahan ini, ya walaupun nanti kita akan beda rumah tapi aku seneng kakak akan segera menikah." sambil memeluk Chelsea..
" kakak jadi terharu." Chelsea menahan air matanya untuk tidak keluar tapi apalah daya akhirnya Chelsea menangis..
Elinda dan Bagas melihat mereka di kejauhan juga merasakan bahagia karena mereka memiliki anak perempuan yang akur..
**besok tanggal 23 aniversari aku sama Adrian, dan Adrian berjanji untuk merayakannya bersamaku sepanjang hari..
Handphone Cheryl berbunyi dan itu pesan dari Adrian**
"Sayang jadi gak kita jalan?"
__ADS_1
"aku udah siap sayang."
"aku kesana sekarang,"
"iya aku tunggu."
aku pergi ke sebuah tempat yaitu air terjun ciherang di salah satu tempat di daerah bogor, tempatnya memiliki keindahan alam yang cukup asri, di sana ada rumah pohon, jembatan, sungai yang air nya masih terjaga, tempatnya yang sejuk mereka merasa tenang disana terutama Adrian yang merasa tenang karena pikiran nya terus menjurus ke masalah perjodohan dan cara bagaimana dia memutuskan hubungan denga wanita yang dia sayangi..
"Cheryl aku sayang kamu." teriak Adrian
"Apaaaa? gak kedengeran." teriak Cheryl.
Adrian menarik tangan Cheryl dan membawa nya ke rumah pohon,
"sayang kamu kenapa kok jadi melow gini.?" Cheryl bingung kenapa Adrian berubah gini.
"Aku mau ngomong sesuatu sama kamu." Adrian memegang tangan Cheryl.
"Kamu mau ngomong apa sayang, biasanya kalo mau ngomong langsung ngomong,"
"Aku mau kita PUTUS." Ucap Adrian sambil memejamkan matanya karena tidak sanggup melihat raut wajah Cheryl.
__ADS_1
"Ha Ha Ha, kamu bercanda sayang." sambil tertawa keras, tapi sebenarnya hatinya merasa takut akan ucapan Adrian..
"Aku beneran sayang, aku dijodohin sama ibu aku." walaupun berat tapi Adrian harus mengakhiri hubungannya..
"Aku gak tahu mesti jawab apa, yang pasti aku gak nyangka di hari Anniversary ini aku harus menelan pil pahit," Cheryl tak kuasa menahan air matanya.
"Maafin aku, aku gak bermaksud buat nyakitin kamu, kamu boleh pukul aku kamu boleh marah sama aku" Adrian pun ikut menangis..
"Untuk apa? Aku mau bunuh kamu pun untuk apa? itu gak akan merubah semua takdir ini.."
"sayang." adrian menyela.
" Mungkin ini memang keputusan yang terbaik untuk kita, semoga kamu bahagia dengan pilihan orang tua kamu." Cheryl pun pergi meninggalkan Adrian.
**Hujan pun turun seakan mendukung kegalauan Cheryl.. Cheryl menangis sejadi jadinya.. Adrian berusaha mengejar Cheryl..
"**kamu aku anterin pulang yaa." ajak Adrian.
Cheryl tidak menghiraukannya.
"Sayang please kamu dengerin aku sekali ini aja, biarin aku anterin kamu pulang."
__ADS_1
Cheryl diam tanpa kata.. di mobil pun terasa canggung tidak ada canda tawa, Chery memilih menatap ke jendela, dia tidak mau melihat ke arah Adrian..
Sesampainya dirumah, Cheryl keluar dari mobil tidak ada sepatah katapun keluar dari mulutnya...