
Anggara mengajak Cheryl untuk bertemu. Lalu Cheryl datang ke tempat yang sudah ditentukan oleh mereka.
"Tumben kak ngajak ketemu, ada apa? tanya Cheryl
"A-aku.. "Ucap Anggara gugup
"Kenapa kak? kok kayak gugup gitu? apa ada masalah? tanya Cheryl yang heran melihat gelagat Anggara.
"Aku mau pergi ryl.. " Ucap Anggara.
Deg! Cheryl merasakan nafasnya memberat, seperti sedang maraton ke atas gunung.
"Pergi? kemana? tanya Cheryl yang berusaha tegar
"Ke Swiss.." Jawab Anggara.
"Hahahah, emang bisa bahasa bahasa Jerman? jangan ngaco deh kak udah disini aja, kenapa gak betah ? Goda Cheryl untuk mencairkan suasana.
"Ayolah ryl, aku di sana baru 6 bulan dulu udah banyak temen, lagi pula aku kesana niatnya ingin melupakan kamu, dan kenangan kita." Balas Anggara dengan senyum tipis.
"kakak tega ninggalin aku? apa gak ada pertimbangan lagi? Tanya Cheryl untul meyakinkan.
"tekad aku udah bulat ryl, ini terlalu menyakitkan buat aku. Tapi aku seneng kok kamu udah menemukan kebahagiaan kamu yang sesungguhnya." Ucap Anggara.
"Maaf kak, aku belum bisa untuk membalas Budi kakak, aku ini egois bahkan janji aku sama kakak pun aku ingkari."
__ADS_1
"Gapapa ryl," Ucap Anggara
Namun tak banyak waktu untuk mereka mengobrol, Cheryl harus segera pergi ke rumah sakit.
Namun Anggara tidak memberitahu Cheryl bahwa ia akan pergi hari ini, Anggara hanya pamit ke Adrian.
Sepulang Cheryl dari rumah sakit, Dia di jemput oleh Adrian menuju apartemennya.
"Makasih ya kak, Oh iya mau masuk dulu? tanya Cheryl.
"Emang boleh? tanya Adrian.
"Ya boleh dong, tapi di rumah gak ada makanan gimana dong?
"Aku makan kamu aja deh." Canda Adrian.
Mereka masuk kedalam, dan di perjalanan menuju rumahnya...
"Anggara sudah pergi! Ucap Adrian, langkah Cheryl terhenti dan jantungnya seperti tidak berdetak sesaat, Cheryl merasakan sesak di dadanya mendengar ucapan Adrian rasanya petir menyambar dirinya.
"Oh pergi ya, Aku udah tahu kok tadi dia pamit sama aku." Jawab Cheryl santai, padahal itu berbanding terbalik dengan perasaannya.
"Kamu gak sedih? tanya Adrian.
"Yaa, namanya ditinggal kan orang yang kita sayang, pastinya rasa sedih itu ada namun apalah daya? saat dia memutuskan itu aku gak bisa berbuat apa apa! Ucap Cheryl dengn air mata menetes namun ia tahan.
__ADS_1
"Sayang? Adrian terkejut mendengar Cheryl berbicara kalo dia sayang Anggara.
"E--eee maksudnya, sebagai kakak dan bagaimanapun dia adalah mantan suami aku jadi wajar kn kalo aku merasa kehilangan." Pukasnya.
"Hmmm gitu ya, iya sih emang aku juga rasa klo dia telalu banyk terlibat dalam kisah kita, dan mungkin itu sangat menyakitkan untuknya, tapi dia terlihat seperti tidak ada apa apa." sahut Adrian
Lalu mereka sampai di kamar apartemennya, Cheryl menyiapkan minuman untuk kekasihnya itu.
"Sayang, sini deh duduk disini." Ucap Cheryl sambil menepuk-nepuk sofa.
"Ada apa sayang? tanya Adrian menghampiri Cheryl dan duduk di sampingnya.
"Udah lama kita gak kyk gini, Aku kangen masa masa kita dulu." Ucap Cheryl.
CUPP...
Adrian mencium kening Cheryl menjadi sebuah penenang bagi Cheryl.
Adrian mendekatkan wajahnya ke wajah Cheryl, Membuat Cheryl memejamkan matanya dan menerima perlakuan dari Adrian. Adrian mulai menciumi Cheryl dengan lembut dan Cherylpun terjatuh dalam ciuman itu. Nafas keduanya tidak teratur, jantungnya berdegup kencang dan pipi Cheryl mulai memerah.
******* bibirnya membuat Cheryl menutup matanya rapat rapat. Tetapi ia terus memikirkan wajah Anggara, sampai matanya terbuka otomatis, Ia memutuskan untuk membuka matanya, dan melihat mata Adrian yang tertutup menikmati ciumannya sendiri.
Lalu Adrian tersadar untuk tidak melakukan hal itu malam ini, ia takut terjadi hal yang tidak diinginkan dan membuat Cheryl membencinya.
"Maaf, Maaf aku terbawa suasana Ryl." Ucap Adrian..
__ADS_1
Cheryl hanya tersenyum tipis, karena ia juga menikmatinya.
Ciuman ini pertama kalinya bagi Cheryl dan Adrian, terlepas dari kejadian waktu itu yang terjadi karena tidak sadarkan diri.