
" ini harus mama bicara sama keluarga Chelsea, kita gak enak sama keluarganya Adrian," Ucap Hanna.
"Iya, aku udah bicara sama mereka, mama sama papah aja yang ke sana, Adrian harus nungguin Cheryl yang lagi dirawat di rumah sakit! Balas Adrian.
Hanna menghubungi Haris untuk bertemu keluarga Cheryl, Pernikahan yang baru seumur jagung harus kandas karena berawal dari sebuah perjodohan. Kedengarannya memang sangat kasus yang jadul, karena bukan jamannya perjodohan.
Awal yang dipaksakan memang selalu tidak baik, namun ada juga yang langgeng sampai mereka saling mencintai. Namun tidak dengan Adrian, ia masih mencintai kekasihnya itu.
Hanna dan Haris pergi ke rumah orng tua Chelsea, Sampai disana mereka hanya saling minta maaf, karena ulah anak anaknya dan mereka berjanji untuk tidak saling membenci satu sama lain! Karena silaturahmi harus tetap terjalin meskipun sudah tidak ada ikatan.
"Sekali lagi kami minta maaf, dan saya harap kita masih bisa menjadi saudara walaupun tidak sebagai besan." Ujar Haris dengan tangan memohon.
"Yang harusnya minta maaf itu kami pak Haris, tapi ya mungkin memang bukan jodohnya, Semoga Adrian bisa mendapatkan pengganti yang lebih baik lagi dari anak saya, begitupun dengan anak saya! Balas Bagas.
"Dan tadi kata Adrian, Cheryl sedang berada di rumah sakit apa benar? tanya Hanna.
"Apa?
"Iya bu El, katanya ada masalah dengan kandungannya, sampai harus di rawat beberapa hari ,saya kira ibu El tau! Ucap Hanna.
__ADS_1
"Pah, ayok sekarang kita ke rumah sakit sekarang." Ajak Elinda ke Bagas.
"Iya mah ayok," Mereka bersiap siap untuk kerumah sakit.
Sampai Dirumah sakit~~
"Cheryl, sayang kamu baik baik aja kan? Elinda menghampiri Cheryl dan memegang tangannya.
"Maa, Cheryl baik baik aja kok, mama gak usah khawatir ada kak Anggara yang jagain Cheryl." Ucap Cheryl seraya tersenyum sambil meneteskan airmata.
"Maafin mama sayang, mama belum jenguk kamu, mama benar benar gak tau kalo kamu masuk rumah sakit." Ucap Elinda.
"gapapa ma," Cheryl menghapus airmatanya "papah mana ma? tanya Cheryl.
"Paaahh.. " Cheryl beranjak dari kasur.
"Sayang, kamu diam aja disini! Ucap Anggara.
Bagas menghampiri Cheryl dan memeluknya, Membuat Cheryl menangis sesenggukan.
__ADS_1
"Cher, walaupun papah marah sama kamu, tapi papah sangat sayang sama kamu, papah gak bisa marah lama lam sama kamu! walaupun kamu salah, papa maafin kamu." ucap Bagas sambil meneteskan airmata.
"Iya pah, Cheryl tau, Cheryl juga sayang sama papah." ucap Cheryl.
Suasana sangat mengharukan, sebuah maaf sangat berarti untuk Cheryl, mengingat kesalahannya yang sangat fatal, Beruntung satu masalah selesai dan mereka mungkin akan bahagia.
Dua hari berlalu, Chelsea mulai jarang pulang ia selalu menghabiskan waktunya dengan Bian sebagai pengalihan rasa sakitnya berpisah dari Adrian.
"Makasih yaa Bi, udah mau nemenin aku beberapa hari ini, Aku benar benar bingung harus ngelakuin apa lagi, di rumah suntuk, apalagi sekarang hubungan papah sama Cheryl membaik." Ucap Chelsea.
"Sama sama Chel, aku juga seneng bisa menghabiskan waktu waktu bersama kamu! Walaupun hubungan kita gak jelas alurnya." Sindir Bian.
"Maksud kamu? Tanya Chelsea heran.
"Nggak gak usah di bahas, sekarang kamu pulang ya, udah malem nanti orang orang bilang apa." Ucap Bian.
"Tapi Bi, aku gak mau pulang sekarang," ucapnya sambil mengikat rambutnya "Bingung." Lanjutnya sambil memegang kepalanya.
"Chel, kan masih ada waktu besok! Ucap Bian lagi.
__ADS_1
"Yaudah deh, aku pulang."
Chelsea pulang dan dirumahnya tidak ada siapa siapa, saat ini orang tuanya sedang menjemput Cheryl dari rumah sakit menuju Apartemen Anggara.