
"Gue harus gimana.. sampai detik ini gue bertahan cuma buat Cheryl, gue udah coba sayang sama Chelsea tapi nyatanya gak bisa." Gumam Adrian.
**Dirumah orang tua Cheryl
"Bu, ibu harus makan kalo ibu gak makan ibu jadi gak bisa minum obat, kan ibu mau sembuh."Ucap Elinda membujuk nenek Cheryl karena mogok makan dari semalam.
"Gamau, ibu cuma mau disuapin sama Cheryl, kalo kamu mau ibu makan.. panggil Cheryl suruh dia kesini." Ucap Bu Idah.
"Tapi bu, pasti mas bagas gak bakal ngijinin Cheryl kesini." Ucap Elinda.
"Lagian kan bagas lagi ke kantor, sebelum dia pulang suruh Cheryl kesini." Ucap Bu Idah.
Karena takut ibunya kenapa napa, Elinda akhirnya menelpon Cheryl untuk menghampirinya, dan Cheryl pun menyetujuinya walapun badanya kurang enak, karena ini semua demi neneknya.
"Assalamualaikum bu." Cheryl mengucapkan salam namun tidak ada satupun yang menjawab.
Cheryl memutuskan untuk pergi ke kamar neneknya.
"Ibu? Nenek? Cheryl menangis bahagia bisa bertemu dengan dua wanita yang ia sayangi.
"Cheryl anakku." Elinda menyambut Cheryl dengan haru.
"Cucu ku." Bu Idah langsung bersemangat melihat Cheryl baik baik saja.
"Kamu baik baik aj sayang? tanya Elinda.
"Aku baik baik aja ma." Ucap Cheryl.
banyak hal yang mereka ceritakan, terutama curhatan Cheryl ke neneknya.
Saat sedang menyuapi nenek.
Hooekkkk...
Cheryl merasa mual dan pergi ke kamar mandi.
"Cheryl? Tanpa basa basi Elinda membuat teh jahe hangat agar mengurangi ras mual.
__ADS_1
"Sayang, diminum dulu ini air jahe biar rasa mualnya hilang." Elinda menyodorkan segelas air.
"Makasih ma." Cheryl meminum sedikit demi sedikit
"Maafin mama ya, disaat kamu membutuhkan mama, mama gak bisa bantu kamu."Elinda mengelus-elus kepala Cheryl.
"Gapapa ma, aku tahu mama sama nenek sayang sama aku kan, Alhamdulillah aku punya suami yng pengertian jadi dia jagain aku, dan beri apa yang aku butuhkan." Ucap Cheryl dengan mata berkaca kaca
"Syukurlah sayang."
Cheryl sekarang waktunya untuk pulang, Anggara akan menjemputnya, namun di luar ia dihampiri oleh Adrian.
"Sayang, kamu gapapa kan? aku khawatir sama kamu, Gimana apa Anggara bisa jgain kamu?. " Adrian menanyakan beberapa pertanyaan.
Cheryl hanya menangis, ia sedih yang harusnya mengurusnya sekarang adalah Adrian, Ayah kandung bayinya.
"Gapapa, aku baik baik aja .. terimakasih sudah khawatir sama aku, walapun aku bukan siapa siapa kamu." Ucap Cheryl dengan Air dimatanya tumpah.
"Kenapa kamu nangis? apa ada masalah sama Anggara? sampai sampai kamu pulang kerumah." Tanya Adrian.
"Gapapa, aku cuma kangen aja sama mereka.. Alhamdulillah Anggara memperlakukan aku dengan baik hanya saja tidak ada keluarga yang mensupport aku." Ucap Cheryl.
Tak lama hp Cheryl bergetar, notifikasi pesan dari Anggara yang tidak bisa menjemput karena ada halangan, seakan mendukung kedekatan Adrian dan Cheryl.
Cheryl berfikir, mau mau aja toh Adrian juga punya hak atas anaknya,
"Makasih kak sebelumnya." Ucap Cheryl.
Cheryl masuk ke mobil Adrian dan Adrian melajukan mobilnya pelan.
Cheryl memandangi Adrian terus menerus, dia tenggelam didalam khayalan kalo mereka hidup bahagia dengan bayi kecilnya.
"Kamu kenapa mandangin aku kyk gitu banget?
"Nggak kok kak, aku hanya berkhayal kalo kita akan hidup bahagia bersama bayi kita."
"Bayi kita?
__ADS_1
"Emm maksud aku.. dulu sebelum kamu menikah."
"Aku selalu memimpikan hidup bahagia bersama kamu ryl, hal yang aku sesali itu adalah aku tidak menolak perjodohan aku sama Chelsea."
"Udah kak, lagian itu semua sudah berlalu, yang terpenting kita bahagia bersama pasangan kita masing masing." Ucap Cheryl.
"Tapi aku maunya sama kamu gimana? kalo bisa aku puter waktu, aku hanya mau menikah sama kamu, asal kamu tahu ryl, aku bertahan sama pernikahan ini hanya demi kamu, agar aku bisa deket terus sama kamu, tapi sekarang kamu malah pergi dari aku." Ucap Adrian membuat Cheryl merasa tidak enak.
"Asal kamu tahu kak, aku pergi itu karena kamu.. karena kamu yang sudah menanamkan benih anak ini.. kalo nggak pasti kita akan deket terus, dan kalopun aku ngaku kalo ini anak kamu pasti keluarga kita akan hancur untuk kedepannya, karena adanya skandal kita." Ucap Cheryl dalam hati.
Sampai di apartemen~~
Adrian mengantarkan Cheryl sampai depan apartemennya.
"Makasih ya kak, maaf gak mempersilahkan kakak masuk, karena takutnya menjdi fitnah, karena aku sekarang sudah menjadi istri orang."
"Cheryl?? terdengar suara dari lorong.
"Kak Anggara? udah pulang kak.."
"Udah sayang, maaf aku telat."
"Gapapa aku diantar Adrian tadi."
Anggara hanya melirik tajam ke Adrian.
"Kenapa? gak suka gue anterin Cheryl?
"Apaan si udah kita masuk yuk sayang." Anggara memegang bahu Cheryl
"Iya sayang ayok," Ucap Cheryl.
"Makasih udah anterin ISTRI gue." Anggara memperjelas kata Istri.
"Hmm."
Anggara dan Cheryl masuk ke apartemennya.
__ADS_1
Adrian memukul tembok sampai berdarah, dan setelah itu dia pulang**.